_Semua orang dapat dan behak berubah terlepas dari seberapa buruk masa lalunya_
_Saliha
***
Bukan hanya malu, bahkan Teresha kesal karna saat ini mata semua siswa menyorot padanya. Sepanjang perjalanan, telinganya menangkap bisikan bisikan yang digumamkan banyak orang, entah itu pujian atau hinaan.
Teresha berjalan dengan wajah tertunduk dan berharap ia segera sampai di kelas, karna ia merasa tak nyaman. Ia memepercepat langkahnya sambil berusaha menahan kesal.
Tak jarang siswa yang menyindirnya atau mengeluarkan kata kata kotor yang menurutnya tak pantas untuk diucapkan. Ada rasa ingin marah, atau membalas perkataan mereka, memangnya orang yang masa lalunya nakal tak berhak berubah? Apa hidup mereka sudah paling benar?.
Teresha menghembuskan nafas, harus sesabar mungkin menahan amarahnya. Mungkin ini adalah ujian untuknya agar lebih tegar hatinya dan lebih sabar.
Dengan ragu, Teresha melangkah masuk kedalam kelas. Siapkah Teresha dengan perubahan yang ia lakukan? Siapkah Teresha menerima konseksuensinya?. Iman Teresha belum sekuat itu utntuk tetap diam menghadapi siapapun yang menghinanya. Ia pasti akan merasa menjadi orang paling hina dan merasa rendah jika sudah disangkut pautkan dengan kehidupannya.
Apalgi masa lalunya yang bisa dibilang sangat jauh dan berbanding terbalik dengan dirinya saat ini. Namun bukankah semua orang berhak berubah menjadi lebih baik?
"Ayolah Lif. Sekali aja. Ini juga buat majalah sekolah. Lo kenapa sih, padahal lo itu ganteng dan cocok buat dijadiin model majalah Lif. Gue seriusan. Ya mau ya?"
Alif menghembuskan nafas berat, ia menggaruk terkuk kepalanya karna bingung harus menjelaskan apa lagi pada Virna, anak jurnalis di sekolah yang terus terusan memintanya menjadi potret majalah sekolah untuk minggu ini. Alif hanya tak mau nanti fotonya dilihat semua orang dan jadi bahan perbincangan.
"Ayolah Lif.. Bantuin gue ya" Virna menangkupkan tangannya seraya memohon.
"Saya kan sudah bilang, saya tidak bisa" Jelas Alif
"Ck.. Ayolah Lif. Lo gak kasian sama gue?"
Alif berdiri dari duduknya "Maaf, tapi saya tidak bisa"
Hendak pergi dari sana, namun langkah Alif terhenti ketika seseorang masuk dari ambang pintu. Alif dibuat beku dan gugup seketika. Teresha bahkan terlihat lebih cantik dibanding sebelumnya. Jilbab yang terbalut menutup rambutnya sungguh sangat cantik dengan kulit wajahnya yang putih bersih. Definisi Bidadari Syurga.
Astaghfirullah..
Teresha menunduk, sama terkejutnya ketika Alif berada didepannya. Mengapa jadi malu?
"Assalamualaikum" Cicit Teresha
Semua orang yang ada didalam kelas menyorot padanya. Bahkan ada diantara mereka yang maju dari mejanya karna ingin melihat Teresha.
Jujur, Alif mengakui Teresha begitu cantik. Apalagi berjilbab seperti saat ini. Dia sungguh berbeda dan jauh lebih anggun. Bahkan ia terlihat sempurna. Astaghfirullah Alif kamu bicara apa.
Namun disamping itu, Alif turut bahagia, kini Teresha sudah benar benar berubah dari Teresha yang dulu pertama ia kenal. Dan bersyukur, Akhirnya Teresha dapat melaksanakan kewajibannya sebagai muslimah untuk menutup auratnya walau masih dalam tahap belajar.
Teresha menggigit bibir dalamnya. Mengangkat pandangan pada banyak orang didepan yang tengah melihatnya tak percaya. Jadi, segitu berbedanya Teresha hari ini?

KAMU SEDANG MEMBACA
Mata Syurga
Spiritual~Masa lalu tak pernah menuntut akan bagaimana sikapmu hari ini dan Masa depan tak akan menjamin kau yang sama di masa lalu~ Bagaimana mungkin Teresha yang jauh dari aturan agama mencoba taat kembali? (Slow update)