Putih Abu #Enambelas

2.4K 126 8
                                        

Sesampainya di rumah, Jaemin membuka pintu dengan kasar, membuat penghuni rumah terkejut. "Jaemin, pelan-pelan. Bunda kaget, tau!" seru Bunda Jaemin yang sedang hamil.

Mendengar ucapan ibunya, Jaemin tak merespons apa pun. Laki-laki itu langsung masuk ke kamar, lalu menutup pintu dengan kasar pula. Hina yang heran dengan kelakuan saudara jauhnya ini, tentu saja tak tinggal diam. "Hina tanya dulu ya, Bun," ucap gadis itu, langsung disetujui anggukan Bunda.

Hina mengetuk pintu kamar Jaemin, lalu memilih memasukinya tanpa peduli diizinkan atau tidak. "Jaem, gue masuk, nih," katanya dari celah pintu.

Sebuah bantal Jaemin lemparkan ke sembarang arah... Hina terkejut. "Keluar!" sentak laki-laki itu yang sejak tadi menahan emosi. Segera Hina keluar, lalu menutup pintu kamar Jaemin rapat-rapat.

"Kenapa, Hina?"

"Gak tau, Bun. Kayaknya Jaemin lagi ngamuk gitu. Matanya merah kayak mau nangis."

Mendengar laporan dari Hina, Bunda mulai khawatir. Putranya, seorang Pramudya Jaemin Nababan, tidak pernah pulang ke rumah dalam keadaan seperti itu dan jarang sekali marah, kecuali kalau sedang bertengkar dengan Lili.

"Berantem sama Lili kali, ya?" Akhirnya Bunda menebak, diiringi ekspresi bingung dari Hina yang tak tahu apa-apa.

"Lili siapa, Bun?"

Bunda terkejut mendengar pertanyaan itu. "Loh... kamu gak tau Lili, Hina?" Ada gelengan kepala dari Hina menjawab pertanyaan Bunda. "Lili itu pacarnya Jaemin. Orangnya cantik, baik, terus kalau ngomong suaranya lembut banget itu loh."

Penjelasan Bunda yang cukup berlebihan itu membuat Hina terdiam. Selama ini ia tidak tahu kalau Jaemin sudah punya pacar. Namun, ciri-ciri tersebut merujuk pada seorang gadis yang pernah dilihatnya bersama Jaemin di area parkir sekolah. Gadis yang cantik, baik, lembut, persis sekali seperti yang digambarkan oleh Bunda.

"Pantesan Jaemin suka gak mau pulang bareng gue," gerutu benak Hina sambil meraih ponselnya.

Hina: Bara lo kok gak bilang Jaemin udah punya pacar? Katanya gapapa pulang sama Jaemin tiap hari. Gue jadi gak enak sama pacarnya, nih.

Baranita Pd: Wkwk emang udah sampe putus?

Saat masih membaca pesan dari Bara dengan heran, Hina melirik Bunda yang masih khawatir.
"Mendingan kamu tidur gih. Biar Jaemin gak marah-marah lagi sama kamu," saran Bunda. Ingat sekali kalau setiap pagi belakangan ini selalu mendengar keluhan Jaemin soal Hina yang lamban saat bersiap ke sekolah.

"Besok Hina naik angkot aja, Bun."

"Nah, gitu dong. Kamu kan udah lumayan lama di sini... masa belum hapal-hapal jalan ke sekolah."

Hina mengangguk, sadar ucapan Bunda ada benarnya. Selama ini, Bara yang selalu menyuruhnya berangkat ke sekolah bersama Jaemin karena katanya wajar kalau saudara yang tinggal serumah berangkat bersama. Dan posisi itu adalah posisi di mana Hina tidak tahu kalau Jaemin sudah punya pacar.

"Besok Hina mau minta maaf sama pacarnya Jaemin, Bun. Kayaknya Hina yang bikin mereka berantem."

Ucapan itu membuat Bunda Jaemin tersenyum. "Iya, ide bagus. Bilangin juga... Bunda gak mau Lili berantem sama Jaemin, karena Bunda juga sayang sama Lili. Gitu, oke?"

Hina sedikit terkejut menyadari kalau tantenya ini ternyata sudah dekat dengan gadis yang dikencani Jaemin. Berarti selama ini kehadirannya benar-benar sangat mengganggu.

###

Pagi hari di SMA 5 Kusuma Jaya, sedang hangat telinga orang-orang dengan gosip terbaru. "Eh, Lili sama Jaemin putus?"

Putih Abu! The Origin 2018Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang