Menyendiri adalah kebiasaan lelaki tampan ini. Mata indah itu sedang bersembunyi dibalik kelopaknya. Seolah tak diizinkan untuk melihat dihadapannya, helaan napas diam-diam dari hidung si tampan. Dia betah dengan posisinya, otaknya mulai berpikir, sudah lama dia tidak kemari.
'Puk'
Sebuah tepukan dirasakan oleh si tampan, lelaki berusia 17 tahun itu membuka kelopak matanya perlahan. Membiarkan benda benda yang dihadapannya tertangkap oleh lensa mata indahnya.
"Benua." panggil seseorang
Benua menoleh ke belakang mendapati Binar bersama dengan David dan Alfath. Benua menghela napas lalu merubah posisi tidurnya menjadi terduduk.
"Tumben lo kesini sendirian kemana Sam?" tanya David
"Lomba,"
Benua membuka suara, Binar heran dengan temannya yang satu itu karena suara lelaki dihadapannya tersebut terdengar serak, apa Benua sedang sakit tenggorokan?
"Oh ya guys, gue mau balikin uang kalian." kata Benua dengan melihat Binar dan David bergantian
"Gak usah buru-buru kali Ben," kata Binar
"Gue cuma gak mau jadiin itu beban gue," kata Benua
Binar hanya mengangguk lalu duduk dengan tangannya melingkar dibahu Benua, David pergi menuju ke bawah untuk mengambil soda di mesin minuman untuk teman-temanmya.
Dan keheningan mulai menyeruak, Alfath yang sejatinya tidak menyukai keterdiaman teman-temannya, dan merasa ada yang tidak biasa dari mereka membuka suaranya
"Jadi kita disini mau ngapain by the way?"
"Main Psp? Nonton Film, terserah deh gue manut aja." kata Binar
"Kalian kenapa sih? Gak biasanya pada diem-dieman kayak gini." ujar Alfath
Bersama dengan itu David kembali dengan membawa 4 kaleng soda. David sudah biasa melihat teman-temannya yang terkadang saling diam.
Bukan hal baru memang, tapi entah kenapa dia memiliki feeling tidak enak terhadap Benua. Temannya yang satu itu tidak seceria biasanya, dan jika Benua lesu maka si 2nd happy virus juga akan lesu. Siapa lagi kalau bukan Binar, yang bisa di katakan bucinnya Benua jika urusan perut.
"Benua lo nyembunyiin sesuatu?" tanya David yang sudah gatal ingin bertanya sejak tadi
"Gak papa Dav," kata Benua
"Gak usah bohong lo Bambang, kita tau kalo lo bohong." kata Binar dengan meninju lengan Benua
"Sejak kapan nama gue jadi Bambang anjir," kata Benua
"Cerita deh, gue kepo." sahut Alfath, dan dianggukin oleh Binar dan David
"Lagi mikirin Barbie." kata Benua
"HAH?" teriak Binar dan David bersamaan.
"Suatu momen yang langka," sahut Alfath
"Kenapa si anjir, biasa aja dong reaksinya." kesal Benua
Ketiga sahabatnya itu terbahak, bukan heran lagi tapi mengingat seberapa muak Benua kepada Barbie, membuat mereka berpikir ini adalah suatu hal yang aneh.
Benua menatap sahabat nya itu, ia ingin cerita sedikit tentang Barbie. Tapi ia enggan dan lebih memilih menelan rasa kesalnya kepada 3 lelaki di hadapannya.
"Emang kenapa Barbie? Lo jatuh cinta sama dia?" tanya David
"Bagus dong perkembangan!" seru Binar sambil tertawa
KAMU SEDANG MEMBACA
BENUA ; Completed.
Storie d'amoreBenua, cowok tsundere yang bisanya marah-marah merasa gak adil karena perlakuan orang tuanya tapi di lain sisi sayang banget sama keluarganya, memang dasar gengsi, mau bagaimana? ─⌽ ©2019 rumourblaze Present Ps. This story original from rumour bla...
