Chapter 52

2.2K 191 2
                                        

Mohon kebijakannya, chapter kali ini bakalan panjang. Semoga ga ada yg bosen O:-)
_________________________________________

⚠typo
>
>
>
>
>
>

Sudah 5 bulan terakhir ini eunha masih saja belum sadarkan diri dari komanya, sedangkan jungkook terus mengeluh karna dirinya belum bisa menemukan pendonor mata untuk eunha. Sudah berapa kali dirinya tertangkap basah sedang menangis mengeluh kesahkan tentang dirinya yang masih belum bisa menjadi seorang suami yang baik untuk eunha yang sedang terbaring lemah.

"Kau melamun? " ucap seseorag tiba tiba.

"Yak hyung kau mengagetkan ku saja. " ucap jungkook datar.

"Ada masalah? " ucap namja bernama seokjin.

"Hmm.. Aku bingung hyung" ucap jungkook.

Seokjin duduk di sebelah jungkook.

"Bingung? Wae? Apa ini menyangkut eunha? " tanya seokjin pelan.

"Hufft, " jungkook membuang nafasnya kasar sebelum dirinya mulai berbicara.

"Hmm,, kau tahu aku sangat sakit melihat dirinya terbaring seperti itu. Sudah hampir enam bulan ini dia belum sadar juga. Aku tidak tahu apa penyebabnya menjadi koma seperti itu. Dan aku masih belum bisa menemukan pendonor mata yang cocok untuknya. Aku bingung hyung!!" lirih jungkook matanyapun sudah berkaca kaca mengingat kondisi eunha yang masih dalam pengawasan dokter.

Seokjin menganggukkan kepalanya paham lalu ia menepuk nepukan pundak jungkook menengangkannya. Ia paham betul bagaimana keadaan jungkook sekarang, jikalau dirinya menjadi jungkook ia akan merasakan hal yang sama.

"Usaha mu akan sia sia jika tidak meminta bantuan kepada teman temanmu, aku disini siap membantumu kook... Dan yang lain pun sama begitu. " ucap seokjin.

"Hmm, tapi bagimana caranya? " ucap jungkook.

"Untuk apa mempunyai teman tapi tidak bisa diandalkan, kami disini akan membantumu dengan samampu kita." ucap seokjin yakin.

Jungkook menatap seokjin dengan raut bahagia, sedih menjadi satu, dirinya sudah tidak bisa menahan kebahagiaan nya sekarang. Ia tahu bagaimana pentingnya seorang teman dalam hidupnya.

"Sudahlah, kemana jeon jungkook yang dulu yang selalu berbuat licik, yang selalu membuat kami kesal dengan gayamu yang sok kuat. " ledek seokjin.

Seketika jungkook tersenyum lebar mendengar ucapan seokjin walaupun sebenarnya dirinya merasa tersindir.

"Sudahlah, kau namja bukan? Ahh... Apa kau ingin kita mulai mencari pendonor mata untuk eunha sekarang hmm? " ucap seokjin.

Jungkook mengangguk antusias ketika seokjin mengatakan hal tersebut kepada jungkook.

***

Seorang yeoja berparas cantik dan memiliki kulit pucat itu sedang berjalan seorang diri di temani dengan angin yang menyapu rambut coklatnya. Dirinya sedang berjalan sambil mendengarkan musik di telinganya. Sesekali ia menghirup udara dengan rakus sambil memainkan rumput liar yang tubuh menjulang keatas.

"Tuhan biarkan aku bersenang senang untuk yang terakhir kali nya sebelum kau mengambil nyawaku." lirih yoja itu.

Air matanya turun ketika dirinya mengingat bahwa tidak lama lagi ia hidup didunia ini.
Hingga dirinya memutuskan merehatkan sbentar di bagku taman yang tampak sepi.

Hingga seorang yeoja cantik datang duduk di sampingya.

"Permisi apa aku boleh duduk di sebelahmu?" ucap yeoja bernama sowon.

 Time for you forever || JJK [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang