"Ketahuilah bahwa hati seorang ibu itu sangat lembut bahkan melebihi kelembutan sutra ataupun salju."
—
Benua keluar dari kelas begitu bel pulang berbunyi, dia mendengar teriakan Daniel dan Alfath yang sedang berlari mendekat.
Binar yang juga baru keluar menunggu kedua sahabatnya itu. Ketika sudah sampai pada jarak 1 meter, Benua melangkahkan kakinya pergi.
"Woy Ben tungguin napa?" kata Daniel, dan menarik bahu Benua sedikit ke belakang agar mereka berempat sejajar.
Ketika mereka hendak berbalik mereka juga melihat Samudra baru keluar dari kelasnya, Benua berdecak dan mendahului teman-temannya.
Binar dan yang lain menatap Benua bingung, kenapa lagi anak itu bertengkar lagi dengan Samudra?
Benua dan Samudra memiliki kebiasaan sebentar bertengkar sebentar akur, jadi tak heran terkadang teman-temannya bingung dengan perubahan sikap keduanya.
Benua melangkahkan kakinya menuju ke tempat parkir sepeda, dia berjalan dengan santai namun mata bulat itu semakin membulat ketika melihat ban belakang motornya kempes. Benua langsung berlari dan celinguk-celingukan.
"Ah sial! Siapa yang berani bocorin ban motor gue aishhh!" geram Benua
Samudra yang melihat Benua dengan wajah nampak kesal mulai membuka suara kepada teman-temannya.
"Benua kenapa?"
Binar, Alfath dan Daniel menoleh ke arah Benua yang berkacak pinggang dan sesekali mengumpat, dengan ekspresi kesal menahan amarah. Mereka berempat berlari mendekati Benua yang menggerutu sebal.
"Napa lo Ben?" tanya Alfath
"Ban motor gue ada yang ngerobek." kata Benua dengan mengusap wajahnya kasar.
"Sial banget gue anjir." kata Benua
"Kaya lo gak punya Samudra buat nebeng aja, udah pulang bareng abang lo aja, nanti tinggal telpon orang buat bawa motor lo ke bengkel." kata Binar
"Gue gak masalahin nanti nebeng siapa, naik angkot pun gue jabanin, gue cuma kesal dan bingung aja siapa yang berani buat ngerobek ban motor gue." kata Benua dengan menatap ban motornya.
"Kalian belum pulang?" tanya Marina
Marina kebetulan datang bersama dengan Senja, dan di belakang mereka ada Jessy dan Barbie yang juga kebetulan lewat.
"Benuaaa!! Kenapa raut wajah kamu gitu?" sapa Barbie, dalan sepersekian detik Barbie sudah melingkarkan tangannya di lengan Benua.
"Ini ban motornya Benua ada yang ngerobek, bukan masalah serius kok Mar." jawab Alfath kepada Marina.
"Namanya juga Benua, gak lebay tuh gak enak." Kata Senja
Dia menarik Marina menjauh dari rombongan Benua. Benua hanya berdecak dia kesal karena ban motonya bocor, dan sekarang dia semakin kesal karena Barbie terus saja menempel padanya.
Moodnya hancur seketika. Dia meninggalkan teman - temannya, tanpa memperdulikan decakan sebal Barbie dan panggilan Samudra.
Benua mengikuti Marina dan Senja yang hendak ke halte bus, namun di pertangahan jalan seseorang menawarkan tumpangan kepada Marina.
Marina terlihat tak enak karena meninggalkan Senja, tetapi Senja sendiri juga tampak memaksa Marina meninggalkannya. Akhirnya Marina benar-benar melenggang pergi bersama dengan lelaki itu.
Senja terlihat menghela napas, lalu dia melanjutkan jalannya tanpa menyadari bahwa Benua berada di belakangnya. Benua hanya diam menatap gadis yang berjalan mendahuluinya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
BENUA ; Completed.
Roman d'amourBenua, cowok tsundere yang bisanya marah-marah merasa gak adil karena perlakuan orang tuanya tapi di lain sisi sayang banget sama keluarganya, memang dasar gengsi, mau bagaimana? ─⌽ ©2019 rumourblaze Present Ps. This story original from rumour bla...
