Move With The Brilliant

24 7 0
                                    

Taehyung menghembuskan nafas di atas sofa. Wajahnya pucat. Namun ia terus membaca buku novel tebal. Tak lama kemudian ia menyinggahkan buku di pangkuannya. Pria berponi itu melihat teleskop yang berdiri tegak di belakang balkon. Seketika terlihat bayangan gadis mungil yang berlari ke arah teleskop dan mengintip melalui lensa. Taehyung tersenyum kemudian pandangannya melompat pada kamar tidurnya yang terbuka. Bayangan kembali terlihat. Gadis cantik yang menjadi perawat semalam sedang menyuapi sup rumput laut untuknya. Keringat Taehyung mengalir turun. Ia mulai menghentikan penglihatannya. Kelopak matanya mulai menggelapkan dunia sembari tubuhnya turun hingga merebah.

.

Dahi pria itu tampak mengerut. Ia merasakan sakit pada dada kiri. Taehyung melihat dunia dari balik kelopak matanya. Bulan purnama begitu besar terlihat. Semua orang menggunakan baju hanbook dan saling melempar senyuman. Mereka bahagia di atas lapangan berumput dan banyak aktivitas dagang di sana. Burung-burung terbang dari pohon persik yang mulai berguguran karena gerakan mereka. Seakan melintas di tengah bulan, burung-burung itu mengubah alam menjadi merah. Bulan menjadi merah. Taehyung melihat Raein tersenyum di tengah keramaian, sangat cantik menggunakan hanbook dengan rambut tergerai. Raein yang tampak tersenyum melihat Taehyung kemudian menarik senyumnya setelah menerima uluran tangan seorang nenek memakai hanbook dan pergi menjauh dari Taehyung. Pria seperti putera kerajaan malam itu hanya mencoba berlari ke arah Raein namun angin mengangkat tubuhnya terbang menjauh. Taehyung terus melihat Raein menengok ke arahnya dengan wajah dingin.

.

Taehyung terbangun. Dadanya mulai sakit; keringatnya bercucuran; dan bibirnya memutih. Tampak seperti telah berlari jauh, rambutnya basah pada bagian dalam.

***

Raein mengeluh malam itu. Ia merasa sangat penat dalam belajar. Kali ini ia melihat jam dinding yang tengah menunjuk pukul 10 lebih. "Huft! Apa dia akan pulang saat aku tertidur lagi?" Raein memainkan pensilnya.

"Kenapa Taehyung tidak kemari? Aku tidak pernah melihatnya. Haruskah aku ke apartemennya? Tapi Jin-Oppa melarangku untuk pergi ke kawasan itu. Bagaimana ini?" Raein kembali membaca soal dan menjawabnya. "Oh! Seperti apa keadaan kota Seoul malam ini? Aku hanya melewati rute-rute itu-itu saja. Aku juga punya sedikit uang untuk jajan."

.

Raein memakai rok putih dengan jamper pink saat menyusuri keramaian kota Seoul. Ia juga memakai sepatu run putih dan topi hitam. Tangannya terus masuk ke dalam kantong jamper. Ia melihat toko-toko yang berbeda dan tak pernah pergi sejauh ini sebelumnya.

Malam itu kota Seoul sangat ramai. Tak sengaja langkahnya berhenti melihat suatu tempat dimana orang berpakaian kebarat-baratan berlalu lalang masuk. Di depannya juga ada bodyguard berbaju rapi lengkap dengan kacamata hitam. Raein melihat jam tangannya. Pukul 11 malam lewat 5 menit. Ia terkejut karena tak terasa ia berjalan sangat jauh. Hal yang mengejutkan lagi, Raein melihat Jin sempoyongan keluar dari tempat itu di dampingi dua wanita berbaju seksi. Sampai tepat di depan tempat itu, seorang pria lain yang tak lain adalah Lee Myun Bin membantu Jin masuk ke dalam mobil. Pria kharismatik itu tampak baik-baik saja. Mobil itu berlalu setelah Lee Myun Bin memegang kendali.

.

Raein turun dari bus dan langsung berlari. Ia menangis menyusuri taman yang sepi. Langkahnya terhenti tiba-tiba setelah melihat pria berjalan ke arahnya dengan sempoyongan di tengan jalan taman di bawah remang lampu. Raein mematung dan memfokuskan matanya pada pria yang kepalanya terbungkus jamper hitam. Pria itu semakin mendekat dan semakin kesakitan. Raein menatap lekat wajah pucat yang berkeringat itu.

Deg!!!

Pria itu langsung memeluk Raein. Pelukan hangat seperti dulu hingga pria dengan tinggi 178cm itu memejamkan matanya. Hal itu membuat keadaannya semakin membaik.

Let 'Her' GO [COMPLETE✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang