Chapter 13

80 7 0
                                    

Ha Na masuk ke dalam kantornya, dan menemukan sebuket bunga disana. Ia tersenyum, mengira itu dari Seok Jin.
Dasar... padahal kan baru bertemu ucap Ha Na berbunga, namun ketika melihat surat pengirimnya, ia yakin itu dikirim oleh Yoon Gi.

'Sudah kubilang kau pasti bisa.' Tanpa nama pengirim. Hati Ha Na kembali berdegup kencang. Ia melihat ke arah Yoon Gi yang sekarang sibuk melihat layar laptop di hadapannya. Pria itu kemudian mengangkat telpon dan berbicara, kemudian melanjutkan pekerjaannya.

Yoon Gi yang sudah capek melihat layar laptop terus-terusan, meregangkan tubuhnya dan matanya bertemu dengan Ha Na. Ia melihat wanita itu memandangnya sambil memegang buket bunga yang ia pesan di sekretaris Jung. Ia kemudian tersenyum, bingung karena Ha Na tidak berkedip memandanginya. Ia melambaikan tangan dan wanita itu seakan kembali dan balas tersenyum. Menyadari ia masih ada kerjaan ia kembali duduk dan Ha Na memperhatikannya.

Yoon Gi yang dulu dingin, entah kenapa terasa hangat. Ia jadi khawatir dengan perasaannya. Ia takut jatuh cinta pada orang yang salah. Ia takut Yoon Gi melakukan semua hal manis ini bukan karenanya. Makanya, ia tetap akan terus bertahan tanpa perasaan seperti ini pada lelaki itu.

Ia tidak ingin hubungan mereka lebih canggung jika ia menyukai Yoon Gi. Ha Na kemudian berbalik dan mengemasi barangnya. Ia segera pulang karena kerjaannya masih banyak di rumah. Ia mengirim pesan ke Yoon Gi.

'Aku pulang duluan. Tolong beli lauk kalau pulang nanti.'

***

Saat Yoon Gi pulang, ternyata ibunya datang berkunjung. Ia menyapa ibunya, dan tangan hangat ibunya langsung merangkulnya seraya mendaratkan beberapa ciuman ke pipinya. Serasa sudah lama ia tidak melihat anaknya. Setelah itu, ibunya mengeluarkan dua tiket pesawat. Yoon Gi menerimanya dan melihat tujuannya, Venice Italy. Yoon Gi dan Ha Na saling berpandangan.

"Seharusnya ibu bilang dulu padaku. Aku harus mengurus cuti kantor." Ucap Yoon Gi.

"Aku sudah memberi tahu ayahmu, kok. Kau tinggal pergi hari itu." Kata ibunya dan tersenyum.

Dibandingkan Ye Na, ibunya lebih menyukai Ha Na. Untunglah Yoon Gi menikahi perempuan itu. Karena bagi ibunya Kang Ye Na tidak sepadan bagi Yoon Gi, dan karena hal itu Yoon Gi dulu sering bertengkar dengan ibunya. Namun setelah menikahi Ha Na, ibunya menjadi begitu manis, dan terlihat tenang.

"Berikan aku cucu." Ucap ibunya menyipitkan matanya melihat ke arah Yoon Gi dan Ha Na. Seketika mereka berdua salah tingkah.

"I-ibu! Tidak mungkin secepat itu. Ibu ada-ada saja." Ucap Yoon Gi spontan.

"Iya ibu..." tambah Ha Na. Wanita itu sangat terkejut.

"Yasudah... kalau begitu ibu pulang dulu." Kata ibunya dan ingin beranjak, namun Ha Na mencegatnya.

"Ibu ayo makan dulu. Mumpung disini, sekalian saja makan malam." Ucap Ha Na tapi sang ibu menolak, mengatakan ia masih harus mengurus suaminya dan satu anaknya yang belum menikah membuat Ha Na terkikik geli. Ibu Yoon Gi orang yang lucu, persis seperti ibunya.

Setelah ibu Yoon Gi pulang, Ha Na langsung melirik Yoon Gi khawatir. "Jangan macam-macam, ya!" ucap Ha Na dan masuk ke dalam, diikuti Yoon Gi yang tersenyum jahil.

"Macam-macam apanya?" tanya Yoon Gi memperhatikan gerak-gerik Ha Na yang canggung.
"Pokoknya jangan macam-macam!" ucap Ha Na ketus dan berbalik, tidak ingin Yoon Gi melihat mukanya yang merah.

"Lagipula kita sudah melakukannya. Malam kemarin waktu kau mabuk." Ucap Yoon Gi bercanda.
"Yah! Kau bilang kan tidak ada apa-apa!" sanggah Ha Na.
"Aku kan bilang mungkin..." ucap Yoon Gi dan tersenyum penuh kemenangan. Ha Na kembali berbalik, dan tanpa sadar ia menyenggol gelas kaca hingga pecah.

Real Arranged Marriage [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang