Chapter 2

118 9 0
                                    

"Jjajangmyeon lagi?! Yah, dia tidak punya uang atau apa?" tanya Jin Ae sembari melihat aneh ke Ha Na yang tersenyum-senyum melihat kotak makanan berisi jjajangmyeon.

"Aku yang bilang suka jjajangmyeon, kok! Lagipula aku tidak ada waktu buat masak. Makanya sering beli jjajangmyeon." Bela Ha Na, sambil tersenyum melihat tulisan,

'Aku tidak sabar membaca lanjutan ceritanya... SJ~'.

Ia sedikit mengendus post-it kuning itu, berharap ada bau parfum Seok Jin yang tertinggal di sana, namun nihil. Yang ada cuma bau bumbu jjajangmyeon gara-gara terlalu lama ditempelkan ke tempat makan tadi. Tapi, saat ini hatinya benar-benar berbunga. Membuatnya semangat menulis kelanjutan cerita romantis yang sudah separuh jalan.

Ia kemudian menggeser jjajangmyeon-nya dengan hati-hati dan kembali mengetikkan ceritanya. Semua kejadian itu tidak terlepas dari penglihatan Seok Jin. Dari balik kaca, jelas terlihat Ha Na sangat senang melihat kirimannya hari ini, membuatnya tersenyum melihat tingkah lucu Ha Na. Namun ia cepat-cepat mengubah raut wajahnya, kembali berkonsentrasi pada Nam Joon yang membacakan jadwal hari ini.

Tiba-tiba tawanya tergelak saat melihat kepala Ha Na yang terbentur saat ingin mengambil pulpen yang jatuh di bawah meja. Nam Joon segera berhenti.

"Apa ada yang lucu pak?" tanya Nam Joon kebingungan sambil menengok ke kanan dan ke kiri. Saat melihat Ha Na mengelus-elus kepalanya sambil meringis kesakitan, tahulah dia kini alasan Seok Jin tertawa.

"Ehem... apa jadwalku selanjutnya?" Seok Jin berdeham, memendam tawanya.

"Setelah ini anda akan bertemu dengan Tn. Shin untuk membicarakan proyek perpustakaan umum pak. " kata Nam Joon menjelaskan.

Masih terlihat Seok Jin menahan tawanya, namun akhirnya menjawab Nam Joon, "Baiklah. Ayo pergi ke tempat janjian."

"Pak... kenapa tidak langsung mengatakannya ke penulis Park saja? Daripada hanya memperhatikannya terus dari jauh seperti ini." Ucap Nam Joon dan kebali mengikuti arah mata Jin melihat gadis itu.

"Hmm... sebenarnya aku sedang mencari waktu yang tepat." Ungkap Seok Jin. Setelah itu, Seok Jin kembali berjalan menuju pintu keluar diikuti oleh Nam Joon yang juga terlihat bahagia melihat bosnya yang sedang kasmaran.

***

BRAAAAKKKK!

"Apa-apaan ini hah?! Anak kedua perusahan Penerbitan K berkencan dengan kaum rendahan?! Apa tidak cukup kau ditangkap polisi beberapa kali gara-gara mabuk dijalanan, sekarang kau ingin terkenal dengan kisah cintamu?! Sudah kubilang untuk segera kembali ke rumah. Kali ini, tidak akan ada ampun bagimu!"

Dan kembali lagi. Yoon Gi dihadapkan dengan ayahnya yang marah. Namun kali ini Yoon Gi sedikit takut. Bukan karena dirinya, tapi karena Ye Na terlibat cukup dalam.

"Ayah! Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Ye Na! Jangan pernah ayah berani menyentuhnya!" ucap Yoon Gi tak kalah keras dari suara ayahnya.

"Terserah kau saja! Jika dalam beberapa hari ini kau tetap seperti ini dan membuat kerugian, Kang Ye Na dan keluarganga akan membayar semuanya." Ucapan ayahnya barusan seperti petir menyambar dirinya.

"Itu tidak adil! Kenapa harus Ye Na?! Yang salah itu aku! Harusnya ayah membalasnya padaku!" Bela Yoongi lagi dengan mata merah. Ia cemas memikirkan Ye Na karena ayahnya tidak akan segan-segan melakukan hal buruk. Ia tahu pasti akan hal itu.

"Cukup! Ini peringatan terakhir. Kalau kau masih berhubungan dengannya, aku tidak akan segan-segan membuat gadis itu hancur. Kau mengerti?!"

"Ayah!" teriak Yoon Gi kembali ingin mengatakan sesuatu tapi dengan cepat dipotong oleh ayahnya,

Real Arranged Marriage [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang