Hening terjadi begitu lama sampai mobil berhenti di lampu lalu lintas yang menunjukkan warna merah, Bian baru menyalakan radio. Radio berputar di segmen favorit Nara. Segmen request lagu.
(np : Tulus - Diorama)
Harusnya cerita ini bisa berakhir lebih bahagia
Tapi kita dalam diorama
Harusnya sisa masa ku buat indah menukar sejarah
Tapi kita dalam diorama
Diorama, diorama
Sakit hatimu karena aku
Sakit membekas dalam, jadi bagian sejarah
Tak ada kesempatan untuk berkilah
Untuk selamanya masa itu menguasaimu
(end)
Nara mengutuk siapapun orang yang sudah me-request lagu tersebut. Nara juga mengutuk siapapun penyiar yang sudah memutar lagi tersebut.
Tepatnya Nara mengutuk Bian yang sudah memutar radio dan berakhir dengan putaran lagu tersebut.
Atau ini takdir, eh?
Nara tahu tujuan Bian menyalakan radio agar suasana diantara mereke berdua mencair. Tapi bukannya mencair, suasana malah semakin membeku.
Nara menghembuskan napas pelan. Memilih untuk mengamati pemandangan di luar kaca mobil. Tampak sepasang anak kecil bergandengan tangan.
Anak kecil tersebut berjalan dengan santainya. Tampak tidak memiliki beban sama sekali. Kadang Nara iri dengan mereka.
Nara ingin jadi seperti mereka lagi. Tanpa topeng. Tanpa harus ada yang ditutupi. Tanpa masalah berarti. Tanpa harus saling membenci. Tanpa mengenal sakit hati.
Lamunan Nara buyar karena lampu lalu lintas sudah menunjukkan warna hijau. Dari sudut matanya, Nara mengamati Bian yang sudah bisa menguasai diri setelah sebelumnya salah tingkah karena lagu tadi.
Padahal tidak ada yang salah dari lagu tersebut maupun penciptanya. Yang salah hanyalah orang yang memiliki kenangan dengan lagu tersebut.
Nara ingat benar kalau lagu itu sering ia putar awal-awal ia dan Bian memutuskan berpisah dulu.
Bisa dibilang jaman ketika Nara sedang galau-galaunya.
Bukan tanpa alasan lagu itu sering Nara putar. Dari liriknya saja sudah menjawab kan.
Harusnya cerita ini bisa berakhir lebih bahagia. Harusnya sisa masa ku buat indah menukar sejarah.
Bian berdehem sejenak, "Ehm, kamu sudah sarapan?"
"Sudah, Pak." jawab Nara singkat.
"Kamu keberatan tidak menemani saya sarapan sebentar? Saya belum sarapan." jelasnya pada Nara.
Tiga tahun lebih bersama Bian dulu, Nara paham bahwa Bian adalah tipe orang yang tidak bisa meninggalkan sarapan.
"Atau saya drive thrue saja. Soalnya kalau sarapan dulu takut gak keburu." putusnya.
Nara tahu jam operasional apartment memang sampai sore namun dia juga tahu kalau mereka harus melihat lebih dari satu type apartment mengingat biasanya selera Bian sulit ditebak.
Bian membelokkan mobilnya ke akiri tepatnya memasuki areal McD drive thrue. Bian membeli 1 BigMac, 1 reguler french fries, dan 2 McFlurry Oreo.
KAMU SEDANG MEMBACA
(Un) finished Business - END
Romance"Saya tidak tahu tujuan Bapak hadir kembali di hidup saya. Bersikap seolah kita tidak saling mengenal sebelum ini. Asal Bapak tahu, saya justru berharap kita tidak pernah saling mengenal. Saya permisi." "Silahkan. Asal setelah ini tatapan kamu tidak...
