#4

710 33 2
                                        

Maaf banget ya menganggu:/,

Sebelumnya assalamualaikum...
Aku masih terbilang cukup awam di wattpad.

Karyaku juga bisa dibilang masih sangat kurang.

Untuk itu aku mohon dukungannya biar bisa jadi penulis yang baik seperti kalian^^

Okey mungkin itu nggak terlalu penting ^∆^

Sekarang lanjut bacanya ya...

*******

Pagi harinya gue bangun lumayan fresh lah, semalem gue ngrenungin segala hal. Mulai dari gue brojol ke dunia ini (tapi bo'ong), intinya gue semalem merenung lah.

Pagi ini gue bangun tanpa digoncang ataupun di brisikin sama Nanda. Gue bangun dengan sendirinya (weh ntah mimpi apa lu). Dan pagi-pagi betul gue udah siap berangkat sekolah.

Kegiatan gue berhasil membuat orang serumah bingung sebingungnya,

Gue yakin kalau mereka pasti banyak pertanyaan, gue sendiri juga nggak tahu. Tapi ada dorongan yang kuat buat ngelakuinnya.

Nanda duduk disebelah gue, dan memulai aksinya,

"Eh lu kambuh apa dek?"

"Tumben banget jam segini udah siap,"

"Mau piket apa ngerjain PR?"

"Kesambet apa lu semalem?"

"Apa karena wejangan dari Abang ganteng lu?"

Meski berbisik, gue bisa denger jelas semua pertanyaanya. Dan yang terakhir sangat jelas dan menyebalkan.

"Tanyanya satu-satu abang"

Entah kenapa gue males nanggepin semua orang, gue bakal jadi anak pendiam lagi.

"Jawab pertanyaan gue, Manda."
Abang gue mulai emosi.

"Tau ah, ayo berangkat ntar telat"

Dan ya gue bakal jadi Isty princess ice.
-
-
-
-
-
-
-

Disekolah

Gue sama sekali belum punya temen, bagi gue muka mereka masih ada tanda Xnya. Dan ya, satu persatu Xnya mulai terbuka.

Disaat gue lagi nggak kepengin buat masalah, gue cuma bisa duduk dan buka buku. Yah nggak jauh dari anak-anak lainnya. Ada satu anak yang nyamperin gue,

"Assalamualaikum, boleh duduk disebelah kamu?" Tanyanya lembut.

Ternyata seorang gadis cantik berhijab yang sangat kalem dan siapapun yang liat dia bakalan adem.

"Wa'alaikumsalam, ya silahkan saja,"

Gue sedikit kaku, soalnya dia pake bahasanya formal. Nggak kaya gue yang asal jeplak.

Setelah dia duduk, hanya keheningan yang terjadi. Sampai akhirnya dia buka suara,

"Kamu siswi baru ya disekolah ini?" Tanyanya memecahkan keheningan.

Kenapa nggak gue duluan, gue sendiri bingung kalau mau cari topik pembicaraan. Dan pertanyaan itu gue jawab dengan sebuah anggukan.

"Ohhh, pantesan. Aku baru lihat kamu."

Gue pikir dia akan merasa risih dengan gue yang saat itu cukup pendiam. Tapi ternyata dia tidak merasa tersinggung dengan jawaban gue dan tetap menunjukkan senyum yang begitu manis.

"Kamu dikelas apa?" Tanyanya lagi.

"IXA"  jawab gue singkat namun gue usahain buat senyum.

"Wah, ternyata kita satu kelas" katanya terlihat sangat senang.

Hijrah With YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang