akhir yang bahagia

290 5 0
                                        

Di dalam patah dan lara muncul sebuah kekecewaan yang gelap dan tak terkendali, manusia hanya punya dua pilihan: menolak atau menerima kenyataan. Tapi bagiku meskipun pahit dan menyesakkan, menerima adalah pilihan paling baik. Sebab dalam penerimaan itu kita belajar memgumpulkan segenap kekuatan untuk percaya bahwa takdir telah menjalankan tugasnya dengan baik. Selama kau dan aku percaya bahwa ada kebaikan di setiap kejadian, semua akan membuat kita bergerak maju, sekalipun rasanya menyakitkan.

Aku percaya terlepas dari sekian banyak peristiwa yang dialami, Allah masih menyayangiku melebihi apapun yang kuperkirakan. Inilah salah satu alasan kenapa aku selalu berharap sekali lagi, dan sekali lagi, ketika semua duka menghampiri. Sebab, aku tak melihat ada jalan lain yang lebih baik dari 'berharap sekali lagi' pada sesuatu dan kisah yang sebenarnya sama. Dalam hidup, ketidakpastian adalah sesuatu yang pasti ada, lagi-lagi itu mematahkan kita, ketidakpastian terhadap apapun entah itu kehidupan keluargamu, kehidupan pertemananmu, ataupun kehidupan cintamu.  Semuanya pasti pernah mematahkan hatimu, tak perduli seberapa hebat kau menjaga hatimu itu. Sekali, dua kali, atau berkali-kali. Entah urusan keluargamu, sekolahmu, atau tentang perasaanmu. Dan, ketika kau mengatakan, "aku patah hati!" Pasti bukan liver yang kau maksudkan, melainkan satu titik tersembunyi dan ruang paling rahasia dalam dirimu, yakni sebuah hati yang tak tampak, tetapi seolah-olah merupakan tempat segala rasa dan asa bersemayam, dan menjadi sedemikian nyata di dalam perasaanmu tentang hidup; dirimu, benda-benda, manusia lain, dan peristiwa-peristiwa, bahkan yang telah lama lewat: kenangan.

Tapi kita, kau dan aku selepas masa kelam itu, selepas bangkit ada kekuatan muncul dalam dirimu,dan memang kau akan sekuat itu, semua akan menjadi akhir yang bahagia. Seperti senja, jingganya mampu meneduhkan mata yang memandangnnya, jadilah akhir yang bahagia itu, jadilah dirimu sendiri, jadilah dirimu versi lebih baik "Adakah padi bisa memilih tumbuh menjadi pohon belimbing?" Tidak bukan, padi tetap akan tumbuh menjadi padi, tapi kembali lagi, apakah kualitas padi itu mampu bersaing dikemudian hari? Ya itu tergantung kita, telaten kah kita merawatnya? Dan ya terima kasih untuk hari ini, manusia penginspirasi yang kembali membuatku sadar akan arti kehidupan sebenarnya. Sampai ketemu lain hari.

 

MONOCHROME [LENGKAP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang