Putih Abu #Tigabelas

2.5K 139 28
                                        

Lili buang muka, tak mau melihat adegan di lantai dua. "Ayo sholat keburu masuk." Ia mengubah topik pembicaraan, lalu dengan perasaan campur aduk berjalan mendahului mereka semua untuk pergi ke mushola.

Ana menggali otaknya, berpikir keras mengapa Jaemin berada di atas sana berduaan saja dengan gadis lain? Sepengetahuannya, laki-laki itu adalah tipe laki-laki yang setia dan sangat lengket pada Lili. Selama ini Jaemin tidak pernah berbuat onar dan selalu tentram saja kan, lalu mengapa tiba-tiba?

Masalahnya, hari ini sudah terlalu penuh drama untuk satu orang. UKS kemarin, Maudy yang putus dengan Renjun, lalu sekarang ini? Ana berharap semoga ini hanya basa-basi kantin, karena kalau sungguhan, korban berikutnya yang paling merasakan sakitnya pasti Lili. Dan Ana tidak yakin hati temannya itu masih punya jatah untuk ditusuk lagi.

Tiba di mushola, para gadis berpapasan dengan Maudy. "Lo semua lama banget sih?" Ia sudah menyelesaikan ibadahnya, sedang melipat mukena dengan santai. Menyadari Lili tak berkata apa pun, tentu ia jadi bertanya-tanya.

Para gadis menggelengkan kepala menyadari kode tanpa suara penuh tanda tanya dari Maudy soal sikap Lili. Kegiatan ibadah jadi agak sunyi karena tidak ada yang dibicarakan, padahal sudah ada topik baru mengenai Jaemin yang mungkin akan menyinggung Lili kalau dibahas terang-terangan.

Saat kembali dari mushola, di sepanjang jalan mereka mendengar percakapan dua orang gadis yang sedang melangkah tepat di depan gerombolan para gadis.

"Eh, emang ada anak baru yah di 10 Mipa 3 ya?"

"Emang?"

"Iya, katanya cantik. Pindahan dari SMAN Jakarta."

Menyaring percakapan dua gadis tersebut, mereka tidak mendapatkan informasi apa pun kecuali Lili yang jadi mulai meraba ke arah negatif.

Sampai di pertigaan jalan, Maudy dan Gea berjalan ke kanan arah tangga karena kelas mereka di lorong yang sama. Di sanalah Lili berjalan mendahului yang lainnya untuk pergi ke kelasnya begitu tergesa-gesa.

Gea dan Maudy berhenti menatap langkah kaki Lili yang semakin cepat hingga tak menjawab lambaian tangan. "Lili kenapa sih?" tanya Maudy, sambil bersandar di sisi tangga.

"Gak tau, ayo ah susulin. Kalian ke atas aja, entar gue kabarin." Mendengar ucapan Ana, akhirnya mereka bergegas pergi ke kelas masing-masing.

Sampai di kelasnya, 10 Bahasa 2, Lili terlihat sedang menenangkan diri dengan bersandar di kursinya. "Lil, lo gak kenapa-napa kan?" tanya Yuhi.

"Gue lagi mikir," kata Lili.

Ana dan Yuhi saling bertatap mata menukar pikiran, tapi tak ditemukan apa pun selain tanda tanya. "Mikir apaan?" tanya Ana.

"Gue lakuin kesalahan gak sih? Lo liat gue nyuekin Jaemin atau apa gitu gak?" Pertanyaan Lili membuat dua temannya itu menggeleng.

"Selama ini lo berdua adem-adem aja dah perasaan. Emang apa yang lo pikirin, Lil?" Ucapan Ana ini malah kembali membuat Lili jadi berpikir keras.

"Gue bingung. Terakhir berantem aja gak tau kapan... kenapa tiba-tiba ada yang aneh?"

***

Jam pulang sekolah tiba. Sebelum itu, Jaemin sudah memberi tahu bahwa sepupunya akan tinggal sementara di rumah keluarga mereka karena orang tuanya bercerai. Lili membuka ponselnya yang terdengar berbunyi menampakkan pesan di layar.

Pramudya Jaemin: Lil sodara gw dri jkt hari ini pindah ke sklh kita
Pramudya Jaemin: Dan karna dia baru didaerah sini jdi gw pulang bareng dia, lo nebeng yuhi aja ya sehari ini doang deh janji.

Putih Abu! The Origin 2018Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang