The Beginning

37 9 0
                                    

-Taehyung-

Aku merasakan angin bulan akan turun dengan cepat. Jari-jariku mulai membeku. Aku tidak dapat merasakannya setelah Raein meninggalkanku. Sekarang aku berdiri di kejauhan. Melihat mereka bercakap-cakap, juga melihat air mata Raein mengalir. Apa yang akan aku lakukan sekarang. Aku hanya bisa merasakan gelang pemberian hyung itu bergeser. Aku merasakannya.

--

"Raein-ah! Lupakan kata-kata waktu itu." Sahut Jin sembari air mata Raein menetes. "Waktu itu aku hanya terpaksa. Taehyung menelponku untuk menyelamatkanmu dari nenek yang ingin membunuhmu. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan. Semua perlindunganku, semua kepedulianku, dan semua perhatianku itu karena Taehyung. Jadi, lupakan bahwa aku mencintaimu. Karena aku sudah menjadi milik orang lain sekarang. Kau... Orang yang mencintaimu sebenarnya adalah Taehyung."

"Aku mencintaimu!" Sahut Raein yang membungkam Jin.

"Aku..." Ucap Jin terputus. Sungguh mencintaimu.

"...tidak pernah mencintaimu walaupun hanya sedetik. Walaupun kita pernah menghabiskan waktu bersama. Jadi kuburlah perasaan itu. Dengarlah! Malam ini Taehyung akan membawamu ke Bulan. Jadi tolong jangan membawa ingatanmu tentangku di sana. Aku sudah jauh-jauh hari membuang semua ingatan itu." Aku tidak akan pernah melakukannya. "Mengerti! Kau seorang putri bulan dan sekarang kau harus menyatu dengan putra bulan yang telah menunggumu selama 1000 tahun. "

"Hentikan!" Ucap Raein yang langsung memegang tangan Jin dan dengan cepat Soonah datang untuk melepas tangan Raein. "Kau, terpaksa melakukan semua ini. Oppa! Katakan padanya bahwa sebenarnya kau tidak menyukainya walau hanya sedetik. Aku melihat semua itu. Cepat katakan!"

"Apa maksudmu?! Kau tidak mengerti arti cincin melingkar? Itu hubungan yang serius. Terima saja kenyataan pada dirimu!" Ucap Soonah yang langsung merebut tangan Jin dan pergi.

Raein terus menangis hingga terduduk. Angin datang menyapu air mata Raein. Pohon persik itu meruntuhkan bunganya karena angin. Bunga-bunga berwarna pink itu terbang melayang. Taehyung mendekati Raein. Poninya tampak terbang karena angin hingga membuka tanda bulan di dahinya. Tanda itu menyala karena Taehyung berjalan menghadap bulan. Angin itu mengganti pakaian Taehyung menjadi hanbook bak raja pada zaman dahulu. Hanbook raja yang berwarna biru donker dengan gambar flora silver di tengahnya. Tampak gelang pemberian Jin itu menyala pada permatanya membuat jari-jari Taehyung dapat digerakan.

Putra bulan itu tampak menganyukan tangannya ke putri bulan untuk mengusap air mata setelah berlutut.

***

Setelah lama menarik tangan Jin dan menjauh, Soonah melepas genggamannya dan berhenti. Jin hanya terdiam. Setelah menghadap Jin, Soonah melepas cincinnya dan memberikan kepada Jin. "Raein wanita, aku juga wanita. Aku tahu semua ini palsu. Kenapa kau membohongi cinta yang tulus?"

"Apa yang kau katakan? Pakailah ini!" Ucap Jin yang mulai menarik tangan Soonah. Namun wanita itu menolaknya.

"Aku memang mencitaimu. Tapi untuk apa aku hidup bertahun-tahun sampai mati jika kau tidak mencintaiku? Lebih baik kau kejar Raein dan meminta maaf. Tuan, aku sangat merasakan cintanya yang tulus. Dan katakan padaku bahwa semua ini terpaksa." Jin terdiam. "Aku terpaksa menerima semua ini jika kau juga terpaksa melakukannya. Aku dapat melihatnya dari matamu."

"Cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu dan sekarang aku belajar mencintaimu, noona."

"Maafkan aku tuan. Aku tidak dapat menerima ini."

Tak lama kemudian, orang-orang mulai resah karena alam mulai berubah. Bulan menjadi merah hingga suasana merah. Salah satu dari mereka berteriak. "Selamatkan diri kalian! Bencana akan datang!" Saat itu juga orang-orang mulai berlarian dan berteriak.

Let 'Her' GO [COMPLETE✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang