Saat akan meninggalkan hotel kaki Yoereum terasa berat untuk pergi, karena Taehyung masih menikmati sarapannya. Mata elang Taehyung telah meng-hipnotis dirinya.
Tanpa ragu, Yeoreum mencoba beralasan untuk ingin tinggal disini beberapa menit saja sampai Taehyung benar-benar meninggalkan tempat itu.
"Oppa, aku masih ingin makan. Kau duluan saja, nanti aku menyusul." ucapnya.
"Kau gila! Memang kau tahu arah menuju bandara? Jaraknya lumayan jauh Yeoreum-ah." Jimin terlihat frustasi.
"Yasudah kita batalkan saja, pulangnya."
Jimin terlihat semakin kesal.
"Kau tahu kan biaya tiket dari Paris ke Seoul berapa? Semudah itu kau ingin membatalkannya." emosi Jimin semakin memuncak.
"Tapi kumohon, biarkan aku tinggal disini sebentar saja. Aku masih ingin menikmati sarapannya." Yeoreum masih kekeh pada pendiriannya.
"Aku tahu apa alasan mu, kau masih ingin melihatnya kan?" Jimin menujuk Taehyung dari sebrang.
"Itu kau tahu." mendengar ucapan Yeoreum, Jimin semakin jengkel.
"Yasudah, kau diamlah disini. Aku akan pulang ke Seoul sekarang juga. Kau pulanglah sendiri."Jiminpun pergi meniggalkan Yeoreum.
ia heran kepada adiknya yang keras kepala itu.
Yeoreum tak menggubris ia tetap melanjutkan sarapan paginya.
Tak lama ada beberapa pria orang menuju meja Taehyung.
Membuat Yeoreum merasa aneh dari kejauhan. Entah apa yang sedang mereka bicarakan, tapi melihat ekpresi Taehyung membuat Yeoreum sedikit heran.
Wajah Taehyung terlihat kaget seketika dan matanya memerah, ia langsung memukul beberapa pria tersebut, dan pergi meninggalkan sarapannya.
Sebenarnya apa yang terjadi sampai-sampai Taehyung marah seperti itu.
Yeoreum mengikuti mereka dari jauh, entah kenapa langkahnya tak bisa berhenti untuk mengikuti Taehyung. Dan ia tak peduli ini dimana, sebenarnya ia tak tahu jalan.
tangannya pegal membawa koper dan tas ranselnya, namun Yeoreum tetap semangat mengikuti Taehyung dari belakang.
Berhentilah langkah itu disebuah tempat, seperti terminal.
Dengan napas yang tak teratur Yeoreum akhinya berhenti disebuah tempat.
ia sungguh lelah dengan berjalan sejauh ini.
"Kenapa ia berjalan sangat cepat, dari hotel kesini kan lumayan jauh? Astaga aku lupa kakakku." Yeoreumpun mengambil ponselnya yang tadi sempat jatuh, namun untungnya ponsel itu masih bisa di pakai.
ia langsung menghubungi kakakanya itu.
"Oppa, kau dimana? Aku sudah berada di bandara"
"Di bandara, kau gila?! Aku masih ada di hotel. Kau bersama siapa kesana?" Ternyata Jimin tidak meninggalkan Yoereum.
Mana mungkin seorang Jimin tega meninggalkan adiknya sendirian di tempat asing seperti ini.
"Kau yang gila, kau bilang akan meninggalkan ku. Tapi kau masih di hotel. Bagaimana bisa? Aku tidak mau tahu kau harus segera kemari!" tegas Yoereum.
"Baiklah, selalu saja aku yang kalah." ungkap Jimin.
ia pun mengakhiri pembicaraannya dengan Yeoreum.
Jimin pun akhirnya bergegas menuju bandara menyusul Yeoreum.
-----
Tak lama setelah itu, Yoereum melihat Taehyung sedang mengantri untuk Chek-in menuju Jepang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Expensive Conclusion
Romance"Kau tahu, kau bukan tipeku. Aku sungguh sama sekali tidak tertarik padamu. Dan harus kau tahu sampai kapanpun aku akan tetap pada pendirianku." Kim Taehyung. "Aku tahu, bahwa aku memang bukan seorang gadis cantik, pintar, dan juga kaya. Tapi harus...
