.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kepolisian Seoul
Pukul 08.30
Namjoon mengeleng seraya memijit pelipisnya. Sudah setengah jam setelah dia mencari seseorang yang akan membantunya mencari identitas dari dua orang yang dia dapatkan fotonya. Dari awal Namjoon sudah yakin, haeker paling ahli dan mudah di jangkau olehnya hanya B.I. Tapi lihat saja, Taehyung dengan seenaknya melarangnya meminta bantuan kepada B.I, Namjoon tahu Taehyung ada masalah dengan B.I, Namjoon pun begitu. Tapi bukan kah sudah jelas di larang membawa masalah pribadi ke dalam pekerjaan. Peraturan di kepolisian sangat jelas bahkan itu tergantung di sebuah figura di dinding tempat Taehyung duduk.
Setidaknya jika dia melarang Namjoon untuk mengunakan jasa B.I, seharusnya Taehyung mencarikan orang yang sama seperti B.I untuk dia mintai bantuan, jika seperti ini. Namjoon sangat ke susahan.
"Aku akan telfon B.I!" ucap Namjoon pasrah, tangannya mengambil handphone di mejanya mencari nomor B.I, namun saat dia hampir menelfon B.I handphonenya di rebut seseorang. "Ya! Kembalikan!"
"Namjoon! Kau sudah bilang padaku jika kau tidak akan meminta bantuan padanya!" Taehyung memasukan handphone milik Namjoon ke dalam sakunya. "Cari orang lain!"
Namjoon memukul mejanya. "Kau carikan untukku! Aku sudah mencarinya semenjak setengah jam yang lalu! Kau pikir mencari orang seperti B.I mudah! Mereka sangat tertutup, lagi pula mereka tidak sebaik B.I, mereka tidak bisa aku percaya begitu saja"
"Baru setengah jam dan kau menyerah? Itu motomu?" Taehyung menggeleng tidak percaya.
Namjoon menghela nafas. Berdebat dengan Taehyung memang tidak ada gunanya, dan sikap Taehyung yang membalasnya seperti itu! Itu membuat Namjoon sedikit kesal. Namjoon kembali duduk di kursinya. Melipat tanganya di dada. "Baik! Begini saja! Aku sudah sangat sering pergi kerumah di saat jam kerja, aku akan mencari orang yang akan mencarikan identitas dua orang ini. Tapi aku mau kau ke sekolahan Chaerim, jemput dia, antarkan dia ke rumah sampai selamat,"
"Benarkah? Kau serius? Kau tidak bercanda,kan?" tanya Taehyung dengan wajah berharapnya.
"Iya! Jangan banyak bicara, cepat pergi ke sana sebelum Chaerim kenapa-kenapa,"
Taehyung mengangkat tanganya, hormat pada Namjoon. "Siap laksanakan! Saya akan menjaga Chaerim dengan jiwa dan ragaku," Taehyung langsung pergi dari sana, bahkan sempat berteriak kegirangan di luar.
"Dasar gila! Sekarang bagaimana caraku mencari orang yang akan membantuku," Namjoon melihat Seokjin.
"Hyung, kau mau membantuku,"
♣️♥️♦️♠️
Taehyung berdiri di depan bangunan yang berdiri tegak sejak sepuluh tahun itu. Bangunan yang di namakan sekolah itu sudah terkenal semenjak dia berdiri, mewah, bangunan yang lebar, tingkat, fasilitas lengkap. Kekuranganya tidak semua orang bisa masuk ke sana, hanya orang kaya, terkenal, dan pintar yang masuk dari beasiswa.
Contohnya Chaerim.
Taehyung tersenyum pahit, dulu dia sangat berharap masuk ke sekolah megah ini, ibunya dan ayahnya bahkan mendukungnya, tapi selain kurangnya kepintaraan pada dirinya, ayah ibu Taehyung malah bercerai sebelum menepati janji mereka yang akan mendukung Taehyung masuk ke sekolah ini. Memang takdirnya bukan masuk ke sekolah ini.
Tak lama bel sekolah berbunyi, sedikit membuat Taehyung terkejut, dia membenarkan jaket hitamnya dan rambutnya, jujur saja walaupun pakaian kepolisiannya tidak dia pakai, dia masih tampan. Saat gerbang di buka, siswa dan siswi keluar dengan tertib, Taehyung tetap diam berdiri menunggu Chaerim keluar. Beberapa siswi yang lewat melihatnya intens, berbisik mengenai Taehyung, Taehyung hanya tersenyum kepada siswi tersebut namun mereka malah berteriak tidak jelas. Entahlah Taehyung tidak mengerti.
KAMU SEDANG MEMBACA
FAKE LOVE (TAMAT)
Action[HARAP FOLOW SEBELUM MEMBACA, PLAGIAT JANGAN MAMPIR. HUS HUS] ******* Seri BTS 2 Di sini BTS jadi mafia dan polisi. Kim Chaerim Song Nina Lee Junghon Mafia : Min Yoongi Jeon Jungkook Park Jimin Jung Hoseok Polisi : Kim Namjoon Kim Seokjin Kim Taehyu...
