Pukul 7 malam, Shella langsung siap-siap. Dia tidak akan lupa pada janji suaminya itu.
Entah kejutan apa yg akan di berikan suamiku?! - batin Shella.
Shella memilih dress apa yg cocok untuk ia kenakan malam ini. Shella terus saja memilih dress nya, hingga ia menemukan dress yg cocok dan sesuai untuknya.
Akhirnya Shella pun memakai dress merah hitam dengan paduan buletan kecil berwarna putih.
Shella memoleskan sedikit make up pada wajahnya. Agar tidak terlalu pucat.
Setelah selesai, Shella pun segera turun kebawah menemui suaminya yg ada di dalam mobil.
Shella mengunci pintu rumah dan langsung masuk kedalam mobil.
"Hallo suamiku."sapa Shella.
"Hallo istri kesayangan ku. Kau cantik sekali."puji Fhadil.
"Aku memang selalu cantik."puji Shella pada dirinya sendiri.
"Ya baiklah. Sekarang, kita berangkat."ucap Fhadil.
"Ya. Ayo, cepatlah. Aku tak sabar, kejutan apa yg akan kau berikan padaku."ucap Shella tak sabar.
Fhadil tersenyum dengan perkataan Shella. Akhirnya Fhadil menstrater mobil nya lalu berangkat menuju tujuan.
Saat di perjalanan, Shella tersenyum membayangkan kira-kira kejutan apa yg akan di berikan oleh Fhadil.
Apa kau lupa dengan tanggal ini, istriku? - batin Fhadil.
Sesekali Fhadil melirik Shella yg selalu tersenyum. Suasana seperti inikah yg di inginkan oleh Fhadil. Melihat senyuman di wajah Shella.
Tak lama kemudian, Fhadil dan Shella sampai di tempat tujuan. Fhadil memarkirkan mobilnya. Tempat ini seperti sebuah taman yg luas.
"Ok. Kita sudah sampai, Shella."ucap Fhadil.
"Benarkah?! Oh ya ampun, aku sudah tidak sabar."ucap Shella antusias.
Fhadil dan Shella turun dari mobil. Mereka berjalan bersama, Fhadil menggandeng tangan Shella. Tapi, ada hal yg aneh menurut Shella.
Tempatnya gelap. Tidak ada lampu ataupun cahaya lain nya. Shella mulai merasa takut dengan tempat ini.
Shella makin mengeratkan gandengan nya pada tangan Fhadil.
"Shella. Kau kenapa?"tanya Fhadil.
"Sepertinya, kita salah tempat sayang."jawab Shella dengan nada bicara seperti orang yang ketakutan.
"Tidak. Ini tempatnya."ucap Fhadil.
"Lalu, kenapa di sini tidak cahaya lampu bahkan tidak ada orang satupun selain kita?"ucap Shella.
"Jauhkan pikiran burukmu, Shella."ucap Fhadil. "Oh ya ampun. Aku lupa membawa ponsel ku."lanjutnya.
"Apa?"ucap Shella.
"Tunggu di sini sebentar ya, sayang. Aku akan mengambil ponselku di dalam mobil."ucap Fhadil dan langsung pergi meninggalkan Shella sendirian.
"Tapi... Tapi... "Baru saja Shella hendak mencegah kepergian Fhadil, tapi Fhadil sudah lebih dulu berlari. "Baiklah, aku akan menunggu di sini. Jangan lama-lama."lanjutnya.
Beberapa menit kemudian...
Sudah sepuluh menit berlalu. Tapi, Fhadil belum juga datang. Shella mulai merasa cemas dan ketakutan.
Tak lama kemudian, ada yg menarik tangan Shella. Sehingga Shella menjerit-jerit meminta tolong.
"Tolong... Tolong.. lepaskan aku."teriak Shella.
"Mas Fhadil tolong aku. Hey, lepaskan aku."teriak Shella.
Shella terus di tarik-tarik oleh orang itu. Tak lama kemudian, orang itu berhenti menarik tangan Shella dan langsung meninggalkan Shella di dekat kolam taman.
Sama hal nya seperti keadaan di luar. Keadaan di dalam juga gelap. Tidak ada cahaya apapun.
"Mas Fhadil, kamu di mana? Tolong, jangan buat aku takut. Aku takut sendirian. Aku takut dengan keadaan gelap."ucap Shella sambil menangis.
"Hiks... Hiks... Hiks... Mas Fhadil..."teriak Shella.
Tiba-tiba...
JEDUAR...
Shella langsung menutup telinganya saat mendengar suara itu. Tapi, pandangan Shella jatuh pada langit yg bercahaya. Shella mengenadahkan kepalanya ke atas langit.
Betapa terkejutnya saat mendapati sebuah petasan dengan tulisan..
Happy birthday Shella Amanda
Tiba-tiba, di sekeliling Shella terdapat sebuah orang-orang yg mengelilingi Shella sambil memegang balon yg bercahaya dengan tulisan yg sama.
Shella sangat terharu dengan kejutan ini. Shella menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Happy birthday, my dear."
"Mas Fhadil?!"
"Happy birthday, my dear"ucap Fhadil sambil membawa sebuah kue ulang tahun.
"Jadi.. jadi.."ucap Shella.
"Kamu suka kejutannya?"tanya Fhadil.
"Jadi, ini semua ulah kamu. Ish, gak lucu tau. Aku tuh panik gak ada kamu. Aku tuh takut sendirian. Aku takut gelap. Kenapa kamu ninggalin aku?"ucap Shella.
"Maafkan aku, sayang. Ini adalah kejutan yg aku maksud. Apakah kamu menyukai nya?"tanya Fhadil.
"Aku tuh gak suka kamu ninggalin aku sendirian. Tapi, aku sangat menyukai kejutan ini. Terimakasih suamiku."ucap Shella memeluk Fhadil.
"Sama-sama, sayang. Sekarang, tiup lilinnya."titah Fhadil.
Shella melepaskan pelukannya pada Fhadil. Lalu setelah itu, shekla langsung meniup lilin dengan angka 24.
Sebuah kejutan yg tak terduga. Ya, hari ini adalah hari ulang tahun Shella yg ke 24 tahun. Bahkan Shella melupakan tanggal kelahirannya sendiri.
"Sayang, selamat ulang tahun ya."ucap Mama Weni, mertua Shella.
"Iya, Ma. "Ucap Shella.
Mama Weni pun memeluk Shella. Shella sangat menyayangi Mama Weni. Karena, Mama Weni adalah Mama satu-satunya yg Shell punya.
Orang tua Shella telah meninggal 4 tahun lalu. Shella adalah anak yatim piatu. Shell juga tidak mempunyai kakak atau pun adik. Keluarga yg ia punya adalah keluarga suaminya.
Shella beserta yg lain telah larut dalam kebahagiaan. Pesta ulang tahun Shella berjalan dengan lancar.
______________________________
Ya ampun, sumpah gaje bgt part ini.
Maaf ya kalo kejutan nya kurang bahkan gak bagus.😔😔
Typo juga di maaf kan ya jika ada. Lah, pasti ada lah typo mahh...
Salam sayang,
NengTunziah
KAMU SEDANG MEMBACA
SheFha (END)
Short StoryUsia pernikahan lebih dari 4 tahun. Tapi, belum mempunyai seorang anak pun. Shella Amanda, seorang wanita cantik yg merasakan keadaan itu. Setelah 4 tahun lebih menikah, tapi belum mempunyai anak. Apakah Shella akan memiliki seorang anak? Kapan kah...
