Bab 23 : That Man

273 18 0
                                        

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Namjoon meletakan gelas berisi kopi cappucinonya di meja. Dia menopang dagunya, melihat lurus ke depan.

    "Jadi? Bisa Anda ceritakan bagaimana adiku bisa menjadi sasaran kelima mafia itu?"

Saat ini di depanya, duduk seorang pria dengan setelan jas hitamnya dan tidak lupa kaca mata hitamnya. Dua orang itu sedang mengadakan pertemuan singkat untuk menjelaskan kronologis kejadian tentang ayahnya dulu.

Pria itu tersenyum. "Kau sudah datang padaku lebih dari tiga kali, kau masih penasaran?"

    "Yap! Sangat! Aku ini polisi aku akan mencari solusi agar adikku selamat!"

    "Terlepas dari kau menjadi polisi, ayahmu benar benar bangga jika kau benar benar jadi polisi. Jika dia melihat mu sekarang, mungkin dia tidak segan segan menodongkan pistolnya padamu," Pria itu terbatuk kecil. "Jangan salah paham, ayahmu memang seperti itu saat senang,"

    "Kau tangan kanannya kan? Intinya kau tahu mengenai siapa pembunuh ayahku?"

Pria itu menatap Namjoon. "Kenapa kau mau tahu?" Dia mengeleng. "Bukankah sebaiknya jika kau tahu sendiri siapa pembunuh kedua orang tuamu?"

    "Ya--itu benar juga-tapi....."

    "Sudah! Aku akan ceritakan tentang kejadian adikmu saja! Hanya itu! Tidak lebih!"

Ragu-ragu Namjoon menganguk. Pasrah menerima ucapan Pria itu.

    "Itu berawal dari kontrak kerja sama ayahmu dengan Won Baek Jin. Kontrak itu menjadi bukti jika ayahmu dengan Won Baek Jin berkerja sama, kerja sama itu berjalan sukses dan membuat ayahmu dan Won Baek Jin untung besar. Sangat besar melebihi dari sebelumnya. Won Baek Jin adalah orang yang sangat berteman, dia sangat akrab dengan siapa pun berbeda dengan ayahmu. Dia sangat tertutup dengan orang lain. Saat itu Won Baek Jin mengenalkan temannya Min Gong Il dan Min Gong Il mengenalkan Song Won Hae dan begitu juga Jung Gok il. Dari sana mereka akhirnya berteman, sering mengadakan kerja sama."

    "Tiga tahun setelah perkenalan itu mereka semakin akrab, namun Won Baek Jin. Dia sedikit merasa iri dengan ayahmu, ada rasa kesal kepada ayahmu karena semua usaha yang ayahmu lakukan selalu berhasil. Dan hari itu ke lima ketua mafia itu mengadakan pertemuan, mereka bermain kartu seperti biasa, meminum bir, bermain bilyard, bermain judi. Sampai di puncaknya mereka berlima mengadakan taruhan. Jun Gok il bertaruh akan memberikan istrinya, Song Won Hae akan mengirimkan wanita setiap minggu kepada mereka, Won Baek Jin bertaruh akan memberikan istrinya sekaligus obat terlarang yang paling mahal, Min Gong il, bertaruh akan memberikan jabatanya sebagai mafia, sedangkan Kim Dae Choi yaitu ayahmu sendiri dia masih belum memutuskan apa yang harus dia pertaruhkan."

    "Lalu apa yang dia pertaruhkan?" potong Namjoon.

Pria itu mengeleng pelan. "Dia tidak pernah bertaruh! Won Baek Jin. Dia memancing ayahmu agar mempertaruhkan adikmu atau ibumu atau jabatanya. Kau tahu sendiri, dunia mafia adalah tempatnya gengsi dan harfa diri di pertaruhkan. Mereka sudah lama berteman, menolak permintaan mereka bisa menghancurkan harga diri ayahmu. Itu dari yang aku lihat. Akhirnya terpaksa dia mengikuti ucapan Won Baek Jin. Dan hasilnya, ayahmu kalah dan adikmu sekarang yang menjadi berbahaya,"

Namjoon menghela nafas. Dia menjambak rambutnya. "Tapi tunggu! Ayahku bilang jangan sampai kehadiranku di ketahui oleh kelima mafia itu! Memangnya mereka tidak tahu jika aku adalah anak...."

    "Tidak! Mereka semua tidak tahu! Mereka hanya tahu jika ayahmu hanya memiliki adikmu. Lagi pula di kartu keluarga kau tidak pernah tercantum di sana. Dari awal kau lahir."

    "Tapi! Bagaimana bisa! Kartu keluarga yang aku pegang itu ada..."

    "Itu palsu! Yang asli ada padaku. Yang kau pegang itu bukan nama ayah, ibu dan adikmu. Memang sama tapi jika di cari itu sangat berbeda." Pria itu mengambil tas jinjingnya. Membukanya lalu memberikan sebuah kertas pada Namjoon. "Aku memegang dua kartu keluarga, yang satu ada dirimu di sana, dan yang satu tidak ada. Ini semua asli. Tapi aku sarankan jika kau masih ingin adikmu selamat, kau hanya harus memberikan yang tidak ada data dirimu di sana. Itu lebih baik,"

Namjoon menerima kertas itu, dia melihatnya dengan cermat. Membaca semuanya dengan detail. "Kau benar! Dari sini saja aku sudah melihat perbedananya. Tapi entah kenapa aku merasa aku bukan anak mereka jika seperti ini,"

Pria itu tertawa kecil. "Tenang saja! Ayahmu lebih sayang padamu lebih dari apapun."

    "Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?"

    "Kau jaga adikmu. Aku yakin adikmu sudah bertemu dengan anak dari mafia itu, walaupun adikmu tidak sadar dan tidak tahu tapi tetap saja mereka pasti akan membawa adikku mau atau tidak mau." Dia mengeleng. "Aku sarankan jangan sampai adikmu berada di tangan mereka. Adikmu pasti akan berakhir di pasar gelap! Aku jamin itu,"

    "Pasar gelap?" pekik Namjoon.

    "Kau tahu lah! Tempat penjualan manusia! Di sana banyak,"

Namjoon memukul meja kesal. "Aaiishh! Dasar mafia brengsek! Aku tidak akan membiarkan mereka!"

    "Tapi menurutku akan lebih baik jika adikmu bersama dengan kita! Pengawal ayahmu masih menunggu sampai adikmu datang. Dan mereka sangat menunggu jika kau menggantikan ayahmu menjadi ketua selanjutnya,"

Namjoon menatap Pria itu. "Ketua? Ketua mafia? Kau bercanda? Aku ini polisi! Bagaimana bisa aku beralih menjadi Ketua mafia yang saat ini aku sedang mengejar mereka agar aku masukan kepenjara! Itu menyalahi aturan!"

Pria itu menghela nafas. "Aku hanya menyampaikan pesan dari pengawal ayahmu!" Pria itu bangun, membenarkan bajunya. "Sudah! Aku duluan! Tidak baik aku berada di sini lama lama. Pengawal Won Baek Jin sangat banyak, dia pasti mengenaliku!"

Pria itu berniat pergi, namun Namjoon menahanya. "Tunggu! Aku belum tahu siapa namamu! Kita sudah bertemu tiga kali, setidaknya beritahu namamu,"

    "Aku Jang Hwan Jin! Panggil saja Hwan!" Namjoon menganguk. Pria itu berlanjut pergi. Keluar dari cafe tempat mereka berbincang sebelumnya.

Sementara Namjoon dia duduk, kembali melihat kertas kertas itu. Wajah khawatir muncul di wajah tampan Namjoon.

    "Chaerim! Sebenarnya ada apa dengan ayah?"

FAKE LOVE (TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang