#14

353 17 0
                                        

"Lo marah sama gue?" tanya abang gue yang super nyebelin.

"Menurut Lo?"

"Enggak"

"Abang! Gue marah nih."

"Tapi gue enggak"

Dengan tanpa dosanya, dia nggak mengakui kesalahannya dia minta maaf.

Dulu aja dinginnya minta ampun, sekarang malah nyebelinya minta ampun.

Gue berharap, abang gue jadi macam dulu lagi. Nggak resek macam ini. Eh jangan lah, nanti gue juga bakalan jadi dulu lagi.

"Maaf kek, apa kek, santai banget."

"Ngapain minta maaf, gue nggak salah."

"Hih"
-
-
-
-
-
-
Hari ini gue ada acara sama Airin, Nanda, May, Radit, dan Abi. Gue rasa yang nggak asik tuh Abi, ngapain juga sih abang ngajak dia segala? Nggak penting banget. Ada pasar malam di deket rumah, jadi berhubung kita semua nggak ada tugas sekali-kali boleh dong jalan-jalan.

Gue cuma bisa jadi penonton saat mereka semua asik naik wahana, dari komidi putar sampai apa itu namanya gue nggak peduli. Alasannya simple, gue suka pusing.

Setelah mereka asik bermain, kita semua pergi buat jalan-jalan ke pasarnya.

Berhubung ini adalah awal bulan, jadi dompet masing-masing lumayan lah bisa buat beli cilok berapa tusuk.

Mata gue tertarik sama boneka beruang berwarna coklat yang menurut gue itu lucu banget.

Setomboi-tomboinya gue masih suka sama hal yang berbau cewek kok, gue cuma nggak suka aja yang berlebihan. Bagi gue yang sederhana itu manis banget. Ada yang lain dari sebuah kesederhanaan.

Sayangnya, kalau mau boneka itu harus bisa menangin satu permainan dulu. Dan permainannya itu lumayan susah
.

Gue bener-bener mau boneka itu, tapi sayangnya berulangkali gue main, berulangkali juga kalah. Sampai akhirnya Airin dan May ngajak gue cari barang yang lain.

"Ayo Nda, nanti kita kesini lagi deh" kata Airin.

"Iya, lagian nggak bakalan pergi tuh bonekanya. Permainannya aja buat orang kalah mulu." Sahut Si May.

Gue ngeliatin boneka itu, dan berpikir lagi. Iya juga sih, boneka itu nggak bakal pergi.

"Lo, jangan pergi-pergi. Nanti gue kesini lagi dan bakal bawa lo pulang." Kata gue kaya orang dibawah waras, ngomong sama itu boneka.

Setelah itu kita bertiga pergi. Berpisah sama gerombolan anak laki-laki yang udah asik banget sama permainan mereka.

Gue sama Airin nggak terlalu suka sama permainan di pasar malam, tapi Mak gue yang satu ini paling suka sama permainan-permainan di sini. Jadi mau nggak mau kita semua main bareng.

Alhamdulillah, gue seneng. Dulu emang dua udah cukup bagi gue, tapi sekarang tiga lebih sempurna. Mereka adalah orang-orang spesial gue yang selalu ada di samping gue.

Sejak kejadian waktu itu, gue, Airin, dan May lebih sering bareng. Gue nggak mau kehilangan salah satu diantara mereka. Dan akhirnya kita bertiga bisa jadi sahabat yang luar biasa.

Cup...cup....sebelum gue baper, mending lanjut aja ya.

Cukup melelahkan, akhirnya kita bertiga beli ice cream. Duduk menunggu yang cowok selesai main.

Setelah lumayan lama, barulah mereka keluar dengan beberapa hadiah yang mereka dapat. Kebanyakan sih boneka, dan kita semua membaginya sama rata.

"Udah semua kan? Ayo pulang!" Kata Nanda mengajak semuanya.

Hijrah With YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang