Hari ini seperti hari-hari biasanya, Benua selalu bersama Senja, ya tentu saja karena Senja adalah asistennya. Siang ini mereka ada didalam perpustakaan, lebih tepatnya Benua yang memaksa Senja ikut ke perpustakaan.
Mereka sedang belajar kimia, tidak lebih tepatnya Benua, sedangkan Senja hanya membaca buku yang diambilnya asal. Gadis itu melihat kening Benua yang berkerut.
Dia melirik rentetan soal yang dihadapan Benua, soal semudah itu membuat Benua pusing? Senja diam dia ingin melihat seberapa pintar Benua, apakah dia bisa lebih unggul dari Samudra kakaknya atau justru mereka setara.
Tidak lama, Benua mulai mencoret-coret buku tugasnya, menyelesaikannya dengan rumus yang menurut Senja sedikit rumit. Benua mengalihkan pandangannya dari buku tugasnya, kearah buku tebal dihadapannya. Mencari soal-soal hots yang lain.
Senja mencoba memahami jawaban Benua tetapi dia tidak bisa berpikir, dia menatap ke arah wajah lelaki tampan itu. Baru kali ini, baru kali ini dia melihat wajah yang seseorang yang selalu ceria itu tampak kusam dan serius. Senja ingin membuka pembicaraan tapi gadis itu mengurungkan niatnya. Benua tampak benar-benar tak dapat diganggu.
20 menit berlalu, Senja mulai bosan, sedangkan Benua mulai menggeliat lelah bahkan tangannya sampai menimbulkan bunyi tulang. Senja mendengar helaan napas panjang Benua, lelaki itu tidak berbicara sama sekali, Senja berkali-kali belajar bersama dengan Samudra, tapi Samudra tak pernah seserius ini.
Samudra dengan santai mengerjakannya, apa ini adalah salah satu perbedaan si kembar. Ketika Senja sibuk melamun dengan melihat wajah tampan Benua, sang empu menyadari hal itu, dia mengerutkan wajahnya ketika Senja melihatnya tanpa berkedip. Benua melambaikan tangannya di depan wajah Senja, dan gadis itu gelagapan.
"Lo liat apaan?" tanya Benua, yang akhirnya membuka suara
"Enggak, udah sana kerjain, by the way kenapa seserius itu sih ngerjain tuh soal?" tanya Senja
"Besok gue ada kuis." jawab Benua singkat.
"Ben, gue laper, keluar yuk ah, bosen gue." pinta Senja
Ini tidak biasanya, Senja akan bertahan berjam-jam di perpustakaan bersama dengan Samudra, tapi entah mengapa dengan Benua benar-benar membuatnya jenuh. Benua diam, dia berpura-pura tidak mendengar dan kembali mengerjakan soal.
"Sial." umpat Senja
Hening kembali menyeruak diantara keduanya, Senja benar-benar tak tahan, dia menggeser kursinya dan meninggalkan Benua. Benua hanya meliriknya sebentar, dia tidak peduli. Kuis besok lebih penting. Kali ini dia membiarkan Senja, dan tak akan menuntut kepada Senja seperti biasanya.
30 menit kemudian...
Benua menghela napas dia merasa lega karena telah selesai, dia melihat siapa yang baru saja memasuki perpustakaan. Barbie disana bersama dengan Jessy, Benua berharap keduanya tidak melihat keberadaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BENUA ; Completed.
RomansaBenua, cowok tsundere yang bisanya marah-marah merasa gak adil karena perlakuan orang tuanya tapi di lain sisi sayang banget sama keluarganya, memang dasar gengsi, mau bagaimana? ─⌽ ©2019 rumourblaze Present Ps. This story original from rumour bla...
