Benua meninggalkan pekarangan rumahnya, ada dorongan dalam lubuk hatinya untuk menemui Barbie. Walaupun otaknya terus mengatakan bahwa dirinya malas.
Benua tanpa memikirkan apapun menghentikan mobilnya saat sudah didepan rumah Barbie, rumah besar itu, yang hanya dihuni Barbie dan asisten rumah tangga Barbie. Dulu dia sering kemari 6 bulan yang lalu, sebelum dia membenci sifat lain dari Barbie.
"Tuan muda Benua mencari Nona Barbie?" tanya salah satu satpam
"Iya dia ada?" tanya Benua
"Nona ada tapi kata Bi Aisyah belakangan ini nona Barbie mengurung diri." jawab pak satpam
"Baik terima kasih, aku akan masuk, tolong mobilku." kata Benua dengan memberikan kunci mobilnya agar dimasukkan ke pekarangan.
Benua memasuki rumah besar Barbie, sepi sunyi, bukan hal baru baginya, dulu dia sering menginap disini hanya untuk menemani Barbie. Benua melihat Bi Aisyah sedang sibuk didapur, lelaki itu mendekati wanita paruh baya yang terlihat sedang menyusun buah diatas mangkuk.
"Bi Aisyah." panggil Benua pelan
"Tuan muda Benua! Oohh syukurlah anda datang, Nona Barbie tidak pernah mau makan. Nona hanya meminta smoothie dan sereal, dia juga tidak mau turun dari kamarnya. Nona Barbie juga tidak seceria biasanya." jelas Bi Aisyah
Benua tidak tahu harus menyesal, bersalah atau bersikap biasa saja, semuanya teraduk menjadi satu. Dia tidak dapat memilah mana rasa kesal, benci, sayang, menyesal, sakit, bersalah dan rindu. Benua diam menatap Smoothie itu, Barbie sangat suka Smoothie.
"Maafkan aku bi karena sudah jarang kemari, aku benar-benar sibuk, banyak yang terjadi padaku. Maaf juga aku hampir melepas amanah dari om Hans." kata Benua
"Tidak apa-apa tuan, sekarang bisakah anda membawakan Smoothie ini untuk nona, Bi Aisyah harus menjemur pakaian nona." pinta Bi Aisyah
"Baik."
"Tuan, jika anda mau, di dalam kulkas ada yogurt, 2 hari yang lalu, entah apa yang terjadi kepada nona Barbie dia pulang sambil menangis dengan menenteng tas plastik berisi banyak sekali yogurt." kata Bi Aisyah sebelum beliau meninggalkan Benua yang mematung.
Benua membuka kulkas, banyak sekali yogurt, dan memo! Benua mengambil salah satu yogurt, dan mengambil memo yang menempel disana. Benua membacanya 'Benua Maaf.'
Benua mengeluarkan semua yogurtnya, dan menarik serta mengumpulkan semua Memo kecil itu. Membacanya dalam diam.
'Benua Maaf'
'Benua, maafkan aku'
'Benua, aku minta maaf.'
'Benua, forgive me.'
'Benua, maafkan Barbie.'
'Barbie rindu Benua.'
'Barbie bersalah.'
'Benua... Sudah terlanjur benci kepadaku?'
'Benua.'
Dan hampir semuanya tertulis begitu, Benua melayangkan ingatannya. Jadi yang setiap hari menarauh sebotol yogurt dilokernya adalah Barbie?
Tapi memo itu berbeda dengan Memo yang ia temukan saat ini, Memo-memo itu berisi menyemangati Benua.
Benua menarik memo terakhir, dia membaca dengan seksama melupakan permintaan Bi Aisyah dan Smoothie.
'Benua, sedang menyukai seseorang ya? Hehehe :)
Benua terlihat selalu bahagia, bisakah aku juga sebahagia itu?
Benua bisakah? Benua aku menyukaimu, maafkan aku.'
Tulisan tangan, warna memo dan seluruhnya sama persis, jadi ini semua perbuatan Barbie, Benua merpikan memo itu dan menggenggamnya.
Melupakan yogurtnya, dia mengambil Smoothie itu dan berjalan ke kamar Barbie, dengan perasaan tak karuan.
Satu kebenaran telah Benua ketahui, dia merutuki dirinya sendiri karena berusaha membenci Barbie, namun tanpa sadar setiap kali dia mengambil yogurt di loker dan membaca memonya dia bersemangat dan tersenyum cerah, dia merasa bahwa dirinya sangat bodoh.
Bahkan sudah satu minggu ini, dia tidak lagi mendapatkan Yogurt lagi, dan dia menantikan memo penyemangat dari secret admirer-nya yang ternyata adalah Barbie.
Benua membuka knop pintu kamar Barbie dan masuk, melihat gadis cantik itu sedang menggulung dirinya didalam selimut tebal itu, Benua berjalan mendekat.
"Bi Aisyah?" tanya Barbie dan melongok keluar dari selimut, matanya membola ketika melihat Benua dihadapannya yang dia kira Bi Aisyah.
"Benua? Ada apa? Tumben?" tanya Barbie berusaha tampak biasa saja
Benua hanya diam, dia memberikan Smoothie itu kepada Barbie, dan Barbie menerimanya serta mengucapkan terimakasih. Barbie tersenyum canggung kepada Benua, yang sekarang menatapnya.
"Benua kenapa kesini? Benua tau nggak, Barbie kangen banget sama Benua lohh." tanya Barbie dengan mata yang nyaris berkaca-kaca, tapi Barbie berusaha menutup itu semua dengan senyuman manisnya.
"Barbie makan." kata Benua, sifat dingin lelaki itu muncul. Sifat Arjuna.
"Barbie makan kok smoothienya tenang aja, kan ini kesukaan Barbie." sahut Barbie dengan wajah ceria yang ia paksakan
Benua bisa melihat itu semua, semuanya. Benua hanya diam dia duduk di bibir ranjang Barbie, melihat Barbie memakan Smoothienya dengan lahap.
"Makan nasi, jangan makan smoothie mulu, smoothie emang sehat, tapi kadar gulanya tinggi, jangan terus-menerus gak baik tau." tutur Benua
"Benua baik deh, iya habis ini Barbie makan nasi kok."
"Gue ambilin ya?"
"Gak usah, kan ada Bi Aisyah."
"Bi Aisyah sibuk, dia butuh istirahat."
"Benua udah nggak marah sama Barbie?"
"Gue marah karna lo jahat sama mereka yang deketin gue, dan selain itu maafin gue Bar."
"Gue gak pernah sekalipun punya niatan suka sama lo, gue sayang sama lo, tapi sebagai abang lo. Gue bener-bener minta maaf karena buat lo sampe jatuh cinta sedalam ini ke gue." tutur Benua dengan perasaan ragu
"Gue gak mau buat lo berharap lebih dari ini, itu adalah alasan kenapa gue berusaha menjauh, ada banyak cowok yang suka sama lo."
"Coba lo buka hati lo buat mereka, dan gak selamanya gue terus di sisi lo Barbie. Tugas gue cuma jagain lo, Tugas gue cuma sebagai abang buat lo. Abang yang berusaha buat adiknya bahagia." lanjut Benua
"Maaf, Barbie minta maaf, Barbie janji gak akan ngejar-ngejar Benua lagi asalkan Benua gak menjauhi Barbie, Barbie cuma gak mau kehilangan Benua." kata Barbie dengan tertunduk sedih
"Bar, lo gak akan pernah kehilangan gue, gue gak pernah pergi, gue selalu disini sebagai Abang lo, udah mutlak. Tapi kalo urusan siapa orang yang gue suka, maaf itu bukan elo, biar waktu yang menuntun kemana hati gue akan berlabuh." kata Benua
"Gak papa kok, yang penting Benua gak benci sama Barbie lagi." kata Barbie dengan senyum yang ia paksakan.
Benua menatap Barbie dengan seksama, gadis dihadapannya itu memang cantik, menggemaskan, tapi dia heran pada dirinya sendiri, dia tidak menyukai gadis dihadapannya ini.
Benua malah tidak ingin gadis ini menyukainya karena Benua berpikir bahwa Barbie tidak cocok dengannya yang selalu membuat onar. Barbie menatap Benua, membalas mata elang yang sedang menghujani mata coklat legamnya. Mata Barbie mengisyaratkan rindu teramat dalam kepada lelaki dihadapannya.
Dia berjanji pada dirinya dan Benua dia akan melepaskan Benua dan mencari lelaki yang mungkin lebih bisa membuatnya bahagia daripada Benua.
tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
BENUA ; Completed.
RomanceBenua, cowok tsundere yang bisanya marah-marah merasa gak adil karena perlakuan orang tuanya tapi di lain sisi sayang banget sama keluarganya, memang dasar gengsi, mau bagaimana? ─⌽ ©2019 rumourblaze Present Ps. This story original from rumour bla...
