Bab 53 : No Secret

185 14 0
                                        

Jimin dan J-Hope masuk ke dalam ruangan Yoongi mereka di panggil. Entah kenapa.

    "Ada apa Hyung?" tanya Jimin, dia paling penasaran. Takutnya ada kesalahan yang dia buat, jika ada dia akan memperbaikinya dengan secepat mungkin. "Apa ada masalah?"

Yoongi mengeleng. "Tidak! Tidak terlalu penting! Aku hanya ingin bertanya tentang mayat orang orang brengsek itu. Kalian sudah memastikan jika mereka benar benar mati?"

J-Hope menaikkan bahunya. "Hyung! Mereka itu terguling guling ke jurang, banyak pohon runcing, batu. Mereka pasti mati. Apa lagi Zico, kau menembaknya tepat di kepalanya. Dia sudah berada di surga,"

Yoongi tertawa geli. "Surga? Yang benar sana tempat itu bukan tempat yang seharusnya dia masuki. Harusnya neraka!" J-Hope hanya menganguk dia tidak mau berkomentar jauh. Kebencian mereka tidak bisa di hilangkan. "Jang Hwan Jin,"

    "Apa?" pekik J-Hope dan Jimij serentak.

   "Bebaskan dia, "

   "Hah?"

   "Tapi kenapa Hyung?"

Yoongi menghela nafas. "Jangan berkomentar, aku tidak bisa membalasnya. Terlalu rumit untuk di jelaskan,"

Jimin lalu memaju mengebrak meja Yoongi. "Hyung! Jang Hwan Jin itu adalah hal utama untuk mendapatkan pasukan! Kalau kau membebaskannya! Kau tidak akan mendapatkan pasukan itu!"

Yoongi mengeleng. "Sudahlah lupakan tentang Pasukan. Kita cari hal lain,"

Jimin tertawa sinis. "Hah? Kenapa kau sudah terkena serangan dari Chaerim ya? Hah? Kau jatuh cinta padanya? Sepertinya kau terkena pengaruh perempuan murahan itu,"

     "Jimin jaga ucapanmu," tegas Yoongi yang kurang suka dengan pendapatnya.

    "Apa? Jangan mengelak Hyung! Aku akan membunuh wanita murahan itu yang dengan lancangnya merubah Hyung kami jadi seperti ini." Jimin membalikan badanya. "Aku pergi,"

Yoongi bangun. "Jimin berhenti! Atau aku akan berganti menjadi membunuhmu sekarang juga,"

Jimin kembali tertawa sinis. Dia tidak pernah menduga Yoongi akan mengatakan jika dia akan membunuh Jimin, dia sudah lama tidak mendengar kata itu keluar dari mulut Yoongi untuk dirinya. Sejak dia bertekat untuk terus bersama Yoongi dan mengatakannya Yoongi tidak pernah lagi mengatakan jika akan membunuhnya. Tapi kali ini hanya karena satu wanita yang harusnya sudah mati beberapa hari setelah mereka menikah, dia malah masuk ke perangkap yang dia pasang sendiri. Ini bodoh, Yoongi bodoh. Rasa cinta yang timbul di hati Yoongi itu bodoh. "Jadi ini yang aku dapat Hyung? Kau mengatakan hal itu lagi setelah sekian lama?"

Yoongi menghela nafas. "Jimin aku tidak bermaksud mengata--"

    "Sepertinya kehadian diriku sudah tergantikan oleh satu wanita itu ya? Kerja kerasku selama ini ternyata tidak membuat dirimu menatapku dengan mata berharap bahkan satu kali pun. Kau hanya menghindar mengatakan hal itu padaku, demi dirimu sendiri. Kau memanfaatkanku Hyung!" potongnya.

    "Jimin! Aku cuman---"

   "Jangan seperti itu Hyung! Kau membuat harga diriku terlihat sangat rendah dari perempuan lemah itu. Aku berhak pergi,"

    "Ayolah Jimin jangan seperti itu! Kau itu salah paham!"

    "Salah paham bagaimana Hyung!" pekik Jimin. "Sudah jelas kau lebih milih Chaerim ketimbang menjadi nomor satu di Seoul. Kau lebih memilih Chaerim dari pada mimpimu. Kau lebih memilih rasa sukamu itu dari pada kami. Kau gila Hyung!" Yoongi hanya diam, menatao Jimin. "J-Hope Hyung! Kau lihat kau lihat sekarang dalam luar Yoongi Hyung! Aku pergi, kalau kau masih mempunyai harga diri lebih baik pergi, tinggalkan orang ini,"

FAKE LOVE (TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang