Malam hari begitu sangat cepat berlalu, sekarang sudah memasuki pagi hari. Cuaca hari ini memang sangat tidak mendukung sekali, sedari tadi salju terus datang dan menutupi jalan. Terpaksa Yeoreum tidak mandi pagi ini, karena udara sungguh sangat dingin. Bahkan penghangat ruangan pun tetap tidak bisa membantu tubuhnya.
Hari pertama kerja, membuat Yeoreum bingung. Apa mungkin ia akan memakai rok di cuaca seperti ini? Yang jelas ia harus memakainya karena mungkin itu pakaian formal seorang sekretaris. Tidak apa-apa, ia bisa memakai mantel tebal ketika diluar.
Setelah beberapa menit ia sudah mulai memakai pakaiannya, ia memakai kemeja berwarna putih dan memakai blazer berwarna krem serta rok dibawah lutut jadi tidak terlalu pendek, serta sepatu high heels setinggi 5cm. Itu memang bukan dirinya tapi, itu adalah hal baru untuknya dan itu akan sedikit menyenangkan.
"Kau sudah siap? Waw, uri Yeoreum sekarang sudah dewasa. Kau cocok sekali memakai pakaian seperti itu. Diluar sangat dingin Yeoreum-ah. Gunakanlah mantel yang tebal agar kau tetap hangat, mengerti!" ucap Jimin yang kebetulan lewat, setelah dari kamar mandi.
"Aku sudah tahu oppa." jawab Yeoreum, Jiminpun melanjutkan jalannya menuju kamarnya.
"Oh iya, kau duluan saja. Aku tidak bisa mengantarmu, jadi berhati-hatilah!" teriak Jimin dari dalam kamarnya.
Mendengarnya saja sudah membuatnya kesal, Yeoreumpun memilih untuk tidak menjawabnya.
"Oppa, aku pergi! "teriak Yeoreum menutup pintu, dan pergi untuk mencari taxi.
"Kau sudah menghabiskan sarapannya?!" teriak Jimin.
Hening...
"Ah--, pasti ia sudah pergi." lirihnya.
----
Vante book
Secangkir kopi sudah tercium diruangan ini, sekarang ia sedang mengatur rencana untuk masa depan tokonya.
Pagi-pagi sekali Taehyung sudah di sibukkan dengan berbagai kegiatan, terlebih akan adanya renovasi di tokonya. Maka dari itu ia sudah sibuk sedari tadi. Tidak boleh ada yang mengganggu pekerjaanya setelah itu selesai. Namjoon mengabari Taehyung bahwa ia meminta bantuannya untuk melakukan meeting di kantor barunya. Namjoon sendiri sudah banyak membantunya, dan mungkin saatnya ia membantunya juga. Mereka harus bisa mendukung satu sama lain, walaupun Namjoon mungkin akan banyak fokus di perusahaanya sendiri.
Diruangan sepi ini Taehyung bisa sangat fokus dalam memikirkan apapun, tapi pikiran itu selalu saja mengganggunya. Ada rasa penyesalan dan ada rasa kecewa dalam dirinya, Taehyung sangat tertekan disaat ia harus menghadapi kenyataan yang sangat pahit dalam hidupnya. Tidak ada yang lain selain Sana dan satu orang lagi yang membuat ia semakin menyesal. Sedikit gila dan tak masuk akal, ucapan yang ia lontarkan ternyata menjadi karma yang sangat pahit. Perhatiannya sudah teralihkan olehnya, ini sulit dipercaya.
Tak terasa pekerjaan Taehyung sudah selesai, sekarang saatnya bergegas menuju kantor Namjoon. Tak lupa iapun membawa beberapa perlengkapan untuk meeting dan laptop sudah berada ditangannya, tinggal menunggu jemputan.
----
R'M Universe
Yeoreum sudah berada di kantor Namjoon, ia tidak begitu asing dengan tempat ini karena kemarin baru saja ia kemari.
Yeoreum sudah berada di depan ruangan Namjoon, ia menunggu di luar sampai Namjoon menyuruhnya masuk.
Tak lama Namjoonpun keluar.
"Eoh Yeoreum-ah, aku pikir siapa. Kenapa kau tidak masuk? Aku kan sudah memberitahumu kemarin. Masuklah." Yeoreum hanya tersenyum kikuk, tidak tahu harus berkata apa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Expensive Conclusion
Cinta"Kau tahu, kau bukan tipeku. Aku sungguh sama sekali tidak tertarik padamu. Dan harus kau tahu sampai kapanpun aku akan tetap pada pendirianku." Kim Taehyung. "Aku tahu, bahwa aku memang bukan seorang gadis cantik, pintar, dan juga kaya. Tapi harus...
