Bab 37 : Mino & Zico

240 14 0
                                        

    "Jadi bagaimana? Aku lumayan? Apa kau puas duet denganku?" tanya Mino seraya mengipas lehernya dengan kerah bajunya.

Zico mengambil botol bir di rak, meletakannya di meja. "Lumayan, aku terpuaskan dengan duet ini! Minumlah, anggap saja milikmu sendiri,"

    "Ini tempat rekaman milikmu?" tanya Mino seraya matanya berkeliling.

Zico menganguk. "Ya, dulu sebelum ayahku memaksaku untuk menjadi ketua mafia untuk mengantikan dia, aku sangat menginginkan menjadi rapper di seoul. Ya kau tahu setelah aku mengikuti semua tentang rapper. Ayahku mengacaukannya, dia membuang, merusak dan membatalkan semua hal tentang rapper dalam hidupku. Dia bilang aku tidak cocok di sana."

    "Kau sama sepertiku," ucap Mino seraya tertawa getirnya itu.

Zico duduk di samping Mino. Membuka tutup botol bir itu. "Ya setidaknya kau masih bisa bernyayi bebas tanpa di marahi. Sedangkan aku jika aku terlihat bernyayi di depannya dia pasti akan membunuhku saat itu juga. Tempat rekaman ini bahkan ayahku tidak mengetahuinya," Zico meneguk birnya. "Ngomong-ngomong kemana Bobby? Biasanya kalian selalu berdua,"

    "Dia sedang ada urusan dengan wanita, kau tahu lah" Mino ikut mengambil birnya, meneguknya juga. "Jadi bagaimana? Soal Chaerim?"

    "Sepertinya kita harus mengambilnya sekarang juga, aku yakin Yoongi sekarang sedang memaksa Chaerim untuk menikah denganya. Aku berencana untuk memberikan kejutan untuk Yoongi. Aku ingin membalasnya, Yoongi sudah terlalu banyak memberikanku kejutan. Aku sampai muak,"

    "Lalu kau mau apa?"

    "Aku akan menculik Chaerim lagi saat dia bersama dengan Yoongi. Lalu tanpa basa basi lagi aku akan langsung menikah denganya."

Mino mengeleng. "Kurasa itu cara buruk, aku berfirasat itu tidak akan berhasil,"

    "Bagaimana kau bisa seyakin itu? Memangnya kau ada cara lain?" tanya Zico penasaran.

    "Caraku, aku mau kau biarkan Yoongi menikah dengan Chaerim." ucap Mino. Zico yang mendengar itu dia tersedak.

    "Apa? Kau gila? Itu sama saja merugikanku, tujuan kerja sama ini adalah mengambil pasukan milik Kim Dae Choi dengan menggunakan Chaerim. Apa kau lupa?" pekik Zico.

    "Sabar! Kau dengarkan aku dulu," Mino meletakan botolnya di meja. "Ada satu hal yang Yoongi, kau bahkan Bobby sekalipun tidak tahu tentang perjanjian pernikahan itu."

Zico mengerutkan dahinya. "Tentang apa?"

    "Para pengawal itu tidak akan mau menuruti kemauan orang yang sudah menikah dengan Chaerim jika Chaerim sendiri tidak ada di depan mereka. Atau setuju membiarkan kita mengambil alih seoul." Mino menatap Zico. "Kau mengerti maksudku kan?"

Zico menyeringai senang. Mino ikut menyeringai, kemudian Zico tertawa geli lalu mereka berdua mengambil botol bir mereka masing-masing menyatukan botol mereka sampai berbunyi lalu meneguk bir itu bersama sama.

♣️♠️♦️♥️


Chaerim membuka matanya, yang dia lihat hanyalah ruangan besar dengan cat putih, jendela besar dan bau jeruk yang memenuhi ruangan. Matanya dia kedipkan beberapa kali, kepalanya mengingat sesuatu, sesuatu yang bisa menjelaskan bagaimana dia bisa berada di tempat asing ini. Chaerim memeriksa tubuhnya, dia masih merasa selamat dengan baju seragam sekolahnya masih menempel di tubuhnya.

Dia bangun dari ranjang besar berwarna putih itu. Duduk di tepi ranjang, matanya sekarang berkeliling melihat sekeliling ruangan itu. Dimana dia sekarang? Kenapa dia bisa berada di tempat ini? Lalu kamar siapa ini?

FAKE LOVE (TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang