Bab 44 : So Bad

224 15 0
                                        

Sepertinya sudah lebih dari satu bulan semenjak dia mengenal Yoongi dan Zico, dulu hidupnya masih tenang dan damai. Hanya ejekan ejekan dari pelajar sekolahnya yang berusaha merusak hidup dan masa depannya. Tapi sekarang dua laki-laki itu sudah lebih dari merusak hidupnya, mereka sudah hampir merusak masa depannya.

Chaerim menghela nafas. Saat Mino dengan lancangnya memeluknya bagaikan jalang jalang. Dia memaksanya untuk ikut denganya, salah satu pengawal yang membawa sebuah kain langsung menutup mata nya, mengikat kedua tanganya ke belakang dan salah satu dari mereka mengangkatnya bagaikan karung beras, dia tidak menberontak. Percuma. Dia hanya diam, yang dia dengar hanyalah suara Mino yang bersikeras untuk mencoba melepaskan Chaerim dari kondisi seperti itu. 'Bisa lepaskan dia, tubuhnya sangat bagus kalau kalian merusaknya aku tidak segan segan mematahkan tangan kalian! Dan ingat jangan berani kalian meraba tubuhnya!' itu yang Chaerim dengar. Lalu beriringan dengan itu suara Zico yang memerintah untuk menghancurkan seisi rumah juga terdengar di telinga Chaerim. Jujur saja dia mengumpat dalam dalam di hatinya, menyumpahi Zico dengan semua kata kata kasar dan kotor. Kenapa dari semua rencananya, dia paling tidak suka dengan penghancuran rumah milik Jungkook ini. Dia sudah merepotkan Jungkook dan sekarang Zico malah seenaknya menghancurkan rumah Jungkook hanya sekali berbicara. Dia benar benar menyebalkan. Chaerim hanya bisa diam saat dia mendengar suara benda pecah dan patahan kayu.

Pengawal Zico membawanya ke dalam mobil, menempatkannya di bagasi mobil. Lihat saja bagaimana tidak di katakan kejam! Bagaimana bisa mereka meletakan dirinya di bagasi bagaikan barang! Ini benar benar menyebalkan! Ucap Chaerim dalam hati. .Di dalam sesak, panas, dan ikatan di tanganya menyiksanya, penutup mata itu menghalangi segalanya. Dia benar benar tidak suka ini.

Setelah hampire dua puluh menit---menurut perhitangan kasar Chaerim, mobil berhenti setelah berjalan pergi dari rumah Jungkook. Seseorang mengangkatnya saat bagasi sudah di buka, dia tebak itu pengawal Zico tapi Chaerim rasa berbeda orang. Pengawal sebelumnya lumayan besar dan berotot, namun kali ini pengawal yang sedang membawanya badanya kurus dan wangi mint.

"Bagaimana rasanya di gendong olehku?" Chaerim teralihkan. Ini bukan pengawal Zico, ini Mino. Cowok brengsek itu yang membawanya.

"Kau! Turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri!"

Mino tertawa kecil. "Kesempatan langka aku mengendongmu, sayang! Biarkan aku mengendongmu sebelum aku menikmati tubuhmu nanti,"

"Dasar mesum! Apa yang kalian inginkan dariku hah! Kalau kalian ingin pasukan itu sepertinya kalian sudah terlambat, Yoongi sudah menikahiku beberapa hari yang lalu. Dan aku yakin kau tahu itu!" jelas Chaerim. Dia tidak tahu kenapa mengatakan hal ini pada Mino, tapi dia berharap Mino bisa sadar dan membebaskannya. Semoga saja.

"Ada alasannya, sayang! Dan kau menikah dengan Yoongi tidak ada hubunganya dengan pasukan itu, memang ada hubunganya tapi soal pasukan. Yoongi bahkan sama sekali belum menyentuh apapun."

Chaerim mengerutkan dahinya. Selain karena ucapan Mino, kulitnya merasakan hawa dingin. Dia tebak dia sudah masuk ke dalam ruangan yang Mino akan membawanya. "Kenapa tidak! Tapi tetap saja, Yoongi akan mengambil pasukan itu!"

"Baiklah! Nanti akan kami jelaskan secara detai padamu. Dan setelah itu kami akan menikmatimu, ok?" ujar Mino. Seraya meremas bokong Chaerim di sela sela itu.

"Hei! Dasar bajingan! Dasar mesum!"

Mino tertawa geli. "Ok ok! Kau sangat emosional. Hanya bokongmu saja kau seperti ini bagaimana dengan yang lain nanti. Aku menunggu reaksimu,"

Chaerim mengelengkan kepalanya. Dia benar benar tidak sanggup lagi melihat tingkah laku Mino. Cowok brengsek ini harusnya sudah masuk ke dalam neraka paling dalam. Benar benar menyebalkan. Beberapa langkah setelah itu Mino menurunkanya, lebih tepatnya menghempaskannya di sebuah sofa, Chaerim merintih. Mino membantingnya bukan menurunkannya. Setelah itu Mino melepaskan penutup matanya, membantu Chaerin untuk duduk.

FAKE LOVE (TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang