"Hei! Kau lama sekali!" J-Hope menepuk pundak Jungkook saat dia sedang tergegesa menuju ruangan Yoongi. Dia tidak terlambat dia malah datang lebih awal lima menit. Tapi dia punya firasat buruk jika Yoongi butuh rapat secepat mungkin.
Jungkook menepis tangan J-Hope. "Tidak ada waktu Hyung! Sekarang kita ke ruangan Yoongi Hyung! Aku rasa dia sedang kesal sekarang!"
"Kesal? Darimana kau tahu?"
"Kau itu bagaimana sih? Kau lihat sendirikan kemarin dia di tolak mentah mentah oleh pengawal Kim Dae Choi, orang seperti aku saja akan malu sampai ubun ubun, kalau aku yang mendapatkan hal itu. Aku tidak akan menunjukan mukaku selama mungkin, mungkin saja sampai mereka melupakanku. Sekarang kau bayangkan saja bagaimana kesal dan berapa tingkatan kemarahan pada Yoongi Hyung. Kalau aku tebak dia pasti akan membunuh orang nanti," jelas Jungkook.
Setelah kejadian Jang Hwan Jin menolaknya dengan mentah mentah dan di hadapan banyak orang rasanya Jungkook merasakan hawa menyeramkan di rumah Yoongi. Bukan dia merasakan ada mahkluk halus atau sebagainya itu tetapi aura kesal milik Yoongi rasanya sudah menyebar ke seluruh penjuru rumah mewahnya. Hawa rumah Yoongi jadi dingin.
J-Hope menganguk setuju. "Kau benar! Lalu bagimana? Yoongi Hyung memanggil kita ke ruang rapat miliknya?"
Jungkook berdecak. "Lebih baik sekarang kita pergi ke sana sebelum Yoongi menargetkan kita sebagai orang yang akan dia bunuh malam ini," ucap Jungkook, dia berjalan mendahului J-Hope berjalan cepat menuju ruang berpintu kayu coklat.
Saat Jungkook membukanya, di dalam terlihat Yoongi yang duduk di kursi dan Jimin yang masih asik dengan layar sentuhnya. Mereka berempat saling bertatapan. Membuat di sekitarnya sunyi dan cangung.
"Kenapa?" seru Jimin memecahkan suasana itu. Jungkook menatap Jimin. Dia langsung masuk begitu juga dengan J-Hope. "Kita mulai Hyung?"
J-Hope lalu menahan Jimin. "Tunggu! Hyung! Kau sedang tidak kesal kan?"
Yoongi menatap J-Hope aneh, Jimin terutama. Sedangkan Jungkook, dia masih memaki J-Hope dalam hatinya. "Tidak! Biasa aja! Kenapa memangnya?"
J-Hope tertawa pendek. "Tidak! Mari kita mulai!"
Yoongi mengeleng heran, tidak mengerti dengan tingkah laku J-Hope yang aneh itu. Jungkook tiba-tiba memukul J-Hope, bibirnya mengatakan 'Kenapa kau tanyakan hal itu?'. J-Hope hanya menaikan bahunya. Menurutnya lebih baik memastikan sebelum rapat di mulai dari pada Yoongi melaksanakan rapat dengan rasa kesalnya itu. Rapat nanti pasti tidak akan berjalan dengan baik.
Yoongi membuka laci mejanya mengeluarkan sebuah amplop coklat di sana. "Itu data data mengenai tempat yang akan kita jadikan gudang barang kita. Tempat itu lumayan bagus, aku yakin kepolisian jarang menjamah tempat itu. Kita bisa beli dengan harga murah," Yoongi menopang dagunya. Menatap ketiga orang di depannya dengan dingin. "Aku mau tempat ini sudah menjadi milik kita, aku beri waktu kalian seminggu."
"Baiklah!" ucap mereka bertiga serentak.
Yoongi menyenderkan tubuhnya, menyilang kakinya. "Lalu bagaimana dengan Chaerim?"
"Aku sudah mencarinya, di terakhir kali aku menurunkanya tapi tidak ada jejak apapun, dan aku yakin di daerah tempat aku menurunkan Chaerim tidak ada satu pun mobil ataupun taksi yang berani lewat sana. Kecuali bawahanmu," jelas J-Hope setelah berupaya keras menjelaskan di balik kegugupannya karena menanyakan hal tidak penting pada Yoongi sebelumnya. "Aku tidak mengatakan jika ada bawahanmu yang dengan sengaja atau tidak sengaja menolong Chaerim untuk pergi ke suatu tempat,"
"Hyung aku sudah melihat semua CCTV di jalan tempat keluar jika Chaerim menaiki mobil tapi tidak ada Chaerim di sana," timpa Jimin. "Apa dia hantu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
FAKE LOVE (TAMAT)
Acción[HARAP FOLOW SEBELUM MEMBACA, PLAGIAT JANGAN MAMPIR. HUS HUS] ******* Seri BTS 2 Di sini BTS jadi mafia dan polisi. Kim Chaerim Song Nina Lee Junghon Mafia : Min Yoongi Jeon Jungkook Park Jimin Jung Hoseok Polisi : Kim Namjoon Kim Seokjin Kim Taehyu...
