Kesalahan yang dilakukannya di masa lalu pada Kim Taehyung membuat Park Jimin selalu dikejar rasa bersalah karena sikapnya yang terlalu pengecut.
Ketika mereka berdua bertemu lagi, ketika Jimin berusaha untuk memperbaiki ikatan persahabatan mereka...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seoul, penghujung 2012
Kau lebih bersinar dari polaris Kau lebih cemerlang dari bintang selatan Gengam tanganku, kita lewati musim dingin ini bersama Buang semua luka mu di belakang, yang ada hanya kau dan aku Kita bersama, menuju dunia yang lebih indah...
Ketika bait terakhir selesai dinyanyikannya, Jimin mendengar suara tepuk tangan dari Taehyung dan ibu nya. Jimin perlahan membuka mata, mata bulan sabitnya menyipit seiring senyum nya yang menggembang.
"Selamat ulang tahun, Taehyung-ah." katanya pada Taehyung yang duduk di hadapannya dengan mata berkaca-kaca yang berusaha teman nya itu samarkan dengan senyum kotak yang mengembang.
"Terima kasih, lagumu sangat indah." katanya memuji lagu buatan Jimin khusus untuk ulang tahunnya.Meski waktu itu dia sudah membaca lirik nya sekilas, namun tidak bisa dia pungkiri kalau dia sangat tersentuh dengan lagu barusan. Jimin dan musik nya, benar-benar sebuah kesempurnaan.
"Wah, kau pasti bisa menjadi penyanyi yang hebat di masa depan,Jimin-ah." Ibu Taehyung ikut memuji, wanita tiga puluh sembilan tahun itu juga menatap Jimin penuh kebangaan. Jimin bisa melihat bagaimana ibu Taehyung menatapnya dengan tatapan yang sama seperti wanita itu menatap Taehyung. Membuat Jimin merasa bersyukur, meskipun dia dibesarkan di panti asuhan, tetapi dia memiliki Taehyung dan ibunya yang sudah menganggapnya sebagai bagian dari keluarga.
"Ibu tidak tahu, ya?" Taehyung memberi komentar, "Jimin akan ikut audisi," Taehyung memberitahukan berita itu dengan bangga.
"Benarkah?" ibu Taehyung bergantian menatap Taehyung dan Jimin, bahkan Jimin bisa melihat mata ibu Taehyung yang berbinar menatap nya.
Ah, jadi seperti ini tatapan seorang ibu yang bangga pada anaknya?
"Semoga kau lolos, Jimin." katanya dengan tulus.
Jimin tertawa kecil, mengibas-ngibaskan tangannya dengan malu. "Bibi, ini kan perayaan ulang tahun Taehyung. Kenapa kalian jadi membahas aku?"
"Ey, kebahagiaan mu kebahagiaan kami juga. Iya kan, Ibu?"
"Tentu saja." ibu Taehyung kemudian memotong kue, lalu menyuapkan nya pada Jimin.
"Ibu! aku juga mau." Taehyung merajuk manja. "Beri aku kue juga." Taehyung membuka mulutnya lebar.
Ibu nya tertawa lepas melihat tingkah anak nya yang seperti bayi di usia nya yang menginjak sembilan belas tahun itu. Sisa malam itu mereka bertiga habiskan dengan keriuhan tawa yang mengisi meja makan.
***
"Apa yang sedang kau lakukan?"
Taehyung, buru-buru memasukan buku nya ke dalam laci meja ketika Jimin masuk dengan tiba-tiba ke dalam kamarnya. Dia berbalik, menyandarkan punggung pada meja belajar nya yang menghadap jendela yang sedikit terbuka.