Bab 48 : Husband

261 17 0
                                        

"Apa? Kenapa? Kau tidak ada hak menyuruh-nyuruhku!"

"Lepaskan dia! Atau aku akan menbunuhmu di sini!" ancam Yoongi. Dia melihat Chaerim. Sial mereka berdua tidak berhenti! Batinnya.

"Hei! Bisa berhenti! Atau aku akan mengganti posisi Zico dengan kepala kalian!" ucapnya. Mereka berdua tidak berhenti, tidak mendengarkan ucapannya. Mereka malah membuat Chaerim terbaring di bawah, dan mereka semakin liar.

Zico tiba-tiba memukul pipi Yoongi, lalu menendang pistol miliknya hingga jauh. Yoongi terjauh, terkejut dengan pukulan Zico yang tiba-tiba. "Bagaimana rasanya? Ini balasan untuk kau yang memukulku waktu itu! Jangan pikir aku tidak akan membalas Yoongi! Salah kau menyusup ke rumahku! Kau tahu nasib orang yang menyusup ke rumahku! Aku pasti akan mengkulitinya sampai habis!" Zico menarik kerah Yoongi dan kembali memukulnya. "Dasar brengsek! Berani beraninya kau ke sini! Kau ingin aku habisi rupanya!"

Tiba-tiba Yoongi menahan tangan Zico yang berniat memukulnya lagi. "Hentikan Zico! Aku tidak mau mmembunuhmu! Aku hanya ingin Chaerim!"

Zico tertawa geli. "Hah? Chaerim? Untuk apa? Karena apa? Kau tidak bisa mengambilnya Yoongi! Urusanku belum selesai! Dan kau tidak ada hak!"

"Aku berhak Zico! Aku suaminya!" Yoongi lalu melepaskan dirinya dengan kasar, memukul Zico dengan keras. "Lalu kau! Kau yang tidak ada hak! Aku suminya aku berhak atas dirinya! Dia istriku!"

"Istri? Sejak kapan kau mengangapnya istri? Hah? Jangan berkata omong kosong Yoongi! Kau tidak pantas mengatakan hal itu! Lebih baik kau pergi dari sini, aku akan memberimu kesempatan! Urusanku belum selesai!"

Yoongi berjalan mendekat ke tempat pistolnya berada. Yoongi mengambilnya, kembali mengarahkan moncong pistolnya pada Zico. "Jangan mengusirku Zico! Lepaskan Chaerim atau aku akan benar benar membunuhmu!"

"Hah? Kau tahukan aku tidak akan melakukan hal itu! Lebih baik kau----"

DOR

Yoongi menembak Zico tepatt di kepalanya, Zico langsung tumbang. Darah miliknya sudah kemana mana. Setelah itu Yoongi menembak kaki Bobby, saat itu juga mereka berhenti.

"Aaakhhh! Brengsek! Kakiku! Aahhkkk! Dasar bajingan!" teriak Bobby, dia berguling seraya menahan kakinya. Mino yang melihat itu, dia bangun lalu berdiri di depan Yoongi.

"Ada masalah apa kau dengan kami, hah?" tanyanya.

Yoongi meletakan moncong pistolnya pada dahi Mino. "Aku hanya menghabisi bajingan mesum sepertimu! Lepaskan Chaerim! Sekarang juga! Atau kau akan bernasib sama dengan Zico!"

"Oh ya? Oh aku sangat takut. Aku harus apa padanmu? Bersujud?"

"Jangan main main Mino! Cepat! Lepaskan Chaerim dan kalian berdua pergi dari sini!"

Mino tersenyum licik. "Oh ya? Kau pikir aku akan melakukan hal itu? Jangan menganggap dirimu tuhan! Dasar bajingan!" Mino tanpa ragu langsung memukul Yoongi, menyerangnya bertubi tubi. Namun, Yoongi bisa mengelaknya dengan mudah. Mereka bertarung dengan tangan kosong, pistol yang Yoongi gengam rasanya tidak berguna, walau sesekali pistol itu di jadikan alas untuk memukul pelipis Mino.

Pukulan Yoongi lumayan kencang, baru beberapa kali Mino langsung tumbang. "Jadi? Masih menolak untuk pergi? Atau aku harus menghajarmu sampai mati di sini?" ujar Yoongi sambil melemaskan tanganya. Mino terbatuk, dia menyeka bibirnya yang berdarah.

Mino lalu melihat Yoongi, menunjukan senyuman liciknya. Yoongi mengerutkan dahinya, dia memang tahu jika Mino sering tersenyum licik seperti itu, tapi senyuman itu sangat tidak pas dengan situasinya. Di sela sela Yoongi berpikir keras tentang senyuman itu dari belakangnya seseorang mencekiknya dengan tali tambang. Dia memberontak, berusaha melepaskan tali itu. Atau melomggarkan tali itu, tapi seseorang di belakangnya semakin mengencangkan lilitan di lehernya itu. "Maaf, Yoongi. Aku tidak tertarik dengan kakimu, aku lebih tertarik dengan lehermu. Anggap saja ini balasan untuk kakiku yang kau tembak!"

FAKE LOVE (TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang