Senja tidak berani berbicara kepada Benua malam itu, walaupun sebenarnya bibirnya sudah gatal ingin bertanya banyak hal kepada Benua. Gadis itu hanya menyerahkan Black Card Benua, dan diam terduduk disamping Benua yang berusaha menyembunyikan wajah sembabnya.
Benua sendiri tidak berniat mengajak Senja berbicara, dia juga berharap gadis itu tidak melihat wajahnya yang sangat menyedihkan itu. Malam ini disaksikan Bulan dan Bintang, Senja menemani Benua dalam keheningan, karena dalam hati Senja perlahan sedikit memahami bahwa sejatinya Benua sedang kesepian.
Walaupun dia masih belum percaya dengan apa yang ada dipikirannya itu, bisa saja Benua tidak kesepian, dan itu hanya tebakan Senja saja. Benua melirik arlojinya, sudah pukul 10 lewat 15 menit, Benua melirik Senja yang diam, gadis itu menyembunyikan wajahnya dengan menenggelamkan wajahnya dikedua tangannya yang bertumpu diatas paha gadis itu sendiri.
"Senja?" panggil Benua pelan
Tidak ada sahutan, Benua menyikap rambut Senja yang menutupi wajahnya, gadis itu tertidur, Senja menemaninya sampai tertidur, dengan jaket yang tidak begitu tebal. Dia duduk tanpa mengucapkan sepatah katapun dan sampai tertidur, Benua yang melihat itu tidak tega.
"Gadis bodoh," gumamnya
Sifat jail Benua kembali muncul, dia melihat gadis itu tampak sangat lelap, dan ide Benua adalah membangunkan gadis itu dengan caranya.
"SENJA! ASTAGA BANGUN!!" teriak Benua tepat ditelinga Senja,
Hal itu membuat gadis tersebut tersentak kaget, dia bangun dengan wajah kusut, sedetik kemudian dia menatap maut kepada Benua yang menunjukkan wajah mengejeknya kepada Senja.
"Benua telinga gue bisa budek! Bangunin tuh yang bener." gerutu Senja
Benua yang melihat hal itu terkikik geli, Benua mengacak rambut Senja gemas, tanpa ada perasaan suka atau sayang. Yang ada dipikirannya hanyalah bagaimana membuat Senja marah dan mengomel karena kejailan yang berhasil dia lakukan.
Benua sendiri masa bodoh dengan perasaan cinta atau sayang yang datang. ada waktunya sendiri, dan ini belum saatnya.
"Lo pulang sana udah malam, gue mau cabut." kata Benua
"Lo gak pulang?" tanya Senja
"Yakali gue gak pulang? Ngemper dong gue." kata Benua
"Emm Ben, gue mau minta maaf, tadi uang lo gue buat bayar taksi." kata Senja
"Apa? taksi? lo kesini naik taksi?" tanya Benua
"Iya, motor gue di bawa ayah, gak papakan gue pake? tenang aja bakal gue ganti kok." kata Senja
"Persetan dengan uang, sekarang lo pulangnya gimana?" tanya Benua
"Ya naik bus lah."
"Naik Bus malam-malam gini? Udah gak ada, bus terakhir tadi jam 9 bodoh."
"Ya udah jalan kaki gitu aja repot."
"Lo gue anter."
"Ogah gue dibonceng makhluk kaya lo, bisa-bisa lo apa-apain gue dijalan nanti lagi."
"Lo berharap gue apa-apain ya?"
"Apaan dih, sok tau, kan siapa tau."
"Bawel amat sih lo, sini ikut gue."
Benua menyeret Senja ke parkiran karena cukup jauh dengan tempat mereka duduk jadi tidak memakan waktu lama untuk berjalan ke sana. Benua menaiki motornya, dia juga menyuruh Senja naik, tetapi gadis itu tidak mau.
KAMU SEDANG MEMBACA
BENUA ; Completed.
RomanceBenua, cowok tsundere yang bisanya marah-marah merasa gak adil karena perlakuan orang tuanya tapi di lain sisi sayang banget sama keluarganya, memang dasar gengsi, mau bagaimana? ─⌽ ©2019 rumourblaze Present Ps. This story original from rumour bla...
