Pada akhirnya Ana diantarkan oleh Yuhi ke barak ekstrakurikuler English Club untuk menemui Angel dan memberikan baju olahraga yang sengaja Angel titip ke Ana karena tasnya yang kelewat penuh.
"Ada Angel gak?" tanya Ana.
"Nggak ada... belum balik sih, tadi keluar."
"Oke, makasih ya."
Ana dan Yuhi menukar mata mendengar teman yang satu ekskul dengan Angel bilang gadis itu tidak ada. Sebenarnya mereka tidak bertanya kenapa Angel belum kembali padahal mereka berjalan pulang ke barak bersama-sama. Sekarang mereka hanya bisa menebak-nebak sendiri karena malas berbasa-basi.
"Tuh, Angel."
Angel akhirnya datang juga, berjalan lambat sambil menunduk dan terlihat begitu lemas. "Jel.... Lo kenapa?" tanya Yuhi, sedikit khawatir.
Angel tiba-tiba meraih tubuh Yuhi dan memeluknya erat. "Gue galau, Hi," keluhnya.
Mendengar keluhan itu Ana tertawa, merasa tak percaya. "Apaan sih, serius?" tanyanya, ingin tahu lebih jelas penyebab Angel jadi seperti ini, karena biasanya tidak pernah begini.
"Iya serius. Kalian tau kan dari kemaren gue belom ketemu sama Kak Mark? Sekalinya ketemu dia buru-buru pergi. Dia bahkan gak balas chat gue dari kemarin." Setelah bicara begini Angel mulai meneteskan air mata.
"Loh, kok lo nangis, Jel?" Ana semakin tidak mengerti.
"Hei, ayolah. Ini cuma gara-gara gak ketemu sama Kak Mark kan kasusnya? Lo nangis cuma gara-gara itu?" Yuhi mengintrogasinya, semakin menekan nada bicaranya berharap Angel hanya bergurau.
"Nggak juga, sih. Gue ngerasa, kalo kita tuh udah gak cocok." Tiba-tiba juga Angel menuturkan kalimat dengan pemikiran yang sangat jauh.
"Eh, kok?" Yuhi dan Ana saja sampai kebingungan mendengar ucapan Angel yang satu itu.
***
Sedangkan laki-laki yang sedang Angel bicarakan, tentu sedang sangat sibuk mengurusi kegiatannya sebagai senior. Sekarang Mark tengah berjalan memasuki barak bertuliskan extrakulikuler Paskibra.
EXTRAKULIKULER PASKIBRA SMA 5 KUSUMA JAYA. GARDAPATI PADMA.
Anggota:
01. Abdul Jisung
02. Anastasya Herin
03. Gea Tiritania Anwar
04. Indira Dwi Chani
05. M. Bomin Saputra
06. M. Hyunjin
07. Muhammad Haechan Subekti
08. Pramudya Jaemin Nababan
09. Rajeno Putra Aditya
10. Rendy Juniko
11. Sanha Abdillah
12. Setiono Felix Darmono
13. Steven Eric Jultian
14. Sunwoo Permana
15. Teuku Chenle
Saat Mark memasuki ruangan, seluruh nama yang tertera di pintu barak berdiri tegap menghadap padanya. "Kepada, ketua Paskibra! Hormat gerak!" Haechan mengambil alih untuk berkomando.
Mark yang berperan sebagai ketua Paskibra itu hanya sekilas mengangkat tangannya membalas hormat mereka. "15 menit ganti baju. Setelah itu langsung baris selang-sekar di lapangan," titahnya.
Semua adik-adik juniornya hanya mengangguk tanpa suara, merasa paham. Di dalam tata-krama Paskibra segala perintah adalah komando, harus dilantangkan jika paham. Namun, para junior terkadang masih lupa dengan tradisi di dalam ekstrakurikuler yang tegas nan serius ini. Akhirnya Mark menarik nafas untuk memberi teguran. "Mengerti?" sentaknya.
"Siap. Mengerti, Kang!"
Setelah selesai dengan Paskibra, Mark yang adalah anggota panitia juga harus mengurus kegiatan yang lain. Selain menduduki jabatan ketua Paskibra, dirinya juga anggota panitia pelaksanaan pelantikan ini yang dikelola oleh OSIS. Maka dari itu, wajar jika tidak banyak waktu luang yang ia berikan kepada Angel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Putih Abu! The Origin 2018
Romantik"Kalau masa SMA lo cuma putih abu aja, coba diteliti ulang. Siapa tau warna lain lagi sembunyi di suatu tempat!" @Nadarayoo, 2018
