Kilatan cahaya dilangit gelap dan gulita menemani kesendirian Dira kali ini. Gadis itu tengah berkutat dengan layar laptopnya, sambil menggunakan kacamatanya, ia mulai mengetik rangkuman tugas kuliahnya dengan fokus.
Saat tengah menikmati menyelesaikan tugas kuliahnya, ponsel Dira berdenting dan menampilkan notifikasi di pop-up. Dan ternyata notif itu dari ketiga sahabatnya yang ternyata mengajaknya untuk hangout ke Central Park Mall. Tanpa basa-basi Dira mengiyakan ajakan ketiga sahabatnya.
Lalu ia mulai menyimpan data dilaptopnya, dan segera mematikan laptopnya. Setelah itu ia mulai mengganti pakaiannya.
***
"Gimana, kuliah lo?" tanya Cindy saat mereka sedang berada disebuah restoran jepang.
Dira tersenyum tipis, "Lancar-lancar aja. Lo bertiga gimana?"
"Gue tinggal nunggu penempatan buat magang sih. Gue bakalan magang di Bali selama 6 bulan, dan akan dimulai minggu depan. Makanya gue sibuk siapin ini-itu." ujar Resti, dan mendapati anggukan ketiga sahabatnya.
"Sedih. Berarti kita nggak bisa kumpul full team untuk 6 bulan kedepan dong." Tiara merajuk. Sedangkan yang lainnya hanya memasang wajahnya yang sedih.
"Bytheway, gimana Orang Tua lo, Ra? Masih betah di Aussie?" tanya Resti tiba-tiba.
Dira mengangguk, "Masih. Soalnya perusahaan mereka lagi maju-majunya disana. Untung gue jadi pindah kuliah ke Bandung. Kalau engga, bisa mati mendadak karena sendirian gue disana. Orangtua gue sibuk terus sama pekerjaan mereka. Gue pasti ditelantarin, lah." Mereka mengangguk-anggukan kepalanya, menyimak.
"Iya juga, sih. Gue sempet kaget tahu nggak! Pas dapet kabar kalau lo bakalan pindah kuliah ke Bandung. Kita bertiga langsung teriak kegirangan. Gila lo, Ra. Kalau ngasih tau mendadak terus." tukas Cindy sambil menyantap makanannya.
Dira terkekeh pelan, "Ya gue kan mau bikin surprise buat lo bertiga. Sorry deh sorry. Abisan, gue terlalu excited karena bakalan kembali ke Indonesia, dan ketemu kalian lagi!"
"Kita juga seneng banget lo balik kesini, Ra." lalu merekapun berpelukan, melepas rasa rindu yang teramat dalam. Karena hampir satu tahun lebih mereka tidak bertemu dengan Dira. Dan saat mendapati kabar kalau Dira akan kembali ke Indonesia, mereka bahagianya bukan main.
Dan berbicara soal Dira, pasti akan selalu tersangkut pautkan dengan Devano. Pertanyaannya sekarang adalah, dimana Devano? Apa kabarnya sekarang?
Devano kini semakin terlihat dewasa. Wajahnya yang tampan, tubuhnya yang atletis, kulitnya yang putih, dan alisnya yang tebal, membuat para senior, junior, bahkan sesama angkatannyapun jatuh cinta dengannya.
Sebenarnya Devano berkuliah ditempat yang sama dengan Dira. Yaitu di Unpad, Bandung. Tapi Devano selalu menghindar jika bertemu Dira dikampus. Bukan pengecut, tapi hanya saja belum ada waktu yang pas untuk ia berbicara dengan Dira. Lagipula, ia juga bingung bagaimana cara memulainya.
Haruskah ia langsung menghampiri Dira, dan meminta maaf pada gadis itu? Tentu saja tidak. Dira yang dulu bukanlah Dira yang sekarang. Devano menyadari perubahan Dira yang signifikan.
Dira semakin dewasa, dan juga semakin dingin. Gadis itu bahkan tak punya teman di kampusnya. Sedangkan Devano sudah memiliki geng pertemanan yang biasa ia punya saat SMA dulu. Geng Mahasiswa Tertampan di Kampus. Yang beranggotakan hanya 3 orang, yaitu; Devano, Calvin, Kiano.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine [TAMAT]
Teen FictionBerawal dari kedatangan tamu spesial yang tidak lain dan tidak bukan adalah teman dekat sang Ayah, yang mengharuskannya menampung seorang anak remaja perempuan yang beranjak dewasa yang seumuran dengannya di Rumahnya. Pasalnya teman dari Ayahnya itu...
![Mine [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/129195031-64-k837311.jpg)