Suara-suara ayam yang berkokok akhirnya terdengar lantang di pagi hari, disusul dengan azan subuh yang sungguh indah ... jaraknya begitu dekat dengan riuh kokok ayam. Memberi ketenangan setelah semalam harus menghadapi mati lampu sekitar 3 jam.
"Akhirnya lega juga." Maudy yang menahan kencing dari tengah malam akhirnya merdeka juga.
"Kalo udah pagi, suasananya beda banget ya." Lili berkata sambil menaruh mukena di karpet masjid.
"Gue kan udah bilang, sebenernya pelantikan itu seru. Cuma melemnya aja yang serem," kata Bara, lalu pergi keluar masjid untuk mengambil air wudhu.
Kali ini Gea ikut bergabung dengan para gadis untuk melaksanakan sholat subuh bersama, kecuali Angel yang bukan seorang muslim, dan Yuhi, Ana yang sedang tidak boleh menjalankan ibadah.
***
"Gimana kemaren, bisa tidur gak?" Tanya Angel, demi untuk mengobrol dengan teman-temannya jadi rela membantu Ana dan Yuhi membereskan barak Marching Band Colorguard pagi-pagi begini.
"Boro-boro tidur. Yang ada gue sibuk ngejaga nih pembalut supaya gak bocor," jawab Yuhi.
"Hahaha... lagian lo hari pertama sih, Hi. Gue bisa tidur nyenyak karena udah hari terakhir." Celetuk Ana sambil mengemasi baju yang akan ia pakai setelah membersihkan tubuhnya nanti.
"Iya nih, sial banget ya." Yuhi menyapu debu-debu lantai keluar dari ruangan meski sambil mengeluh.
Setelah membereskan barak, tiga gadis ini berjalan ke tempat pemandian untuk perempuan. Berbeda dengan toilet, pemandian ini hanya untuk mandi dan merendam diri di air panas.
***
Pukul 07:00 pagi, para peserta pelantikan berkumpul di lapangan dengan seragam PDH ciri-khas masing-masing ekstrakurikuler. PDH adalah pakaian dinas harian yang ketentuannya mutlak meskipun setiap ekskul punya desain yang berbeda-beda.
"Wow, anak Colorguard tuh cakep-cakep ya ternyata," celetuk Sanha, masih ingat si mantan pacar Bara?
"Ya iya lah, apalagi cewek gua," sahut Haechan disertai rangkulan sadis pada kawan satu ekskulnya itu.
Jeno melirik ke barisan para gadis ekskul Marching Band, tepatnya tim Colorguard di samping barisan tim perkusi. Ternyata ia ikut penasaran mendengar Sanha membahas rasa kagumnya kepada para gadis itu. Dan memang benar saja, mereka lebih cantik dari sekedar kata cantik untuk seukuran teman seangkatan pikir Jeno.
PDH yang dikenakan tim Colorguard adalah rok merah muda dengan panjang sedikit di atas lutut untuk memudahkan mereka jika harus memegang tongkat bendera yang disebut Colorguard tersebut. Bersama baju bahan berwarna putih lengan pendek yang terlihat cocok dengan rok merah mudanya.
"Kenapa sih, warna roknya harus pink?" Jaemin ikut dimabuk kepayang menatap pemandangan indah di barisan sebelah kiri ekskul Paskibra ini.
"Namanya juga pemain bendera warna-warni, ya harus enak diliat lah... makanya pake warna pink," sahut Renjun beserta mata tanpa kedipan miliknya.
"Emang Paskib, apa-apa item!" Sentak Gea membuat lamunan para laki-laki Paskibra ini pecah, lalu menoleh ke arahnya. "Apa? Wajar kan kalo suatu saat gue pindah ke sana?" tambah gadis itu, terdengar kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Putih Abu! The Origin 2018
Romans"Kalau masa SMA lo cuma putih abu aja, coba diteliti ulang. Siapa tau warna lain lagi sembunyi di suatu tempat!" @Nadarayoo, 2018
