☁ their plan's

1.5K 82 0
                                        

"Berusaha membuat pergi apa yang tidak mau pergi adalah hal yang paling memuakkan."

Benua telah membayar tanggungan rumah sakit untuk Cempaka, dengan di bantu uang dari Binar dan Daniel, hari ini dia duduk di depan ruang inap VIP A, dia menunggu dokter yang memeriksa Cempaka keluar.

Ketika dokter keluar, tubuhnya membatu, dia tidak tahu ini akan terjadi, Arjuna berdiri di hadapannya, dalam artian Arjuna adalah dokter yang di minta untuk menyembuhkan Cempaka.

"A-Ayah.." gumam Benua

"Kamu ngapain disini? Butuh sesuatu?" tanya Arjuna

"Cempaka... Ayah mengenalnya?" tanya Benua dengan nada sedikit bergetar

"Ya ayah mengenalnya, dia mantan pasien ayah beberapa bulan yang lalu, nasibnya buruk sekali." keluh Arjuna

Arjuna mendudukkan pantatnya di sebelah Benua, Benua hanya diam saja dengan kepala tertunduk. Arjuna merasakan ada keanehan dari putranya, tidak biasanya Benua merasa gelisah dan takut terhadapnya seperti ini.

"Benua kamu baik-baik saja?" tanya Arjuna

"Aku baik-baik saja, katakan bagaimana keadaannya?" jawab Benua dengan suara pelan

"Cempaka? Luka dilengannya sobek cukup dalam jadi bisa dipastikan butuh waktu lama untuk penyembuhannya, bisa memakan bertahun-tahun untuk menyembuhkan luka itu,"

"Apa sangat parah?"

"Tidak terlalu tetapi tekanan darah Cempaka sangat rendah, selain itu akibat lukannya yang begitu lebar dia juga kehabisan banyak darah. Untung saja orang yang menabraknya cepat membawanya kemari, jika tidak mungkin dia sudah merenggang nyawa."

"Maksudmu meninggal?"

"Iya itu adalah sebuah kemungkinan jika orang itu membawanya dengan terlambat."

"Baiklah, aku permisi, sembuhkan dia."

Setelah mengucapkan hal itu Benua meninggalkan Arjuna yang diliputi rasa penasaran akan kedatangan anaknya dirumah sakit, dan hubungan anaknya dengan pasiennya Cempaka.

Benua harus pergi ke turnamen, sebelum terlambat. Dan hari ini adalah hari yang sangat berharga bagi Arjuna karena dia senang setidaknya hari ini Benua memanggilnya dengan sebutan 'Ayah'.

"Apa mereka sepasang kekasih?" gumam Arjuna

💫💫💫


Benua sedang berusaha melupakan Cempaka, membiarkan rasa khawatir terhadap gadis yang tidak dikenalnya itu sirna, 1 minggu berlalu semenjak kejadian itu, dan tak ada yang tau tentang kejadian itu selain tim futsal dan Pak Hamdi.

Mereka semua merahasiakannya rapat-rapat. Hari ini terlihat Benua sedang berada di kantin bersama dengan Binar, Daniel dan Samudra terlihat juga baru saja datang dengan membawa nampan makanan masing-masing. Keduanya duduk dihadapan Benua dan Binar.

Di dalam hati Benua saat ini ada rasa penasaran yang muncul, dia ingin tau bagaimana keadaan Cempaka. Tapi suara Senja yang sedang berdebat membuat kembali teringat niat awalnya untuk mendekati Senja.

"Gak usah fitnah, Senja kemarin sama Kak Sam, bukan sama Benua." elak Maria

"Halah basi, gue tau kok lo mau ngerebut Benua dari gue kan?!" ketus Barbie

BENUA ; Completed.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang