Bab 57 : All Go Away

219 12 0
                                        

Semenjak Yoongi membawa Chaerim ke sebuah restoran dekat rumahnya hanya untuk memakan mie kacang hitam, dia sebenarnya sudah tidak enak. Ada ketegangan di antar mereka berdua, keduanya jadi gugup. Apa lagi Chaerim dia masih memikirkan Jungkook. Pisau yang Jungkook tempelkan di lehernya masih terasa, rasa dingin itu. Rasa ingin sekali membunuh. Pisau itu memgatakan semuanya.

    "Kau tidak makan?" seru Yoongi. Sejak tadi dia memperhatikan Chaerim, dia tahu perempuan itu masih ketakutan.

Chaerim mengeleng. "Tidak! aku tidak berselera,"

Yoongi yang kalah akhirnya dia meletakan sendoknya. Lalu menopang dagunya menatap Chaerim. "Katakan padaku kalau kau ketakutan,"

    "Eh? Apa?" Chaerim langsung menaikan kepalanya. Merasa aneh.

Yoongi menghela nafas. "Aku tahu kau sekarang takut pada Jungkook. Aku tidak tahu bagaimana atau serekat apa persahabatan kalian selama ini. Tapi saranku jangan menjauh dari Jungkook hanya karena hal ini, sebagai Pembunuh Jungkook itu masih di kategorikan sebagai orang baik, dan orang waras, "

Chaerim mengengam rok seragamnya. "Aku bukan takut, hanya tidak percaya dengan apa yang Jungkook lakukan. Setelah melihat dia membunuh orang di rumahnya sekarang dia malah melakukan hal itu padaku. Aku masih Shock tapi Jungkook malah menambahnya,"

    "Aku sudah lama bersamanya. Jangan menjadi orang lemah seperti itu kau tidak pernah menjadi Jungkook bukan?" katanya.

Chaerim tiba-tiba menjadi serius. "Jungkook mengatakan padaku jika dia sedang dalam gengaman orang lain. Kau bosnya! Kalau kau tahu dia bisa menjadi orang baik kenapa kau tetap menjadikannya pembunuh sampai sekarang, kalian itu teman. seharusnya sebagai teman kau tidak memperlakukan Jungkook seperti itu!"

    "Itu bukan ke hendakku! Jungkook itu awalnya bukan aku yang menjadi atasannya. Ayahku yang menjadikannya pembunuh sebenarnya, dulu dia sama sepertimu lemah, ketakutan tapi entah bagaimana caranya dia menjadi seperti itu. Aku tidak tahu,"

    "Ayahmu?"

    "Iya ayahku! Dulu dia yang menjadi Bosnya tapi setelah aku yang mrngambil alih, Jungkook juga ikut bersamaku,"

Chaerim lalu melihat Yoongi berharap. Dia mendekatkan kursinya. "Kau bisa melepaskan Jungkook bukan? Kau temannya kan? Kau harus melepaskannya! Demi kebaikan Jungkook. Aku mohon!"

Yoongi mengeleng. "Tidak bisa Chaerim. Jungkook memang pembunuh bayaran di bawah perintahku tapi bukan aku yang memegang kendali atas bebas atau tidaknya Jungkook. Kontraknya tidak ada bersamaku,"

    "Ada dimana?"

   "Ayahku,"

Chaerim berdecak. "Baiklah! Temui aku pada Ayahmu!"

    "Tidak akan pernah," jawab Yoongi santai. "Sampai kapanpun,"

    "Tapi kenapa!"

    "Kau tidak paham? atau kau bodoh?" Yoongi mengeleng. "Kau pasti tahu alasannya!"

    "Apa?"

    "Kau itu sekarang buruanku! kau tidah paham. aku saja memburumu bagaimana dengab ayahku! Semua orang menginginkan pasukan itu. kenapa kau tidak paham! Kau tahu diriku, kau bisa bandingkan dengan Ayahku yang lima kali lipat kekejamannya dariku!"

Chaerim mengerutkan dahinya. "Lalu kenapa kau tidak melakukan apa yang harusnya kau lakukan? dari kemarin kemarin? saat di rumah sakit? saat aku di rumah? kenapa kau mengantarku pulang? kenapa kau tidak membawaku ke tempat yang kau maksud itu? apa alasanmu! jangan berbohong tentang ayahmu!"

Yoongi diam, dia menunduk. Dia tidak berbohong soal apapun disini. dia serius. ayahnya bukan orang yang bisa dia temui dengan senang hati apa lagi Chaerim. Ayahnya sudah memburu Chaerim bahkan sebelum dia mengabtikan Ayahnya. Jika Chaerim benar benar datng ke hadapan Ayahnya hal yang pasti Yoongi akan lihat adalah mayat Chaerim di depan matanya. Dia tidak mau itu! "Aku punya alasanbya Chaerim! Percayalah padaku,"

FAKE LOVE (TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang