Who Do You Choose?

1.6K 332 41
                                        

"Junchan, cubit aku." Ucap Jaejoong.

Ckiit!!

"Yak!!"

"Wae? Kau kan yang menyuruhku." Timpal Junsu tanpa rasa bersalah.

Bibir Jaejoong mengerucut lalu tersenyum lagi.

Junsu melirik sekilas ke arah Jaejoong. "Joongie, itu hanya kertas kenapa harus kau pandangi sampai seperti itu?"

"Yahoooooo!!!" Serunya tiba-tiba.

Junsu memalingkan wajahnya dari Jaejoong, dalam hati ia berkata, aku tidak mengenalnya. Aku tidak mengenalnya.

"Junchan, hari ini aku ada urusan. Kau pulang sendiri ya? Bye."

Tanpa menunggu jawaban Jaejoong mengambil tas punggungnya dan melesat keluar dari kelas.

"Sepertinya hubungan Jaejoong dan Jung Ssaengnim akan ada kemajuan." Ia menghela nafas. "Lalu bagaimana denganku?"

PUK

"Tumben Jaejoong meninggalkanmu?" Tanya teman sekelas Junsu dan Jaejoong.

"Aku dan dia memang bersahabat tapi bukan berati kami kembar siam yang harus terus bersama."

"Ya ya ya. Mian. Anak-anak berencana pergi karaoke setelah ini. Mau ikut?"

"Karaoke?"

Ia mengangguk. "Huum. Bersama siswi dari sekolah putri D."

"Oke. Call."

○○○

"Yunho-ah." Panggil Sunny.

"Apa lagi?" Tanya namja tinggi itu dengan ketusnya.

"Mianhae."

"Kau tahu aku bukan orang yang dengan mudah memaafkan tapi aku bisa mengganggap hal itu tidak pernah terjadi."

"Tapi Yun, lihatlah dari segi positif dan niat baikku unt..."

"Sunny!!"

Tangan Yunho terkepal, rasa marah yang ia rasakan hampir membuatnya lepas kontrol

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Tangan Yunho terkepal, rasa marah yang ia rasakan hampir membuatnya lepas kontrol.

"Aku sangat berterima kasih atas niat baikmu. Tapi sebagai rekan kerja dan temanku, seharusnya kau tahu batasanmu untuk tidak mencampuri urusanku terlalu dalam." Katanya menahan geram.

Sunny menundukkan wajah.

"Biar aku jelaskan. Pertama, kau mengarang cerita tentang aku yang menyukai temanmu padahal tidak. Oke, aku maklum. Kupikir itu sudah cukup menjelaskan kalau aku tidak menaruh sedikit pun rasa tertarik pada temanmu. Tapi..." Yunho menganggat kedua tangannya, "sekarang kau justru bilang padanya kalau aku berharap bisa bertemu lagi dengannya dan tanpa sepengetahuanku kau menetapkan waktunya. Kau pikir aku akan memaklumi perbuatanmu ini?"

Sweet Trouble MakerWhere stories live. Discover now