CONFESSION

1.7K 317 130
                                        

Yunho menoleh ke belakang, sebelah tangannya bersandar pada kursi penumpang di samping kursi kemudi yang ia duduki, memutar kemudi hingga mobil yang dikendarainya bergerak mundur dengan sudut miring lalu memutar kemudi ke arah berlawanan hingga menjadi lurus kembali. Bergerak mundur perlahan dan berhenti sempurna di jalur parkir yang benar.

Sebelum ia keluar dari mobil yang telah berhenti, ia mengambil dompet dan ponsel dari tas kerja, memasukkan ke kantong dan meninggalkan tasnya di kursi belakang. Ia kemudian merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dengan jari sambil melongok ke spion atas dan keluar dari mobil, tak lupa ia menyalakan kunci alaramnya setelah berada di luar.

Kakinya melangkah panjang-panjang, tak sabar, memasuki pusat berbelanjaan dan mengedarkan pandangannya di lantai dasar mall.

"Di mana dia?" Gumamnya pada diri sendiri.

Tangannya meraba isi kantungnya, mengeluarkan ponsel kemudian menekan tombol dial ke nomor yang terakhir menelfonnya.

Tuuut....

Sambil menunggu panggilannya tersambung ia berjalan makin dalam ke mall, masih mencari-cari seseorang.

"Oppa~~~." Seru adik Yunho, Jessica dari yang akan di tuju Yunho.

Yunho mematikan ponsel, mengembalikannya ke saku. Ia balas melambai pada Jessica yang berlari kecil ke arahnya.

"Lama sekali." Keluh Jessica sambil merengut.

"Mian. Kerjaanku agak banyak tadi. Jadi?"

"Kajja. Aku sudah melihatnya tadi dan kurasa hasilnya bagus."

Jessica mengapit lengan Yunho, bergelayut manja. Di pandangan orang lain saat ini, mereka pastilah terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan. Karna wajah mereka memang minim kemiripan. Yunho lebih banyak mengambil gen dari ayahnya, sementara Jessika mewarisi fisik ibunya.

"Oh ya boleh aku bertanya?"

Yunho menengok ke samping. "Mwonde?"

"Siapa orang itu?" Tanya Jessica menatap mata Yunho tajam, menyelidik.

"Ah, nugu?"

Bibir Jessica terangkat bagian atasanya saja,  sebal pada Yunho yang bertingkah sok polos.

"Cih. Menyebalkan. Tidak mau beritahu." Dengusnya.

Yunho tersenyum kecil, menggusak rambut panjang Jessica sampai berantakan.

"Aa, hajima. Kau tidak tahu eoh aku menghabiskan banyak uang untuk merawat rambutku. Enak saja asal diacak-acak." Gerutunya sambil menyisirkan jari ke rambut agar rapi lagi.

"Lebih baik menabung daripada ke salon. Kasian suamimu yang bekerja."

"Enak saja. Aku perlu tampil cantik untuk suamiku juga. Memangnya kalau aku jelek dan ditinggalkan oleh suamiku mau tanggung jawab mencarikan suami lagi?" Tantang Jessica.

Mulut Yunho terbuka. "Kau sudah ada niat untuk menikah lagi?"

"Aish."

Jessica menghentakkan kaki pertada awal kemarahannya.

"Sudah. Sudah. Oh ya ngomong-ngomong kau gemukan ya?" Tanya Yunho memperhatikan penampilan Kessica yang sedikit berbeda.

Biasanya sang adik akan nyaman menggunakan celana panjang atau baju yang membentuk tubuh serta high heels yang terlihat sangat menyiksa. Tapi kali ini Jessica memakai dress panjang motif bunga longgar mencapai mata kaki, sepatu flat dan jaket crop jeans biru muda dengan lengan 3/4.

Sweet Trouble MakerWhere stories live. Discover now