☁️ Shocked

1.9K 113 3
                                        

"Lidahmu adalah ancaman bagi dirimu sendiri."

Benua melempar bola basket kepada Daniel, saat itu Daniel menerimanya dan langsung memasukkannya ke dalam ring lawan. Mereka sedang duel dengan Binar, Alfath. Binar terlihat menatap mereka kesal, sedangkan Daniel dan Benua bergoyang dengan maksud mengejek Alfath dan Binar.

Alfath menatap si duo bobrok itu dengan datar, Alfath mulai melakukan dribble, dia maju namun dihadang oleh Benua. Dengan cekatan Alfath melempar ke arah Binar, dan dengan cepat Binar menangkap bola, dia bergerak menghindari Daniel, dan melakukan Shooting.

Mereka mendapatkannya, Binar berlari menjauh bersama dengan Alfath, mereka tertawa senang, sedang Benua sudah memasang ekspresi ingin melahap Binar.

"Sudahlah gue capek, lagipula kita seri." kata Benua

Benua merebahkan tubuhnya di lantai licin. Binar melempar bola basket ke arah Benua, dan Benua sangat peka dia langsung menghindar dengan cara menggelindingkan tubuhnya menjauh.

"Lakukan itu sekali lagi, gue bunuh lo!" kata Benua dingin

"Kenapa lo gak ikut basket aja si Ben?" tanya Alfath yang terduduk di sekitarnya juga, bersama dengan Daniel, dan Binar.

"Gue sukanya Futsal gimana dong?" tanya Benua balik

"Sayang banget padahal dari yang gue lihat baru aja, lo punya bakat di basket." kata Alfath

"Dulu gue minat, tapi ada sesuatu yang buat gue harus berhenti." timpal Benua

"Masih ae lo inget," kata Binar

Benua menutup matanya sebentar, mengantur napasnya yang memburu karena kelelahan. Saat itu juga hening menyeruak, mereka kelelahan. Tak ada percakapan apapun, Sibuk untuk menetralkan napas masing masing.

Benua mengingat masa itu, dimana Arjuna masih peduli padanya, bahkan dibelakang rumah mereka ada ring basket yang biasanya digunakan Arjuna untuk melatih Benua dan Samudra. Saat itu masih belum ada perbedaan, belum ada tembok pembatas yang membuat hubungan Benua, Arjuna dan Samudra jauh.

Benua membuka matanya, dia melirik arlogi miliknya, tinggal 5 menit lagi. Dia tidak berniat untuk beranjak. Binar juga telah mengajaknya untuk pergi ke kelas, Alfath dan Daniel beranjak berdiri dan berpamitan pergi ke kelas.

"Ben, bentar lagi pelajarannya Mrs. Baffi." kata Binar

Benua bergeming, dia kembali menutup matanya, menghembuskan napasnya pelan. Beberapa menit kemudian bersamaan dengan bell berbunyi, Benua membuka suara.

"Lo duluan aja nanti gue nyusul."

"Yakin lo?"

"Hmm,"

Binar berdiri, dia melangkahkan kakinya meninggalkan Benua, Benua beranjak duduk seperginya Binar. Benua mengusir ingatannya tentang dia dan Ayahnya. Handphone Benua bergetar, dia mengambilnya handphonenya dibalik saku jas sekolahnya.

'Ibu Negara'

Benua mengangkat teleponnya ragu, dia bahkan tidak mengucapkan Halo, dia mendengar ucapan ibunya dengan seksama. Benua hendak mengatakan sesuatu dengan tiba-tiba handphone Benua mati.

"Astaga gue gak bawa charger." panik Benua

"Bunda marah gak ya? Karena sambungan terputus tiba-tiba." gumam Benua.

'Pug!'

Sebuah botol air mendarat di pangkuannya, dia melihat Binar yang sudah berdiri dihadapannya.

BENUA ; Completed.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang