3 hari kemudian
.
.
.
Sudah tiga hari ini kyungsoo semakin menjadi terlihat murung, ditambah tiga hari itu juga jongin sudah tak masuk kantor. Kyungsoo semakin khawatir dengan kondisi jongin sekarang, karena yang ia tahu saat terakhir ia bertemu dengan jongin saat dirumah sakit yang lalu.
Pikir kyungsoo mungkin jongin sedang beristirahat dahulu untuk pemulihannya, tapi yang ia khawatirkan adalah ia sama sekali tak dapat kabar mengenai jongin. Kyungsoo sudah berusaha menelpon, memberi pesan dan bahkan ia memberanikan diri menanyakan pada manager ong tapi manager ong selalu menjawab "tak perlu khawatir, ia akan baik baik saja".
Mungkin orang fikir itu sangat mudah dilakukan.. ya, tak usah peduli dan tak usah memikirkan.. tapi tidak dengan kyungsoo, ia begitu sangat khawatir.
Kini jam istirahat, kyungsoo duduk di ujung bangunan dengan menatap ke pemandangan yang ada dihadapannya
.
.
.
Kris begitu resah ketika di lift, ia sudah tak sabar ingin segera sampai di rooftop. Ia begitu resah setelah dari ruangan kyungsoo untuk mengajak sang yeoja makan siang, tapi ketika ia membuka ruangan bernomor 12, orang yang biasa ada dan menunggunya, ternyata sudah tak ada diruangannya. Kris merasa cemas karena ia tahu kondisi kyungsoo sedang tak baik, ia takut kyungsoo melakukan hal yang tidak tidak. Bukan maksud ia berfikir buruk.. tapi orang yang kondisinya tak baik bukan kah memang sering melakukan hal hal yang membahayakan dirinya sendiri.
Kris segera berlari ketika pintu lift sudah terbuka. Dan langkah segera terhenti dan ia mampu bernafas lega ketika melihat punggung kecil yang sedang duduk di tepi bangunan, kris pun melangkahkan kaki nya hati hati takut membuat kyungsoo kaget
"Maaf aku mendahului kesini" ujar kyungsoo tanpa membuka mantanya ataupun menoleh
"Aku hanya khawatir ketika tak melihatmu diruangan" jawab kris sembari mendudukan diri disamping kyungsoo. Akhirnya kyungsoo membuka matanya dan menatap ke arah kris
"mianhe.." lirih kyungsoo yang masih bisa didengar oleh kris
"Tak apa, aku sudah tau kau disini..tapi lain kali tolong beritahu aku kalau mau dul-"
"untuk semuanya.." potong kyungsoo dengan tatapan penuh makna. Tapi kris tau dari tatapan itu
"tak usah khawatir..ayo kita makan" ajak kris dengan membuka dua kotak makan.
Ini sudah menjadi hal yang biasa mereka lakukan, makan bersama di rooftop. Bagi mereka tempat itu lebih baik daripada restoran bintang 7
"tak ingin menemui?" tanya kris tiba tiba disela sela makannya
"Ingin" jawab singkat kyungsoo seperti biasa
"Kalo begitu ayo" kris menutup kotak makan miliknya, ia benar benar tak nafsu makan ketika melihat kyungsoo semakin murung seperti sekarang ini
"aku tak yakin" jawab kyungsoo sembari memasukan makanan ke mulutnya
"kenapa?"
"tak apa. Bukankah oppa selalu bilang untuk tak khawatir? Aku sedang berusaha" kyungsoo mengunyah makannya dengan sangat pelan
"Baiklah.. tak usah khawatir, arra?" kris tersenyum begitu manis ke arah kyungso
"arraseo oppa..gomawo" kyungsoo melanjutkan kembali acara makannya..sedangkan kris hanya menatap ke arah depan dengan mengayun ayunkan kakinya
Setelah makan siang kyungsoo habis, mereka pun memutuskan untuk kembali dengan berjalan menuju lift.. kyungsoo kini sedikit merasa tenang setelah sejak tadi kris terus membuat lelucon sehingga ia sedikit bisa melupakan semua masalahnya. Bahkan kini ketika mereka sedang di lift menuju lantai ruangan kyugsoo, kris tak henti hentiya membuat kyungsoo tersenyum bahkan tertawa
KAMU SEDANG MEMBACA
You are a flower for me (END)
FanfictionKamu adalah bunga untukku ~Tolong jangan pernah layu.. tapi tetaplah bermekaran indah setiap harinya~ Jongin ~Jika aku memang bunga untukmu, kenapa kau tak menyiram dan menjaga bunganya dengan baik, kau malah melupakannya sehingga ia menjadi layu da...
