⚠typo
>
>
>
>
>
>
Matahari sudah turun keufuk barat tinggalah bulan mengganti siang menjadi malam. Pukul sudah menunjukan angka 9, tapi seseorang yeng tengah di tunggu tunggu oleh anak bangtan tidak kunjung datang batang hidungnya pun tidak terlihat.
"Ck, kemana bocah kelinci itu? "Ucap namja bernama yoongi.
"Aku akan mencarinya, dia sungguh keterlaluan dari tadi disaat eunha sedang melakukan oprasi sampai selesai ia tidak muncul, dasar emosional. " ucap jimin.
"Ah.. Jim sebaiknya kau cepat cari si jeon itu, dokter jeff sudah menunggu. "
jimin menepuk dahinya sebelum ia pergi berjalan. Hampir terlupakan bahwa selesai oprasi dokter jeff meminta keluarga eunha menemuinya di ruangan dokter.
"Ah baiklah hyung... Tae kau yang bawa." jimin melempar kunci mobilnya kepada taehyung.
Tidak ada keluarga yang datang selain jungkook. Kemana jihyoon dan jinri? Mereka sekarang tengah berada di gwanju, karna keluarga jinri juga ada yang terkena musibah terpaksa mereka berdua meninggalkan eunha di busan.
Sendangkan tuan dan nyonya jung sekarang berada di amerika... Selepas mendengar bahwa sang anak di culik tuan serta nyonya jung mengundurkan jadwal penerbangannya, dan jadwal itu di gantikan hari ini.
Ada rasa tidak rela meninggalkan anak bungsunya, tapi mereka berdua tidak bisa berbuat apa apa lagi, toh ini juga untuk masa depan eunha.
***
Jungkook kini sedang berada di sebuah tempat yang dimana tempat itu dapat membuat siapa saja yang menginjakan kakinya di sana dapat langsung menemukan susasana malam yang membuat hati serasa damai. Ya..rooftop
"Kakek... Apa aku orang terbodoh di keluarga jeon? Hehe kurasa ya. " jungkook tertawa receh, menertawakan dirinya sendiri.
"Aku rasa aku memang bodoh.. Kau tahu aku ini orang yang paling ceroboh di bandingkan somi. "
Jungkook masih berbicara kepada langit malam, ia ingin mencurahkan semua bebannya kepada mendiang sang kakek dengan bersosialisasi dengan langit malam.
"Aku salah, aku telah membawa orang tersayangku kedalam masalah pribadi ku. Tapi apa mungkin aku bisa memaafkan diriku sendiri ini dengan menangis meraung raung sambil berteriak meminta maaf.... Tapi ku rasa itu tidak bisa. Aku akui bahwa aku BODOH, AKU GILA..maafkan aku kakek aku tidak bisa menjaga amanatmu.. Hiks"
Disaat itupula jungkook menangis sekencang mungkin. Tanpa di sadarinya dua orang namja sudah berdiri tegap tidak jauh di belakang punggung kekar jungkook.
"Apa dia sesayang itu pada eunha, sampai sampai ia melupakan sosok dirinya yang sebenarnya. " ucap jimin sedikit bebisik
"Hmm,aku sama sepemikiran denganmu jim." ucap taehyung.
Mereka berdua berjalan kearah jungkook yang sendang menangis meratapi nasibnya.
Jimin menyadarkan jungkook dengan tepukan di pundaknya.
"Sudahlah kawan, kau disini tidak sendiri, aku tahu kau terpukul dengan kondisi eunha. Tapi kau harus ingat masih ada kita, disini kita yang memiliki masalah itu, tapi karna otak bodohmu itu yang selalu menyalahkan diri sendiri seakan masalah itu datang untuk mu bukan untuk kita, tapi kenyataan nya tidak."
Ucap jimin yang secara tiba tiba membuat jungkook terdiam seribu bahasa. Apa yang di katakan jimin memang benar adanya, seharusnya dirinya tidak harus bersikap egois seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Time for you forever || JJK [Completed]
Novela Juvenil[Complied] [Sedang direvisi!] ⚠Ada tambahan kalimat serta perubahan sedikit, setelah di Revisi!! Jadi tolong hargai Voment!! Kisah dimana pernikahan konyol yang dilakukan dua belah pihak keluarga yang melibatkan kedua anak mereka demi bisnis yan...
![Time for you forever || JJK [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/161680739-64-k998615.jpg)