Setelah kita sampai, tanpa aba-aba yona langsung lari ke arah pantai, dan dia ninggalin gua
dasar itu anak, sifatnya lebih kaya bocah dari pada gua
gua ngikutin dia dari belakang.
senyum di wajahnya ngga pernah hilang, dan itu bikin gua seneng.
gua liat dia jongkok di atas pasir sambil mungutin batu-batu yang ada disana
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
dia senyum sambil manggil-manggil gua
"Oppa!! sini!.." panggilnya
"Ah iya, aku kesana.." sahut gua sambil berlari kecil ke arahnya,
"kamu ninggalin aku ya.." ucap gua sambil ngos-ngosan
dia malah ketawa,
"lari segitu aja udah ngos-ngosan.." ejeknya "---siniin,."
dia narik tangan gua terus naruh satu batu yang dia pungut tadi di telapak tangan gua, gua cuman natap batu ini heran
"Buat apa?.." tanya gua ke dia
"Orang bilang, kalau kita ngelempar batu ke laut, terus kita bikin permohonan, katanya permohonan kita bakal dikabulin..dan, sekarang aku mau buktiin.." ujarnya panjang lebar
gua tersenyum, "beneran?..wah, aku mau coba, aku mau minta kita bakal cepet-cepet punya anak..gimana?."
bukannya disambut dengan bahagia, yona malah jitak kepala gua.
"Akh! kenapa dijitak..?" gua
dia natap gua sinis."Baru dua jam yang lalu ya kita nikah pikiran kamu udah ke anak aja.." protesnya