Examination? Continue Analysis

35 7 0
                                    

"Raein-ah, ku mohon. Tetaplah di sini. Aku membutuhkanmu karena... Aku mencintaimu."

Raein mematung menatap mata Jin yang fokus. Raein tidak menemukan ketulusan namun ia merasakan kata-kata yang serius. Gadis bersepatu dan sedang menggendong tas itu langsung bergegas untuk keluar rumah. Lagi-lagi Jin menghentikan langkahnya. Seketika pandangan pria itu terkejut di dalam saat melihat sebuah koper telah berada di belakang Raein. Jin tetap tenang menanggapinya.

Telpon itu menggetarkan saku celana Jin. Hal yang memecahkan suasana. "Hyung! Apa kopernya sudah sampai? Itu milik Raein. Aku harap kau dapat mencegahnya pulang. Aku memercayaimu. Jaga dia." Ucap Taehyung yang langsung mengakhiri panggilan.

"Baiklah! Aku akan pulang untuk mengambil barang-barangku."

"Kau sudah membawanya sejak tadi." Ucap Jin memberikan isyarat lewat matanya. Raein sangat terkejut karena ia merasa tidak membawa koper. "Jangan terlalu banyak makan ice cream, kau bisa lupa hal-hal kecil." Tukas Jin berlalu setelah mengacak-acak rambut Raein.

***

Raein menutup tasnya lalu menggendongnya seperti biasa. Ia berpamitan dengan Jin. Namun Raein terkejut setelah Jin mengulurkan bekal untuk Raein. "Bekal untuk peserta ujian. Fighting!" Senyuman itu terlempar sangat manis di pagi hari. Raein mencoba biasa sambil berterimakasih kepada Jin lalu beranjak pergi.

*-*

Ujian di mulai. Tampak semua siswa mengerjakan dengan serius. Seperti ujian akhir biasanya. Tempat duduk diacak dan posisi tempat duduk di renggangkan. H squad terlihat satu ruangan dengan Raein. Mereka kembali melakukan aksinya. Dengan mendendap-endap Jihe melempar bola-bola kecil peluru airsoft gun kepada Raein. Peluru itu mengenai kepala Raein hingga Raein terkecoh. Jihe langsung menyadari Raein menatapnya, gadis gendut itu langsung melebarkan telapak tangannya. Memberi isyarat kepada Raein untuk memberi jawaban nomer 5.

Bagaimana ini? Aku sudah belajar mati-matian. Jika aku memberikan jawaban ini, apakah aku mengecewakan Jin-oppa? Gumam batin Raein.

Ia pun bergegas untuk menjawab Jihe dengan bentuk mulut. Namun saat Raein menatap Jihe, peluru lain datang mengenai pelipis Raein. Kali ini dari Hyo Ah. Hal itu membuat Raein tidak jadi memberikan jawaban dan langsung menengok arah Hyo Ah. Gadis berkucir dua itu menggerakkan tangan kanannya membentuk angka 20. Mata Raein langsung melompat pada lembar jawab tepat pada nomor 20. Belum sampai menengok pada Hyo Ah, peluru lain datang dari sudut kanan belakang. Jung Hyeon. Kali ini gadis cantik ketua H squad itu memberi isyarat menggunakan bibirnya. Namun Raein tidak dapat membaca dengan jelas. Hingga harus berbisik "ha?!" Sampai pengawas berdaham.

Suasana kembali seperti biasa. Hari itu berjalan mulus untuk Raein. Namun bagi H squad seperti berjalan di atas kerikil. Raein tampak berjalan pulang melewati taman. Matanya melihat-lihat orang lalu lalang dan tanaman di taman itu. Setelah melewati sebuah pohon, Raein melihat jalan T. Pandangannya terbuka pada belokan ke kanan. Ia melihat sebuah bangku taman dan seseorang duduk tertunduk sambil memakai headphone. Raein menyadari dia adalah Taehyung. Gadis yang masih mengucir rambutnya dengan sapu tangan itu menghampiri Taehyung.

"Hei!"

Kejut Raein yang gagal. Taehyung terdiam dan tertunduk sambil memejamkan matanya. Raein menempelkan telinganya ke headphone Taehyung. Ia tidak mendengarkan suara berisik dari alat itu. Kemudian Raein melepas headphone itu. Tak ada reaksi sama sekali waktu itu. Raein mencoba melihat Taehyung sambil menunjuk pipi pria itu. Raein kembali terkejut setelah melihat keringat Taehyung menetes.

"Taehyung-ah! Kau baik-baik saja? Bicaralah padaku. Jika kau pingsan di sini bagaimana aku bisa membawamu? Apartmentmu masih sangat jauh. Bagaimana ini?"

Let 'Her' GO [COMPLETE✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang