Changes

675 81 4
                                        

Pagi ini Jeongin berangkat ke sekolah seperti biasa. Setelah ia mencium kening Yona ia langsung pergi. Tapi sebelum itu ia meminta pada Daehwi untuk ngejagain Yona selama ia sekolah. Hubungan Jeongin dan Daehwi semakin membaik sejak peristiwa dimana Daehwi menangis tersedu-sedu waktu itu.

Jeongin berjalan menuju bangunan besar yang berdiri di hadapannya itu. Ya, itu adalah bangunan sekolahnya.

Jeongin jalan memasuki pekarangan sekolah. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti kala seseorang memanggil namanya.

"Jeongin!" panggil orang itu

Ia menoleh dan ia melihat seorang perempuan yang tengah berdiri di hadapannya. perempuan itu tersenyum lalu menghampiri Jeongin

 perempuan itu tersenyum lalu menghampiri Jeongin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sanha?" gumamnya. Ya perempuan itu bernama Yoon Sanha. Bisa dibilang jika ia adalah masa lalu laki-laki dengan marga Jeon tersebut.

Sanha tersenyum kemudian dengan cepat memeluk Jeongin.

"Aku kangen." ucap Sanha pelan. Dan bodohnya Jeongin cuma bisa diem diperlakukan kaya gitu.

bersamaan dengan itu ia langsung tersadar jika ia sudah memiliki seorang istri dan dengan segera ia melepaskan pelukan Sanha.

"Kamu apa-apaan sih?!" sentak Jeongin.

"Kenapa emangnya? Apa aku ngga boleh meluk kamu gitu?" protes Sanha. Tapi Jeongin hanya mengusap wajahnya kasar.

"Bukan disini tempatnya. Apa kamu ngga malu diliatin orang lain?" ucap Jeongin. Sanha ngegaruk tengkuknya

"Hehe. Iya sih. Maaf ya." Maafnya ke Jeongin.

"Udah sih ya. Ngga apa-apa, Mending kita masuk kelas aja gimana?" Ajak Jeongin ke Sanha. Sedangkan Sanha cuman ngangguk terus bergelendotan kaya monyet di lengan Jeongin

mereka masuk kelas. Tanpa sadar dari kejauhan seseorang memperhatikan mereka.

"Oh jadi gitu kelakuan lo pas Yona ngga ada. Keterlaluan lo Jeong."

----

'박 지성 '

Na, kita bisa ketemu kan? Ada sesuatu hal yang perlu gue omongin ke lo.

Gue natap pesan yang baru nyampe di ponsel gue. Ya, itu dari Jisung. Temen gue, dan tumbennya dia ngirimin pesan chat, biasanya juga langsung rusuh ke rumah gue. Ya maklum gue ama dia udah temenan lama. Rumah gue udah dianggap kaya rumah sendiri ama dia.

Gue langsung bergegas ya berhubung hari ini Kak Changbin ngga ngajar ya gue libur. Jadi gue bisa keluar hari ini, ya tapi gue harus ijin ke Jeongin dulu.

Line.

Jeonginku ❤

Kak, aku mau pergi ke rumah Jisung ya? Ada urusan penting. Bentar doang kok, nanti jemput jam 7.

DAZED:JEONGINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang