Pintu rumah terbuka, Chaerim terkejut. Dia tersedak saat melihat siapa yang membuka pintunya.
"Bang Namjoon? Kok? Ih, ngapain?"
Chaerim menyeka bibirnya, lalu meletakan gelas berisi air putih di meja makan, mendekat ke Namjoon yang sedang menutup pintu. Namjoon melepaskan jas kepolisiannya meletakanya di belakang pintu.
"Pulang lah! Masa ngopi!" ucap ketus Namjoon. Dia beranjak pergi ke dapur, menuang segelas air.
"Pulang? Serius, bang?" Chaerim mendekat, menarik tangan Namjoon. "Abang kabur ya?"
Namjoon menatap Chaerim, tanganya terangkat, mengusap pipi kanan Chaerim, warna merah masih tertera jelas di sana. Meningalkan rasa sakit yang membuat Chaerim merintih saat Namjoon sentuh. Namjoon mengelengkan kepalanya.
"Kamu udah makan?" tanya Namjoon sembari membuka kulkas. Chaerim menatap Namjoon curiga.
"Abang kenapa pulang?"
"Mau makan apa? Nasi goreng atau ayam? Atau sosis?" Tangan Namjoon meraih bungkusan berisi ayam di dalam kulkas, namun sebuah tangan menahanya. "Kenapa?"
"Abang yang kenapa! Jangan potong kalo aku nanya! Jawab pertanyaan aku! Abang kenapa pulang!" Namjoon diam. Tanganya melepaskan tangan Chaerim lalu pergi duduk di meja makan. "Bang! Aku nanya sama abang!"
"Abang izin! Aku khawatir sama kamu, Cha! Makanya abang pulang!" pekik Namjoon, dia mengusap wajahnya. Sadar jika dia sudah membentak adiknya tanpa alasan. "Sorry!"
Chaerim menghela nafas. Begini jika melihat Namjoon sudah memperlihatkan sisi Namjoon yang sebenarnya. Di luar dia terlihat dingin dan seram. Tapi jika dia sudah memperlihatkan dirinya yang sebenarnya, itu akan berbanding terbalik dengan apa yang seharusnya. Chaerim tahu terkadang Namjoon bisa menjadi laki laki yang overprotectiv dan sangat bawel. Makanya dia sebisa mungkin menutupi semua masalah yang dia jalanni, tapi untuk yang kemarin dia sudah tidak bisa menahanya lagi. Lagi pula laporan itu bukan Chaerim yang buat tapi salah satu temannya, Song Hara.
"Aku nggak papa, Bang! Aku bisa sendiri! Aku tahu abang lebih mentingin kerjaan abang dari pada aku. Yang abang tahu aku itu mandiri, bisa jaga diri dan aku nggak macem-macem, makanya abang percaya aku bisa sendiri tanpa ada abang di sini." Chaerim menyentuh pipinya. "Lagian aku udah lupain yang kemarin, aku masih berusaha buat maafin U-kwon. Walaupun dia nggak dateng sekali pun buat minta maaf ke aku."
"Abang nggak bermaksud gitu sama kamu! Aku ningalin kamu di sini karena aku nggak bisa selalu pulang, kamu tahu kerjaan polisi kaya apa! Dan tolong, Cha! Kalau ada masalah cerita ke abang! Mulai sekarang! Mulai detik ini, ada masalah langsung cerita ke abang!" Namjoon mengusap wajahnya. "Abang nggak bisa ngeliat kamu kaya kemarin! Apa lagi nanti!"
"Bang! Masalah nggak harus semuanya di ceritain sekarang! Aku nggak bisa! Aku butuh waktu, lagian kalau cuman saat ini aja buat apa? Lebih baik abang nggak usah denger masalah aku sekalian,"
Namjoon geleng kepala. Tanganya merogoh saku celananya dan memberikan sebuah surat pada Chaerim.
"Apa? Ini apa?" Chaerim membuka surat bersegel itu dengan hati hati. Mengeluarkan isinya dan membacanya. "Ini? Abang serius?"
Namjoon menganguk. "Abang udah minta izin ke Pak Jack buat standby di rumah sekalian jagain kamu, aku kasih tahu kejadian kemarin dan Pak Jack izinin. Tapi kalo abang ada panggilan dan harus pergi, abang harus ikut."
Chaerim melempar kertasnya dan langsung memeluk Namjoon dengan erat. Namjoon membalas pelukan hangat itu, sembari menepuk punggung Chaerim.
"Makasih bang! Makasih! Makasih udah bela belain buat terus ada di sisi Chaerim! Chaerim sayang Bang Namjoon!"
KAMU SEDANG MEMBACA
FAKE LOVE (TAMAT)
Acción[HARAP FOLOW SEBELUM MEMBACA, PLAGIAT JANGAN MAMPIR. HUS HUS] ******* Seri BTS 2 Di sini BTS jadi mafia dan polisi. Kim Chaerim Song Nina Lee Junghon Mafia : Min Yoongi Jeon Jungkook Park Jimin Jung Hoseok Polisi : Kim Namjoon Kim Seokjin Kim Taehyu...
