Chapter 26

82 8 0
                                    

Mereka akhirnya pulang ke rumah, dan Ha Na langsng menuju kamar, tidak mengatakan apapun lagi pada Yoon Gi. Yoon Gi hanya bisa diam melihatnya.

Semenjak kemarin, rumah mereka terasa kosong. Ha Na tidak lagi ceria seperti biasanya, dan hal itu yang sangat dirindukan oleh Yoon Gi. Yoon Gi hanya menyiapkan makan malam. Membuatkan sup untuk Ha Na, dan membawanya ke kamar mereka. Yoon Gi membangunkan Ha Na dan wanita itu hanya menurut dan menghabiskan makanannya. Yoon Gi hanya bisa menatapnya ia ingin Ha Na kembali seperti dulu, ia ingin Ha Na kembali memandangnya.

"Ha Na-ya..." panggil Yoon Gi. Ha Na terdiam, dan hanya menatap nanar wajah suaminya dihadapannya.

"Aku... akan mengikuti apa yang kau katakan. Jadi tolong, bisakah kau bicara padaku? Apa saja... kumohon bicaralah padaku. Aku rindu... " ucap Yoon Gi, hatinya terasa hancur. Didiamkan seperti ini bagai neraka untuknya.

"Baiklah." Ucapan Ha Na membuat Yoon Gi mengangkat kepalanya, memandang Ha Na penuh harap. Secercah senyum terlukis diwajah pria itu.

"Aku pernah berjanji untuk tidak meninggalkanmu, dan sudah kutepati sampai saat ini. Jadi bisakah aku minta satu hal darimu oppa?" tanya Ha Na. Yoon Gi memasang senyumnya,

"Apa itu?" tanya Yoon Gi.

"Tolong tinggalkan aku." Ucap Ha Na dan menarik selimut lalu menidurkan dirinya di atas kasur, meninggalkan Yoon Gi yang masih shock mendengar perkataannya barusan.

Yoon Gi tidak percaya akan apa yang didengarnya sekarang. Jadi karena itu Ha Na tetap ada disisinya? Hanya karena ia terikat dengan janji itu sampai-sampai meskipun ia sudah mengetahui kebenarannya ia tidak mau meninggalkan Yoon Gi?

Hati Yoon Gi berkecamuk, ia meremas kasar rambutnya, dan kembali menatap Ha Na yang terlihat tenang dalam tidurnya.

Maaf... Aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak bisa meninggalkanmu Ha Na-ya... ucap Yoon Gi, terus menatap istrinya yang kini tertidur di sampingnya.

***

Esok tiba, dan ketakutan Yoon Gi pun menjadi kenyataan. Ha Na tidak ada di sampingnya. Ia mengusap bagian kasur yang sering ditiduri Ha Na. Wangi wanita itu masih ada di sana, namun dirinya sudah pergi. Yoon Gi menyesali semuanya. Perjanjian konyol yang dibuatnya bersama ayahnya dan berakhir dengan sakit hati seperti ini.

Segera Yoon Gi menelpon Ha Na, namun tidak diangkat, sesuai dugaannya. Yoon Gi menelpon orang tua Ha Na, ingin menjemput istrinya di sana, namun Ha Na katanya tidak pergi ke sana. Lalu kemana dia?! Yoon Gi mendadak pusing. Ia tidak ingin terjadi hal yang buruk pada Ha Na.

Ia kemudian berusaha menelpon teman dekat Ha Na yang ia ketahui namun Ha Na tidak memberitahu mereka keadaannya sama sekali. Saat ia putus asa, ia menelpon Hyungnya, dan lelaki itu kaget setengah mati.

Sudah beberapa hari Ha Na menghilang dan tidak ada kabar, kakak beradik itu bertemu di kantor. Yoon Gi kelihatan kacau dan Seok Jin terlihat bersalah dan khawatir.

"Jadi... Ha Na dimana?" tanya Seok Jin berharap Yoon Gi sudah menemukan keberadaan wanita itu tapi nihil.

"Tidak tahu." Ucap Yoon Gi dan menatap nanar kopi yang ada di depannya.

"A-aku... minta maaf." Ucap Seok Jin terbata-bata. Ia benar-benar tidak mengira Ha Na akan pergi meninggalkan mereka.

"Minta maaf untuk apa? Lagipula Hyung menceritakan fakta. Dia memang pantas marah. Ini semua salahku." Ucap Yoon Gi lagi. Masih meihat ke arah kopinya.

"Bukan. Ini bukan salahmu. Aku yang menolak perjodohan itu dan mengusulkannya ke ayah. Dan akhirnya ayah mengancammu seperti itu." Ucap Seok Jin lagi. Yoon Gi terdiam sejenak, berusaha mencerna perkataan Seok Jin.

Real Arranged Marriage [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang