Bab 12 : Eat With Leader

497 36 0
                                        

Bel sekolah sudah berbunyi. Sebagian anak anak di kelas sudah pergi meninggalkan sekolah dengan cepat. Menyisakan kelas yang sepi dan sunyi.

Chaerim membereskan buku dan peralatan tulisnya, memasukanya ke dalam tasnya dan pergi keluar kelas. Namun, saat Chaerim sudah di depan gerbang seseorang memanggilnya.

    "Cha!" Chaerim membalikan badanya, mencari asal suara itu. Dan yang dia dapatkan Jungkook yang berlari mendekatinya.

Chaerim menghela nafas. "Jungkook! Aku sudah bilang padamu! Jangan dekat dekat denganku! Nanti peringkat pangeran sekolahmu akan turun! Itu bisa membuatmu di bully habis habisan! Kau itu sangat keras kepala!"

    "Ayolah! Jangan seperti itu! Aku sudah berteman dengammu sejak SMP jangan seperti ini! Aku bukan seperti yang kau pikirkan! Jangan pikirkan tentang peringkat pangeran sekolah! Aku tidak perduli! Persetanan dengan itu semua! Untuk apa aku memperdulikan itu jika aku tidak boleh dekat dekat dengan temanku sendiri! Itu namanya egois! Dan aku tidak suka hal itu,"

    "Itu terserah padamu! Aku sudah memperingatkanmu! Ngomong-ngomong ada perlu apa?"

Jungkook mengusap telungkuknya. "Sebenarnya aku ingin mengajakmu makan di restoran dekat perempatan Soyon. Katanya makanan di sana sangat enak!"

    "Benarkah? Setahuku itu baru buka beberapa hari yang lalu? Bagaimana bisa kau tahu tempat itu? Aku yakin, tempat itu sangat jauh dari rumahmu,"

    "Ah! I-i-tu! Aku dapat dari temanku! Dia pergi ke sana kemarin," ucap Jungkook cepat. Sebenarnya setelah Yoongi hyung memberitahukan padanya jika Chaerim di incar! Jungkook sebisa mungkin menjaganya dari segala bahaya yang ada di dekatnya, dia terpaksa mengikuti Chaerim diam diam. Dan soal restoran itu, letaknya dekat dengan rumah Chaerim jadi setelah dia memastikan Chaerim pulang dengan selamat, Jungkook akan pergi ke restoran itu untuk menyantap mie jajangmyon yang enak itu.

Chaerim menganguk. "Ok! Aku akan ke sana! Tapi kapan?"

    "Sekarang!" ucap Jungkook yakin.

    "Sekarang? Memangnya kau bawa uang?"

    "Tenang saja! Aku akan traktir! Aku baru dapat uang,"

    "Uuuu!" Chaerim memukul bahu Jungkook. "Sekarang kau jadi kaya?"

Jungkook tertawa. "Aku tampan dan kaya,"

Chaerim mendecak. "Sangat sombong! Sepertinya akan aku batalkan pergi ke restoran itu,"

    "Ya! Aku hanya bercanda!"

Chaerim tertawa geli. "Baiklah! Aku akan menelfon...."

    "Ada apa?" tanya seseorang.

Jungkook dan Chaerim sontak melihat suara siapa itu. Chaerim yang diam dan Jungkook yang gugup. Yoongi dengan sebuah minuman di tanganya dia menatap dua orang di depanya dengan dingin. Suara Yoongi menyedot minuman itu terdengar saat minumanya sudah habis, dia meremas kemasan itu dan melemparnya ke tempat sampah di belakangnya.

    "Tidak ada," Jungkook menatap Yoongi santai. Mencoba menutupi rasa gugupnya.

    "Kau Chaerim? Kim Chaerim," tanyanya santai.

    "Ah, iya! A-aku Chaerim," Chaerim membungkuk. "Ah! Aku ingin berterima kasih padamu, soal kemarin."

Yoongi mengerutkan dahinya. Memangnya apa yang dia lakukan kemarin? Selain dia mengantarkan paket narkoba, dia tidak melakukan apa apa.

    "Kemarin?"

    "Kau menolongku saat menabrak laki-laki jahat itu,"

Yoongi menepuk dahinya. "Ah! Iya! Aku ingat!"

FAKE LOVE (TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang