Gue paham kok! Semua cowok juga gitu ngira semua cewek itu lemah. Padahal cewek itu kuat lho! Buktinya gue berani ikut tawuran~Abigail Rownie.
----O0O----
Kelopak mata ini terbuka secara perlahan secercah cahaya menyilaukan siapa saja yang memandang. Kepala terasa memberat diiringi dengan penglihatan yang memburam. Samar-samar tapi yakin dengan pasti lelaki yang baru menjadi bad boy ini berada di alam yang berbeda. Dimana hanya terdapat warna putih—tak ada warna lain yang mendominasi.
Di ruangan yang serba putih dan bau-bau aneh seperti menyambut kedatangan gue. Seorang gadis bersurai coklat tergerai indah sampai atas bahu, bibir ranumnya menampikkan senyum yang membahana. Kulit keemasannya terlihat kontras di ruangan serba putih ini. Mata coklat terang seperti madu itu menatap dengan tatapan sendu.
Manis sekali gadis ini!
Dalam hati gue bertanya-tanya dimanakah gue sekarang? Di surga,kah? Rasanya begitu indah ketika kelopak mata ini terbuka langsung dihadiahkan dengan penampakan se-cantik ini. Tanpa perlu ditanya, pasti gadis mungil yang dihadapan gue adalah peri kecil yang akan menemani gue sepanjang di alam yang entah apa namanya ini. Yang pasti di alam ini kehidupan selanjutnya akan dimulai setelah berkelana jauh ke dunia fana bernama bumi.
Gue membelai wajahnya begitu halus seperti kapas yang rapuh. Matanya memejam merasakan belaian manja dari gue, lalu ia terkikik geli ketika tangan gue bergelinjang di lehernya. Gue terhanyut dalam kelamnya mata madu itu, matanya indah membuat siapa saja akan gemas ingin mencongkelnya. Sesaat, suara-suara aneh mulai tertangkap oleh telinga gue. Seperti suara orang yang gue kenal di bumi bernama Furqon. Manusia terkutuk itu, mengapa suaranya menggema hingga ke alam sini?
“Kampret ! Sadar lu! Kampret!”
Tapi gue tak menghiraukan itu. Gue sibuk membelai wajah peri mungil dengan bibir berwarna pink ini.
“Doni istighfar siah!”
“Tangan lu bau terasi monyet!”
Sial! Kenapa si Furqon masih gentayangin gue--walau udah di alam lain sekalipun. Tetap, tak perduli dengan hantu Furqon. Gue berniat mendekatkan bibir gue ke bibir mungil peri itu, karna gue pikir taakan jadi dosa karna sudah ada di surga. Tapi, tak sempat bibir menggapai bibirnya, tiba-tiba.
“Bwaahhhh! Sadar lu curut!”
GLUDUK!
Bagaikan disambar petir di siang bolong. Wajah manis yang tadi gue belai, berubah menjadi wajah mengerikan dengan wajah buluk dan bau busuk dari mulutnya.
“Furqon! Bangsat gue kaget goblok!” Napas gue sampai sesak saking syoknya. Gue elus lah dada gue berkali-kali sambil berucap istighfar.
Furqon tertawa terkikik-kikik sampe guling-guling kek orang sarap. Mario menepuk-nepuk pundak gue dengan tangan yang gemetar karna saking ngakaknya. “Lo mau cipok Furqon? Masih sehat lu, Don? Wuakkakak!”
Gue melihat sosok gadis mungil yang ada dibelakang Furqon sedang tertawa dengan tangan yang menutup mulutnya. Entah agar terlihat sopan, atau mual gara-gara ngeliat wajah Furqon.
Peri kecil itu Abi?!
Abi adalah gadis yang gue kira cowok waktu pertama kali gue mengunjungi gang rantang. Ia adalah perempuan satu-satunya disana. Tetapi karna kelakuan dan penampilannya yang tidak menunjukan ciri-ciri seorang perempuan. Mereka para Anggota B’BOK mengangapnya seperti seorang lelaki, walau Abi telah membantahnya berkali-kali bahwa ia seorang perempuan tulen yang berperasaan. Tetap saja mereka malah makin gencar menggoda Abi dengan sebutan, “Mas Abi”. Dan itu mampu membuat Abi bete abis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gue is Bad Boy
HumorPernah kah kamu mendengar cerita tentang bad boy yang berubah menjadi good boy untuk orang yang disayanginya? Tetapi bagaimana jika seorang good boy yang rela menjadi bad boy untuk orang yang disayanginya? Doni Irawan, seorang good boy yang konon wa...
