Bab 68 : The End

818 22 0
                                        

Lima tahun kemudian~~~~

Sejak Chaerim dan Namjoon mendapatkan warisan dari ayah dan ibunya mereka melanjutkan kehidupan mereka dengan tenang tanpa ada halangan apapun. Namjoon yang menjadi kepala kepolisian, Chaerim lulus sekolah dan sudah berkerja di salah satu perusahaan terkenal di Seoul. Jabatannya sebagai sekertaris di sana. Hara sekalu teman sekolahnya dulu juga ikut bekerja di tempat yang sama dengan Chaerim.

Terkadang banyak orang dari kantornya menanyakan tentang peristiwa dirinya bisa terjebak oleh para mafia kejam itu. Apa alasanya? Bagaimana bisa? Bagaimana awalnya semua bertanya dan mengatakan jika Chaerim merindukan Yoongi. Dan Chaerim mengiyakan hal itu. Berita tanyang para mafia itu begitu terkenal selama hampir tiga tahun melihat banyak orang yang terlibat di dalamnya. Dari kepolisian, dan orang orang penting di pemerintahan lainnya. Namun sekarang berita tentang mereka dan kabar mereka pun sudah tidak ada yang tahu. Chaerim tidak begitu perduli tentang berita dia hanya perduli tentang hatinya, perasaanya. Selama lima tahun dia sudah berusaha mencoba untuk melupakan Yoongi tapi usahanya gagal. Dia menunggu Yoongi yang dia tahu laki-laki itu tidak akan pernah bebas sampai kapanpun.

Semua orang mengkhawatirkan Chaerim, tidak mungkin membiarkan Chaerim terus sedih dalam perasaan yang tidak terbalas itu. Memang dia mau jadi perawan tua? Begitu juga dengan Namjoon dia khawatir walaupun dia sendiri belum memiliki pasangan sama seperti Chaerim. Namjoon tidak pernah menyuruh Chaerim untuk mendekati atau melarangnya mendekati laki-laki dia itu bebas asalkan laki-laki itu baik untuk Chaerim dan tidak membuat adiknya menangis, Namjoon itu sangat bebas.

    "Besok mau pergi ke pantai?"

    "Aku? Entahlah aku tanya Namjoon oppa dulu,"

Hara menganguk paham. "Benar! Kau sudah seperti anak buahnya saja. Kemana mana harus lapor,"

Chaerim tertawa kecil. "Kenapa cemburu? Kau masih suka Namjoon oppa ya?"

    "Ya bisa di bilang begitu! Dia sangat keren,"

Chaerim menepuk bahu Hara. "Cepat dekati dia! Dia masih sendiri! Aku menunggu kakak ipar!"

    " Ya ampunnn! Terimakasih adik ipar!" Hara langsung memeluk Chaerim erat. Senang mendapatkan restu.

Chaerim dan Hara saat ini berada di sebuah cafe setelah pulang kerja sekitar jam empat sore merela sudah duduk di sana sampai saat ini. Kurang lebih dua atau tiga jam intinya langit sudah gelap. Chaerim melihat keluar jendela melihat langit yang sudah gelap die melihat ponselnya dan melihat jam sudah menunjukan pukul tujuh malam. "Hara kita harus pulang! Sudah malam! Kau mau sampai jam berapa?"

    "Ya ampunnn! Aku nggak sadar! Ayo kita siap siap pulang!" Mereka berdua Merapihkan barang barang mereka lalu pergi keluar cafe.

Saat sudah di luar Hara dan Chaerim berhenti di depan halaman cafe. "Aku duluan ya! Sayang sekali kita beda arag kalau satu arah aku masih bisa bicara padamu," ucap Hara.

Chaerim berdecak. "Besok bisa ketemu lagi,"

    "Iya sih!"

    "Ya sudah! Duluan ya!" pamit Chaerim. Hara menganguk. Mereka berdua lalu. berpisah. Chaerim ke arah kiri sedangkan Hara ke arah kanan. Semuanya tampak baik baik saja, mobil lalu lalang. motor dan beberapa pejalan kaki yang terkadang melewati Chaerim. Sampai dia dia sudah masuk ke jalan yang cukup sepi di daerah itu Chaerim. merasa seseorang membututinya sebuah mobil, mobil itu jalan dengan sangat pelan, lampunya di matikan jadi dia tidak bisa melihat siapa pengendaranya.

Chaerim yang ingin memastikan dia mempercepat jalannya dan semakin cepat lalu berubah menjadi lari dan mobil itu tetap mengikutinya. Chaerim ketakutan, apa dia akan di culik? Dia sudah pernah mengalami hal ini dulu, lima tahun yang lalu dan rasa takutnya jadi semakin besar karena sudah lima tahun. Dia jadi panik, bingung harys melakukan apa. Dia berlari di atas sepatu hak tinggi dan pakaian yang lumayan terbuka dan rok pendeknya. Dan itu yang membuat dia takut.

Chaerim berhenti di dinding bamguman bersembunyi dari mobil itu, menyentuh dadanya mengontrol nafasnya. "Huh! Untung saja aku cepat! Aku pikir mereka benar benar mengikutiku! Aku harus menelfon Namjoon Oppa!" Chaerim membuka tasnya mencari ponsel di sana. Tapi saat dia akan menelfon Namjoon seseorang membekap mukutnya dengan kain yang berisi cairan yang membuatnya pusing.

Dia lalu tak sadarkan diri.

♣️♠️♦️♥️

Saat sadar Chaerim berada di sebuah ruangan kamar mewah dengan lilin aromatik yang menenangkan pikirannya. Chaerim bangun, duduk di kasur melihat sekelilingnya. "Dimana ini?" semuanya tampak mewah membuat dia langsung bingung apakah dia benar benar di culik? Tapi oleh siapa?

Saat dia memikirkan hal itu pintu kamar itu terbuka, Chaerim menyenderkan tubuhnya ke kepala kasur menyelimuti dirinya dengan selimut. saat satu orang memakai topeng aneh masuk ke dalam dan mengunci pintunya. Dia ketakutan bukan main.

   "Siapa kau!" tanyanya. "Apa maksudmu membawaku ke sini!"

Laki-laki itu tidak menjawab tetap berdiri tanpa mengatakan apapun. Chaerim sejenak menatapnya tapu semakin lama menatap laki-laki itu dia semakin memikirkan hal menyeramkan. Terlebih saat laki-laki itu tiba-tiba maju tamoa mengatakan apapun berdiri di samping ranjang. Melihat Chaerim cukup lama. Chaerim semakin menarik selimutnya hampir menutupi seluruh tubuhnya.

    "Kau! Apa yang mau kau lakukan?" tanya Chaerim lagi. Kali ini suaramya terdengar ketakutan. Laki-laki itu tiba-tiba naik ke atas ranjang. Menarik selimutnya. Mereka sempat saling tarik menarik selimut sampai laki-laki itu mengunakan tenaganya, Chaerim kalah. Selimut itu dia lempar jauh jauh. Setelah itu laki-laki itu kembali naik ke ranjang mendekati Chaerim. "Aku peringatkan padamu aku punya kakak! Dia kepala kepolisian! Aku akan diam jika kau membebaskan aku sekarang juga,"

Tiba-tiba laki-laki itu tertawa membuat Chaerim ketakutan. "Dia pasti sedang sibuk sekarang," ucapnya pelan. Suaranya cukup berat.

    "Bagaimana kau tahu?"

Laki-laki itu semakin mendekat memojokan Chaerim meletakan tangannya di samping Chaerim, mengurungnya di sana. "Dia pasti sibuk mencariku,"

    "Apa maksudmu?"

    "Kau semakin menarik," katanya.

Chaerim mencoba mendorong laki-laki itu tapi dai menahan tanganya kemudian ke dua tanganya dengan satu tanganya. "Lepaskan aku! Siapa kau sebenarnya, hah?"

    "Kau pasti akan terkejut,"

   "Dasar laki-laki brengsek! Lepaskan aku!" pekik Chaerim. Saat itu juga laki-laki itu melepaskan topengnya. Dan itu membuat Chaerim diam seribu bahasa.

    "Kau Min Yoongi bagaimana bisa?"

Yoongi tersenyum. "Aku kabur, makanya aku bilang Namjoon sedang sibuk mencariku,"

    "Tapi kau---"

Yoongi langsung menutup mulut Chaerim dengam jari telunjuknya. "Aku ingin kau menikah denganku! Menikah yang sesungguhnya!"

Chaerim membulatkan matanya. "APA!? Jangan bercanda! Kau itu sedang di penjara!"

    "Kalau kau menikah denganku akan aku pastikan aku akan bebas dari penjara itu"

    "Tidak mungkin"

    "Menikah denganku atau tidak?"

Chaerim memikirkan hal lain. "Jika aku tidak mau?"

Yoongi menyeringai. "Aku akan memperkosamu di sini sampai kau akan mengatakan menikah denganku,"

    "Yonggi!!!!"

    "Cepat! Kau pilih yang mana?"

Chaerim menghela nafas. "Baik! Aku akan menikah denganmu untuk kedua kalinya"

Yoongi melepaskan Chaerim lalu merogoh saku celananya memberikan sebuah kotak yang berisi cincin yang di sodorkan Yoongi. Yoongi memakaikannya ke Chaerim. Saling pandang sebentar.

    "Kau tahu bibirmu masih membuatku ketagihan,"

    "Oh ya?"

Mereka berciumman.

FAKE LOVE (TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang