Chapter 20

75 9 0
                                    

Seok Jin mulai gencar dengan aksinya. Ia mulai terlihat begitu dekat dengan Ye Na, semata-mata agar Yoon Gi cemburu. Tapi makin Yoon Gi melihatnya, makin Yoon Gi merasa muak. Lagipula Ye Na baginya sekarang hanya teman, tidak lebih dari itu. Bahkan apapun yang Ye Na lakukan saat ini, mendekati Hyungnya kini sudah tidak ada efeknya bagi Yoon Gi. Sesekali Yoon Gi memperhatikan mereka, hanya karena Yoon Gi ingin mereka berhenti menyakiti hati Ha Na.

Malam ini akan ada pertemuan keluarga Ye Na dan Seok Jin. Yoon Gi jadi makin geram. Ia tidak percaya mereka benar-benar akan berbuat sejauh ini. Sampai mengadakan pertemuan keluarga segala untuk tunangan ini, yang Yoon Gi ketahui adalah rencana Seok Jin untuk membalasnya.

Yoon Gi yang mendapat berita itu memilih pulang cepat untuk mengikuti pertemuan keluarga nanti malam. Bahkan ayahnya juga menyuruh Yoon Gi mengajak Ha Na, membuatnya tidak bisa menolak. Ia hanya bisa mendesah napas, bersiap-siap melihat Ha Na yang akan disakiti lagi oleh kakaknya sendiri.

"Pulang cepat? Kenapa?" ucap Ha Na mengambil mantel Yoon Gi dan menempatkannya di gantungan.

"Siap-siap ya." Ucap Yoon Gi. Ha Na masih bingung.
"Kita ikut pertemuan keluarga." Ujar Yoon Gi kemudian.

"Pertemuan keluarga apa?" tanya Ha Na lagi mengekor Yoon Gi menuju kamar.

"Malam ini ada pertemuan keluarga membicarakan pertunangan Hyung. Kita disuruh untuk hadir." Ucap Yoon Gi. Mata Ha Na sontak berubah sendu. Yoon Gi menyadarinya.

"Kalau tidak mau... biar aku.. "ucap Yoon Gi yang langsung dipotong oleh Ha Na.

"Oke. Aku siap-siap di kamar sebelah ya." Ucap Ha Na memaksakan senyumannya dan masuk ke kamar tamu di sebelah kamar Yoon Gi. Yoon Gi hanya bisa mendesah napas melihat punggung Ha Na, kemudian ia pun masuk ke kamar dan bersiap-siap.

Ha Na membuka keran airnya besar-besar, dan tanpa sadar ia menangis. Ia bisa merasakan air hangat mengguyur tubuhnya, namun hatinya seakan beku. Ia ingin belajar untuk ikhlas menerima keadaan. Sekarang dia pun sudah berjanji untuk berusaha mencintai Yoon Gi yang sekarang adalah suaminya.

"Hah... kenapa susah sekali?" ucap Ha Na, berkata pada dirinya sendiri. Ia bisa merasakan air matanya yang mengalir, tapi ia membiarkannya. Lagipula, tidak ada yang melihat kerapuhannya saat ini.

Untunglah matanya tidak bengkak saat keluar dari kamar mandi. Namun matanya yang merah cukup terlihat. Ha Na duduk di meja, memakai make-up sesederhana mungkin dan mengeluarkan dress selutut yang berwarna biru muda yang juga simple namun memberikan kesan elegan. Karena ini acara penting, ia mengambil perhiasannya. Paling tidak ia memakai kalung di acara yang cukup formal ini. Baru saja Ha Na ingin memasang kalungnya, pintunya diketok.

"Ha Na-ya... sudah selesai? Aku masuk ya..." ucap Yoon Gi dan membuka pintu kamar itu dan mendapati Ha Na sedang berusaha memasangkan kalung di lehernya sendiri. Yoon Gi berjalan mendekat.

"Sini kubantu." Ucapnya dan langsung merebut kalung itu dari tangan Ha Na. Wanita itu berdiri, dan Yoon Gi melingkarkan tangannya pada leher Ha Na.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Yoon Gi dan Ha Na mengangguk pelan. Mendengar jawaban Ha Na, Yoon Gi pun mundur. Kemudian ia memberikan dasinya kepada Ha Na.

"Kalau begitu bantu aku juga." Ucap Yoon Gi lagi, dan tanpa komentar apapun Ha Na mulai memasangkan dasi suaminya. Ha Na kembali menjadi Ha Na yang pendiam. Paling tidak untuk malam ini, mengetahui ia akan melihat pemandangan yang tidak ia sukai sepanjang malam.

"Ayo pergi." Ucap Yoon Gi menarik tangan Ha Na yang enggan melangkah, namun akhirnya Ha Na pasrah mengikuti Yoon Gi.

***

Real Arranged Marriage [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang