Bab 11 : Games is ready

521 37 0
                                        


    Seseorang melempar sebuah kursi ke dinding, kursi itu patah. Kursi yang begitu kokoh dan kuat, saat terbentur dengan dinding, kursi itu hancur, patah, berubah bentuk menjadi patahan kasar dan tajam.

Nafas dia tidak terkontrol, wajahnya memerah, emosi sudah menguasai dirinya, terlebih melihat kejadian apa yang menimpanya kemarin malam. Zico, sebagai ketua mafia kelas kakap jika si Min Yoongi brengsek itu tidak ada. Dia pasti akan melenyapkan siapa saja yang menghalanginya atau bahkan merugikan dirinya walaupun itu hanya sekecil uang koin.

Kemarin malam, seorang polisi masuk kedalam Dark Club, menyusup dan memata matai tempat faforitnya itu, selain mewah dan besar, tempat itu menjadi salah satu tempat penghasilan terbesarnya. Namun, salah satu polisi itu menyusup dan mengacaukan tempatnya, untung saja Zico sempat curiga dan mendekati polisi itu, berpura pura menabrakan tubuhnya dan memulai masalah. Dan benar saja ketika dia mengecek laki-laki itu, sebuah nama pengenal dari kepolisian ada di saku celananya, Zico geram! Bahkan saking geramnya dia terpaksa menyimpan identitas itu agar dia bisa memberi pelajaran pada polisi itu.

Tidak itu saja, polisi itu juga membuat pengunjungnya pergi karena bala bantuanya, sebanyak dua puluh polisi berbaju hitan lengkap dengan senjata laras panjang datang ke clubnya, membuat seluruh pengunjungnya lari ketakutan. Zico tahu dia harus memprioritaskan pengunjungnya tapi, Zico terpaksa lari dari sana. Dean dan Crush memaksanya pergi sebelum dia tertangkap.

    "Dasar polisi brengsek! Dia membuatku rugi ratusan won! Aku tidak perduli! Mereka harus mengantinya! Uang atau nyawa mereka! Aku benar benar tidak perduli," Tangan Zico beralih menyingkirkan tumpukan kertas di atas meja, vas dan benda benda lainnya. Berakhir dengan dirinya yang berteriak kencang.

    "Kau tidak harus seperti ini, itu hanyalah......" ucap seseorang di dekat pintu, berdiri sambil menunduk takut.

    "Apa? Kau mau apa? Kau mau bilang kalau itu hanya kerugian kecil?  Aku tidak harus menyesali hal ini! Aku tidak harus kesal seperti ini?" Potong Zico. Dia tertawa pahit. "Lebih baik kau diam, brengsek! Kau mauku bunuh,Hah? Kau gila! Kau bodoh?"

    "Lalu apa maumu? Kau ingin menghancurkan ruang kerjamu? Kau yang bodoh! Menghancurkan ruang kerjamu tidak akan mengubah apa apa,"

    "Lalu aku harus berbuat apa, Crush? Menurutmu kau yang paling pintar? Aku sudah tidak bisa menahan semua kelakuan si Min Yoongi itu! Dia sudah membuatku rugi dua kali! Dan itu hampir jutaan won! Dan hal lainnya karena polisi itu aku jadi tidak bisa mendapatkan foto gadis itu! Menyebalkan!"

    "Menurutku, kau harus cepat cepat mememukan gadis itu, hanya dia satu satunya cara," ucap Dean lirih. "Aku sudah mendaftarkanmu di sekolahan tempat gadis itu sekolah, kau hanya perlu mendekatinya dan membawanya ke sini,"

Zico menatap Dean. Mendekatinya yang berada di dekat sofa. Berdiri dengan tegang. "Sejak kapan kau mendaftarkanku ke sana? Kemarin memang kita datang ke sana, tapi apa mendaftar ke sekolah bisa secepat itu?"

Dean mengeleng. "Tidak! Aku sudah mendaftakanmu jauh jauh hari, sekitar dua minggu atau tiga minggu yang lalu. Aku ingin memberitahukan padamu, tapi kegiatanmu masih sibuk aku tidak yakin kalau kau akan masuk ke sekolah dengan melakukan aksi mafiamu di sana."

Zico tersenyum. Memukul bahu Dean. "Kerja bagus! Aku tahu kau selalu seperti ini! Lalu aku harus apa?"

Dean menatap Crush. Terlihat Crush mengeleng melarang dengan tindakan Dean yang sangat terburu-buru itu. Tapi Dean tidak mendengarkanya.

    "Kau harus sekolah besok."

♠️♦️♣️♥️

    "Wah, dia ganteng sekali!"

    "Lihat, badanya! Wah, benar benar seksi!"

    "Tidak! Dia sangat keren! Sepertinya, posisi pangeran sekolah akan berubah kali ini,"

Zico mengeleng pelan, seraya menunduk menahan tawanya. Setengah jam yang lalu, Zico datang ke sekolah tempat dia akan bertemu dan mendekati gadis incaranya. Dia membawa mobil, Dean dan Crush mengantarnya. Tapi setelah tahu jika sekolah melarang anak murid membawa mobil, Dean dan Crush terpaksa meninggalkan Zico di tempat ini sendiri dan melakukan semuanya sendiri.

Awalnya Zico marah dan akan melenyapkan sekolah ini yang dengan seenaknya melarangnya ini dan itu, tapi Crush berpesan padanya "Jangan membawa sifat mafiamu ke tempat lemah itu, kau akan membuat masalah besar yang akan merugikan dirimu sendiri". Akhirnya dia mencoba bersabar dan melanjutkan mencari gadis incaranya itu. Dan saat dirinya masuk ke kelasnya, semua siswi di dalam berteriak histeris dan memujinya. Mengomentari semua yang ada di diri Zico. Zico tahu dia tampan, tapi jika di puji oleh siswi di kelas ini. Itu malah membuatnya muak, tanganya terasa gatal ingin menembakan pistol ke dahi mereka satu persatu. Dia lebih suka di puji oleh jalang di club, itu membuatnya bergairah.

    "Baiklah, Won Jiho. Kau boleh duduk di bangku yang kosong dekat Jungso."

Jangan terkejut. Dia terpaksa merubah namanya menjadi Won Jiho. Dia tidak mau penyamaranya terungkap hanya karena salah satu orang di tempat ini tahu namanya. Rencanaya bisa gagal. Lagi pula nama Won Jiho tidak terlalu buruk untuknya.

Kaki Zico melangkah ke bangku dekat dinding barisan ke tiga. Teman sebangkunya tersenyum, sempat menyapanya. Zico hanya menganguk dan mengeluarkan buku tulisnya. Bersiap mendengarkan guru, walaupun tidak mau.

    "Permisi, Maaf bu saya menggangu. Saya mencari Kim Chaerim,"

Mata Zico seketika membulat, setelah mendengar suara itu. Dia buru buru melihat asal suara itu. Seorang siswa berdiri di depan pintu yang sebelumnya dia ketuk sebelum memberitahukan ada keperluan apa ke kelas ini.

    "Ah, iya! Chaerim?"

    "Iya, bu!"

Zico melihatnya. Dia menemukan gadis itu! Takdir membawa Zico bertemu dengan gadis itu dengan cepat, bahkan Zico belum sempat mencari tapi dirinya malah bertemu sendiri dengan gadis bernama Kim Chaerim itu.

Bahkan dia sekelas dengan Chaerim. Rencananya membawa Chaerim akan lebih mudah, dan cepat. Mungkin dia akan berpura pura berteman dengannya, atau mungkin yang lain. Apa pun caranya Zico akan melakukanya demi mendapatkan Chaerim!

Zico tidak berhenti menatapnya, saat Chaerim bangun dan pergi keluar kelas dia tetap melihat Chaerim, bahkan saat dia sudah menghilang di balik pintu, pergi mengikuti siswa tadi. Zico tetap masih melihat ke arah sana.

    "Jiho? Kau baik baik saja?" tanya Jungso, teman sebangkunya.

    "Tidak! Hanya aku merasa aku sedang beruntung kali ini,"

    "Benarkah? Kau sangat beruntung masuk ke sini, ini sekolah bagus dan mahal. Bukan sembarangan orang masuk ke sini. Dan aku lihat sepertinya kau akan menjadi pangeran sekolah selanjutnya, melihat betapa kencangnya siswi di sini meneriakimu. Kau tahu aku sedikit iri,"

Zico tertawa pahit. Dia tidak menjawabnya, dia beralih menatap ke depan, saat guru sudah memulai pelajaran. Pikiran Zico tidak terlepas dari Chaerim dan apa rencana yang akan dia lakukan.

Namun, Zico tidak tahu jika dua orang siswa yang duduk paling belakang, menatapnya curiga. Bahkan menatapnya benci. Yoongi dan Jungkook tidak berhenti menatap Zico dari belakang saat dia mulai masuk ke kelas ini. Apa lagi saat dia menatap Chaerim dengan tatapan yang tidak mereka mengerti itu. Jungkook sangat kesal, rasanya jika sekarang bukan di sekolah, dia tidak segan segan menembaki Zico itu dengan senjatanya. Bisa bisanya di menatap Chaerim dengan tatapan nafsunya itu, Jungkook saja tidak seperti itu.

    "Sepertinya permainan sudah di mulai," bisik Yoongi setelah menyikut Jungkook. Jungkook menganguk. Dia akan melindungi Chaerim dari dunia kejam ini! Jungkook yakin itu!

FAKE LOVE (TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang