Putih Abu #Duabelas

2.6K 128 24
                                        

Sepulang sekolah, para gadis belum kunjung melangkah ke rumah masing-masing karena masalah kejadian Bara dan Renjun di UKS. Ditambah lagi hari ini adalah jadwal untuk latihan rutin extrakurikuler.

"Guys, hari ini gue mau gabung sama Marching." Gea datang memasuki ruang kelas 10 Bahasa 1 sambil tersenyum. Lalu, sadar kalau suasana sedang haru, gadis itu mengganti raut wajahnya seketika. "Maudy kenapa?" tanyanya seraya berlari menghampiri.

"Panjang ceritanya," kata Lili, sambil menunduk tidak mau ikut campur.

Di tengah suasana hening, Bara sang pemeran utama datang dengan senyuman. "Eh temen-temen, kita mulai pemanasan aja yuk langsung!" Tanpa punya rasa bersalah, gadis itu dengan santainya mengambil alih memerintah mereka semua.

Yuhi yang sudah tidak tahan lagi, beranjak dari kursinya. "Heh, lo tuh watados banget sih!" sentaknya seraya mendorong tubuh Bara cukup kencang, sampai hampir tersungkur ke belakang.

"Hi, sabar ih.... Udah gak usah pake emosi." Ana menarik tangan Yuhi untuk melerai temannya yang sedang memenuhi emosinya itu.

Bara yang tak terima, menampakkan senyum miring. "Kok lo kasar gitu sih, Hi?" tanyanya dengan sentakan sambil berjalan mendekati Yuhi dan Ana.

"Tanya sama diri lo sendiri, anjing!" Suasana kelas 10 Bahasa 1 jadi semakin hening, hanya fokus menontoni perkelahian Bara dan Yuhi yang berucap semakin lama semakin keras dan kasar.

"Gue punya salah apa sih sama lo!"

"Bukan sama gue, tai...! Suka pura-pura bego gini dah, heran gue sama lo...! Dikit-dikit sok malaikat, dikit-dikit baper, kayak bocah lo tuh...!"

"Guys udah... berantem gak bakal nyelesein masalah. Dari pada gak enak didenger ekskul lain mendingan kita pemanasan aja dulu. Kak Irene dateng 15 menit lagi." Sebagai ketua yang baik, Gina menginstruksikan mereka semua agar segera berhenti.

***

Sejenak suasana kembali tenang. Maudy yang belum merasa baik tentu saja memilih untuk bergabung bersama para anggota ekstrakurikuler Marching Band Colorguard agar suasana hatinya cepat pulih.

"Ge, emang lo gak Paskib?" tanya Ana pada Gea yang sepertinya memang serius akan bergabung dengan ekskul Marching Band ini.

Gea menarik badan Ana, lalu berbisik. "Gue beneran mau keluar Paskib," bisiknya, dibalas anggukan paham dari Ana. Pantas saja sedari tadi Gea terlihat sangat bersemangat mengikuti latihan, ternyata memang itu tujuannya.

***

Sejenak para gadis Colorguard ini mengambil istirahat sambil menunggu senior yang ternyata belum kunjung datang setelah 20 menit pemanasan.

Saat sedang bersantai di bawah pohon sambil meneguk air. Herin dengan pakaian latihan Paskibra datang menghampiri Gea. "Ge, lo gak serius mau keluar kan?" tanya gadis itu, akhirnya tak sengaja didengar oleh para gadis Colorguard.

Gea melirik Ana dengan ekspresi sedih. Memberikan kode kalau dirinya tak tahu harus menjawab apa. "Sorry, Rin. Gue kayaknya gak cocok di Paskib," jawab Gea dengan nada pelan.

Tiba-tiba Herin meneteskan air mata, membuat mereka yang melihatnya tentu jadi terkejut. "Lo mau ninggalin gue sendirian? Tega banget, Ge... gue gak mau sendirian di Paskib." Gadis itu tergeletak di atas tanah sambil menunduk menyembunyikan wajahnya di kedua kaki Gea.

"Lo gak sendirian, Rin. Angkatan kita kan lumayan banyak." Gea menenangkan.

Tapi Herin malah semakin tak mau. "Banyak cowoknya! Ceweknya?"

Gea kembali bungkam. Pasalnya anggota perempuan di sana memang hanya mereka berdua saja. Maka jika salah satu dari mereka ada yang mengundurkan diri, otomatis satu yang tersisa akan menjadi anggota Paskibra perempuan satu-satunya yang jadi bulan-bulanan senior.

Putih Abu! The Origin 2018Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang