☁️ isn't secret again

2K 127 0
                                        

"Kebahagiaan itu dibagi jangan di sembunyikan, karena itu akan menjadi luka."

"Bi, Bunda dimana?" tanya Samudra

"Tadi saya lihat dia ada dikamar Tuan muda Benua." kata Bibi Mina

"Terima Kasih Bi." kata Samudra

Samudra pergi ke atas untuk melihat apakah Ibunya masih ada di dalam kamar Benua, ketika dia memasuki kamar adiknya itu dia melihat Benua tertidur pulas sedangkan Bundanya tidak ada. Namun ia mendengar suara tangis dikamar itu. Apa ada sesuatu? Apa Benua menyembunyikan ibunya?

Samudra mengikuti suara tangisan itu berasal, ia mendekat ke sebuah pintu yang berwarna cokelat itu. Dia memutar kenop pintunya, ketika terbuka ia terkejut, seharusnya ini gudang, tetapi bukan ini bukan lagi gudang.

Benua telah menyulapnya menjadi seperti flat kecil, dengan buku buku yang terjejer rapi dan lemari kaca, lemari itu terdapat banyak sekali piala, medali, dan sertifikat. Selain itu juga ada piano, gitar dan drum yang di letakkan dipojok ruangan. Sedangkan ia melihat Arjuna memeluk Kila yang ada di ranjang kecil yang ada disana, Bundanya memeluk sebuah buku dengan menangis.

"Apa yang terjadi?" tanya Samudra khawatir,

"Bunda tidak menyangka Benua diam-diam melakukan ini semua." kata Kila

"Aku sudah mengatakan kepada kalian bahwa yang membantuku mengkuti semua olimpiade dan hal-hal yang lainnya adalah Benua. Dia yang selama ini membuat kalian bangga, bukan Samudra." kata Samudra setelah terdiam beberapa saat dan menghela napas,

"Seandainya jika kalian percaya ucapanku, maka kalian tidak akan menyesalinya seperti sekarang." lanjut Samudra,

"Aku mendengar suara Benua, Sebelum dia marah karena mengetahui kita ada disini, lebih baik kita pergi." kata Samudra kepada kedua orangtuanya,

Mereka keluar dengan, Kila yang masih memeluk buku itu, entah apa isinya. Benua hanya melenguh, merubah posisi tidur. Arjuna menggiring Kila untuk keluar kamar, sedangkan Samudra kembali mengunci ruangan itu, dan menyimpannya kembali di nakas.

Samudra awalnya juga terkejut melihat adiknya memiliki otak sepintar itu, merubah gudang menjadi sebuah flat kecil. Dan menatanya dengan rapi, yang membuat dia terkesan adalah piala-piala itu, bahkan tadi disetiap etalase kaca.
Terdapat kertas yang ditempel, menunjukkan kelas, yang mengartikan prestasi itu diraihnya saat kapan.

"Ngapain lo disini?"

Suara Benua membuyarkan lamunannya, Samudra menatap Benua lekat, setelah itu dia pergi dari kamar adiknya itu, ia sangat malas berdebat di malam - malam yang dingin seperti ini. Benua mengucek matanya, apa dia salah lihat? Tapi benar yang dihadapannya tadi itu Samudra, Benua mengacak rambutnya, dan berjalan menuju keluar kamar, perutnya itu mendadak lapar.

"Bibi Mina..." panggil Benua

"Bunda. meminta bibi Mina pergi membeli kebutuhan bulanan sayang." kata Kila

Benua diam tak menyahuti perkataan Ibunya, dia melihat meja makan disana ada ayam kecap, dan dia tau itu masakan Bundanya bukan Bibi Mina, Bibi Mina akan lebih memilih memasak apa yang diinginkan Benua.

"Bunda tau kamu suka masakan ini, jadi Bunda masak buat kamu." kata Kila

Benua masih diam, dia lebih memilih duduk dan mengambil piring, lelaki tampan itu menaruh nasi diatasnya. Benua lebih memilih mengambil telor ceplok daripada Ayam Kecap itu, sebenarnya dia ingin, tapi dia gengsi karena sedang dalam mode marah.

"Kamu gak mau?"

"Bukannya Bunda masak untuk Samudra, gak usah peduliin Benua. Benua masih ada Bibi Mina yang lebih sayang sama Benua." kata Benua dia meninggalkan Ibunya, dengan membawa piring dan secangkir air putih.

BENUA ; Completed.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang